Jun 30

Istana Kuning di Pangkalan Bun

Share Button

Pangkalan Bun merupakan salah satu kota dengan potensi alam yang cukup bagus, namun kurang dikenal oleh wisatawan dalam negeri.

Tugu di depan Istana Kuning Pangkalan Bun

Tugu di depan Istana Kuning Pangkalan Bun

Pangkalan Bun merupakan ibu kota dari Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Secara administrasi pemerintahan, kota Pangkalan Bun setingkat dengan kecamatan. Kawasan Kotawaringin Barat telah dihuni sejak tahun 2500SM dengan masuknya bangsa Melayu ke pulau Borneo. Kerajaan Kotawaringin merupakan kerajaan pertama yang berdiri di sini. Pada tahun 1814, Pangkalan Bun menjadi pusat ibukota kerajaan dimana didirikan Istana Kuning.

Istana Kuning, Pangkalan Bun

Istana Kuning merupakan salah satu icon utama dari Pangkalan Bun dan telah beberapa kali dipugar dan dilestarikan sehingga menjadi tempat wisata yang cukup dikenal. Pada tahun 80an, istana ini pernah hangus terbakar akibat tindakan seseorang yang mengalami gangguan jiwa. Daerah di bagian belakang istana Kuning merupakan tempat tinggal bagi para keturunan kerajaan yang masih hidup sampai sekarang.

Trigana Air

Trigana Air

Untuk mengunjungi kota Pangkalan Bun, kini sudah hadir beberapa airlines domestik yang melayani rute lansung ke kota ini. Trigana Air juga terbang setiap hari untuk rute Surabaya – Pangkalan Bun. Jarak antara bandaran Iskandar dengan kota Pangkalan Bun hanya sekitar 10km. Pelni juga melayani jalur kapal dari pelabuhan Tanjung Mas, Semarang dan Tanjung Perak, Surabaya. Dengan fasilitas penunjang yang cukup lengkap, Pangkalan Bun seringkali menjadi pintu gerbang utama utk Propinsi Kalimantan Tengah bagian Barat, dimana telah menjadi jalur distribusi barang maupun penumpang yang vital.

Untuk menunjang kegiatan pariwisata, kota Pangkalan Bun memiliki motto “MANIS”, yang merupakan singkatan dari

  • MINAT: Diharapkan masyarakan menumbuhkan minat untuk secara bersama berpartisipasi dalam membangun daerah demi tercapainnya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila
  • AMAN: Menciptakan rasa amat melalui semangat kegotongroyongan saling asah dan asuh diantara sesama anggota masyarakat.
  • NIKMAT: Hendaknya keindahan dan segala sumber daya di Pangkalan Bun dapat dinikmati oleh masyarakat dengan bebas tanpa memberikan dampak atau pengaruh yang negatif.
  • INDAH: Hendaknya kota Pangkalan Bun dibangun dengan penataan yang rapi, bersih, tertib dan teratur.
  • SEGAR: Kesegaran dari dinamika kota Pangkalan Bun hendaknya dapat lebih mendorong semangat masyarakat untuk selalu membangung kota ini.

Untuk menginap di hotel di Pangkalan Bun, berikut adalah daftar dari hotel murah di Pangkalan Bun.

Share Button
Jun 27

Danau Tahai, Palangkaraya

Share Button

Danau Tahai terletak di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Palangkaraya. Danau ini sangat menarik untuk dikunjungi ketika berlibur ke Kalimantan Tengah. Selain lokasinya yang cukup strategis, warna airnya yang tidak biasa menjadikan danau ini berbeda dari danau yang lainnya. Rumah-rumah penduduk yang terapung di atasnya juga tidak kalah menarik untuk dilihat. Warna air di Danau ini tidak berwarna hijau atau biru, tetapi kemerah-merahan. Warna merah ini berasal dari akar-akar pohon di lahan gambut. Biasanya wisatawan yang datang ke Danau Tahai bukan hanya ingin melihat keunikan warna airnya, tetapi juga menikmati suasana pedesaan di pinggir hutan. Di dalam hutan, pengunjung dapat menikmati sejuk dan segarnya udara hutan sambil mendengarkan merdunya kicauan burung-burung. Jika sedang beruntung, pengunjung juga dapat bertemu dengan uwak-uwak yang termasuk salah satu jenis kera langka yang dilindungi oleh pemerintah dan hanya terdapat di kawasan ini. Latar belakang terbentuknya danau ini belum diketahui secara pasti hingga sekarang. Namun ada dua versi cerita yang berkembang di masyarakat mengenai asal muasal terbentuknya danau ini. Pertama Danau Tahai ini terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir. Kedua Danau Tahai ini terbentuk karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan, sehingga terbentuk genangan air yang mengikuti aliran sungai itu lagi karena danau ini termasuk jenis danau dataran rendah. Di sekitar nya anda juga bisa melihat banyak rumah penduduk yang terapung di atas permukaan danau. Rumah ini disebut dengan rumah lanting. Hal yang cukup menarik jika anda berkunjung di sini adalah adanya jembatan yang dapat anda lewati yang menghubungkan jalan ke arah hutan. Banyak kegiatan yang dapat anda lakukan saat berkunjung di sini seperti bermain perahu angsa, perahu dayung atau bahkan berkaroke. Tak jauh dari danau, ada penangkaran orang utan milik Borneo Orangutan Survival(BOS). Jika datang pada hari minggu atau libur nasional, penangkaran akan dibuka untuk umum. Setelah lelah berkeliling, beristirahat saja dengan duduk-duduk di gubug yang ada di dekat jembatan. Bila merasa sudah cukup malam dan ingin menginap, anda tidak perlu khawatir karena di sekitar Danau Tahai ini ada banyak penginapan dan hotel yang bisa disewa dengan harga yang cukup terjangkau, seperti:

Referensi :

  • http://www.iftfishing.com/fishing-guide/spot/danau-tahai
  • http://jalanjalanterus.wordpress.com/2007/11/02/danau-tahai-orang-utan-palangkaraya-kalteng/
  • http://travel.detik.com/read/2012/03/08/104958/1861128/1025/wow-air-danau-tahai-berwarna-merah
Share Button
Jun 26

Pantai Pasir Putih, Situbondo

Share Button

Salah satu keindahan yang menggambarkan Kota Situbondo adalah Pantai Pasir Putih Situbondo. Dalam penjelajahan bumi Jawa Timur terlintas kota yang kono pada zaman dahulu merupakan danau yang besar. Kota yang satu ini juga menjadi saksi bisu dalam hancurnya Kerajaan Majapahit. Kota situbondo yang berada di daerah pesisir utara pulau Jawa ini juga memiliki daya tarik alam yang indah. Pantai Pasir Putih Situbondo, sesuai dengan namanya maka pantai ini sangatlah dikenal sebagai salah satu andalan wisata Kabupaten tersebut. Pasirnya yang putih dan keunikan topografinya yang melengkung menghadap ke laut dengan latar belakang hutan membentuk gugusan panorama yang sangat indah dan dengan banyak layar warna-warni kapal-kapal nelayan yang terkembang menambah elok pemandangan ini. Bila mengarahkan pandangan ke utara maka akan terlihat bentangan luas laut Utara Jawa dengan garis putih di pinggir pantai. Dari pantai ini anda dapat menyaksikan keindahan panorama dan juga menikmati eloknya matahari terbenam. Pada bulan oktober biasanya para nelayan mengadakan upacara Petik Laut, yaitu melarung makanan, jajanan, dan kepala lembu ke tengah laut sebagai upaya memohon berkah hasil laut dari Sang Pencipta. Pada upacara ini tidak jarang diadakan Gandrung yaitu pementasan musik tradisional. Berbagai macam olahraga laut, seperti berenang, menyelam, maupun berselancar dapat dilakukan di pantai ini. Pengunjung dapat menaiki perahu untuk berlayar dan menikmati pemandangan bawah laut. Beragam hiburan seperti konser music dan bermacam lomba sering diadakan untuk memuaskan para wisatawan. Sekitar lokasi pantai ini terdapat banyak penyewaan ban pelampung untuk bermain-main di laut. Wisatawan juga dapat menyewa perahu yang dilengkapi kaca pada bagian bawahnya untuk menyaksikan pemandangan bawah laut. Pengelola wisata juga menyediakan fasilitas kamar mandi, area khusus untuk perkemahan, kios-kios makanan, atau penjual souvenir seperti replica perahu serta hiasan dari kerang atau hewan laut-laut lainnya. Jalur menuju Pantai Pasir Putih terbilang mudah karena lokasinya di pinggir jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, seperti mini bus atau transportasi umum lainnya yang bisa melewati lokasi tersebut.Bila ingin menginap, anda tidak perlu khawatir karena lokasi ini banyak terdapat beberapa penginapan ataupun hotel-hotel seperti :

Referensi :

  • http://enkrenkdmt.blogspot.com/2011/07/pantai-pasir-putih-situbondo.html
  • http://sutarto.staf.narotama.ac.id/2012/02/02/8/
Share Button
Jun 14

Peninggalan Kerajaan Majapahit, Trowulan

Share Button

Trowulan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di Kecamatan ini terdapat puluhan situs seluas hampir 100kilometer persegi berupa bangunan temuan arca, gerabah dan candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit. Penggalian di sekitar trowulan menunjukkan sebagian dari pemukiman kuno yang masih terkubur lumpur sungai dan endapan vulkanik, seperti

  • Candi Tikus, kolam pemandian ritual yang paling menarik di Trowulan. Bangunan ini berbentuk teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara yang ditata dalam susun konsentris.
  • Gapura Bajangratu, tidak jauh dari Candi tikus Gapura Bajang Ratu ini adalah sebuah gapura paduraksa anggun dari bahan bata merah yang pikerkirakan dibangun pada pertengahan abad ke 14M. Bentuk bangunan ini ramping menjulang setinggi 16,5 meter yang bagian atapnya menampilkan ukiran hiasan yang rumit.
  • Gapura Wringin Lawang, terletak di jalan utama Jatipasar. Wringin Lawang yang berarti Pintu Beringin. Gaya arsitektur seperti ini mungkin muncul pada era Majapahit dan kini banyak ditemukan dalam arsitektur Bali. Dugaan mengenai fungsi asli bangunan ini mengundang banyak spekulasi, salah satu yang paling popolar adalah gerbang ini diduga menjadi pintu masuk ke kediaman Mahapatih Gajah Mada.
  • Candi Brahu, terletak di Desa Bejijong. Candi ini merupakan satu-satunya bangunan suci tersisa yang masih cukup utuh dari kelompok bangunan-bangunan suci yang pernah berdiri di kawasan ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat di candi inilah tempat diselenggarakan upacara kremasi(pembakaran jenazah)empat raja pertama Majapahit.

 

  • Kolam Segaran, adalah kolam besar berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800×500 meter persegi. Nama segaran berasal dari bahasa Jawa yang berarti laut. Fungsi asli kolam ini belum diketahui, akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa kolam ini memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai penampungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk yang padat.
  • Patung Budha Raksasa,terletak di Maha Vihara Majapahit, desa bejijong. Vihara ini memang difungsikan sebagai tempat ibadah umat Budha, tapi meskipun demikian tidak ada larangan untuk pengunjung yang beragama lain. Banyak yang lainnya juga peninggalan sejarah dari Kerajaan Majapahit, hingga ratusan bahkan yang belum diketahui atau ditemukan. Tidak ada salahnya jika anda ingin berlibur di Kecamatan ini, karena tempat wisatanya pun sangat menarik. Lokasinya pun strategis, bisa ditempuh menggunakan transportasi apapun, baik umum maupun pribadi. Banyak pula restaurant dan penginapan yang bisa anda temui di sekitar wisata ini. Hotel pun juga bisa anda singgahi, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Trowulan,_Mojokerto
  • http://mautaulagi.blogspot.com/2011/02/patung-buddha-tidur-di-trowulan.html
Share Button
Jun 13

The Jungle Water Adventure, Bogor

Share Button

The Jungle Water Adventure adalah tempat wisata air yang menawarkan aneka permainan seru yang dapat dinikmati bersama oleh anggota keluarga. The Jungle ini terletak di perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) di kota Bogor. Dinamakan The Jungle karena nuansa yang ingin diciptakan adalah seperti kembali kea lam, bahkan seakan-akan berada di tengah hutan. Disini anda dapat bersantai, bermain sekaligus sebagai sarana edukasi. Tiket masuk sebesar Rp.30.000 untuk hari biasa, dan Rp.50.000 untuk weekend dan libur. Banyak mcam-macam wahana yang ada di dalam The Jungle ini, seperti :

  • Fountain futsal, disini anda dapat bermain futsal di lapangan yang akan menyemburkan air di lubang-lubang bawahnya
  • Kiddy pool, Terdapat dua buah kolam anak-anak yang didalamnya terdapat aneka permainan, seperti mini slider, water bucket, water canon dan jungkat-jungkit.
  • Lazy River, kolam arus yang akan membawa anda berkeliling area seakan mengarungi sungai di hutan Arizona yang berliku-liku. untuk menikmati wahana ini kita perlu menyewa ban yang sudah disediakan.
  • Giant Aquarium, aquarium raksasa berisi aneka ikan air tawar dari berbagai penjuru dunia.
  • Bird Park, taman ini menampilkan aneka burung seperti kakaktua, garuda, rajawali, merak dan jenis lainnya.
  • Leisure Pool, kolam untuk orang dewasa yang berukuran tidak terlalu besar, tapi disana terdapat water message, disini juga terdapat net untuk volley air.
  • Race Slide, empat jalur luncuran yang dapat digunakan untuk balapan meluncur ke bawah.
  • Spiral Slide & Tube Slide, ini adalah permainan andalan dari The Jungle, yaitu luncuran dari ketinggian 12m, yang akan mengajak kita berputar-putar sebelum jatuh ke kolam. Bedanya spiral slide memiliki atap terbuka sehingga dapat melihat pemandangan di luar, sedangkan tube slide tertutup sama sekali.
  • 4D Cinema, film animasi yang diputar di Sinema 4D ini akan membuat anda seolah-olah masuk ke dalam film tersebut, dengan kursi yang ikut bergerak, semburan air, dll.
  • Dry Park, arena bermainanak-anak seperti mandi bola, ayunan, dan permainan lain untuk syaraf motorik balita.
  • Rumah Hantu, terletak di tempat parker, rumah hantu ini menawarkan lorong-lorong dan suasana horror dengan beberapa boneka mekanik yang siap menakuti pengunjung.
  • Area Fountain Futsal, di area ini terdapat panggung terbuka yang cukup besar, dapat digunakan untuk berbagai acara hiburan seperti kelompok band yang bermain music. Untuk yang ingin bermain futsal, disini disediakan arena futsal. Arena Futsalnya dilengkapi dengan beberapa titik air mancur di permukaan lapangan sehingga ketika bermain diselingi dengan semprotan air dari bawah yang cukup keras. Gawangnya pun sangat unik bukan terbuat dari besi melainkan semburan-semburan air yang tegak lurus ke atas.

Tempat wisata ini memang sangat cocok buat liburan keluarga, anda pun tidak perlu khawatir jika ingin berlibur beberapa hari disini bersama keluarga atau teman-teman anda. Karena disini lokasinya strategis, dekat dengan berbagai tempat makan dan hotel, seperti :

Referensi :

http://thejungle-bogor.blogspot.com/
http://www.jalanjajanhemat.com/2009/04/the-jungle-bogor/
http://www.puncakview.com/the-jungle.htm

Share Button
Jun 10

Batik Piala Eropa : Geliat Batik di tengah Demam Bola

Share Button

Rupanya pengerajin batik di Jawa Tengah juga terpengaruh dengan demam Piala Eropa yang saat ini telah menjadi topik perbincangan utama. Berbagai hotel seNusantara juga tengah berlomba-lomba menyajikan paket nonton bola pada layar lebar dan dengan semangat kebersamaan.

Batik Piala Eropa di pasar Beringharjo, Jogja

Batik Piala Eropa di pasar Beringharjo, Jogja

Para pedagang batik di Solo pun juga tidak kalah getol. Saat ini batik bermotif logo timnas sudah menjadi incaran para fans sepak bola. Dan order pun sudah berjubel untuk baju batik dengan motif lambang tim peserta kejuaraan Piala Eropa yang jumlahnya sekitar 14 tim peserta.

Pada baju batik yang sangat khas ini, logo tim terletak di beberapa bagian, seperti di bagian lengan, dada, dan punggung. Warna dan motif pun disesuaikan dengan warna dasar dari tim tersebut. Menurut beberapa pedagang, tema dengan logo tim Jerman merupakan salah satu incaran utama.

Batik Piala Eropa di pasar Klewer, Solo

Batik Piala Eropa di pasar Klewer, Solo

Harga dari batik piala eropa ini pun cukup bervariatif, mulai dari 45.000 sampai dengan 128.000 per potong tergantung kualitas. Order dari batik ini pun tidak hanya dari Solo saja, namun sudah mencakup kota-kota besar di luar pulau Jawa, seperti Medan dan Pontianak.

Beberapa lokasi dimana batik khas ini dapat ditemukan adalah pasar Klewer, Solo dan pasar Beringharjo, Yogyakarta. Tapi dengan demam sepak bola yang semakin hangat, cepetan order, siapa cepat dia dapat…!

 

Untuk yang ingin berpergian ke daerah Jogja, berikut daftar hotel murah di Jogja yang highly recommended

Referensi

  • http://regional.kompas.com/read/2012/06/10/13381345/Batik.Piala.Eropa.Laris.Manis
  • http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2012/06/batik-piala-eropa-seorang-pedagang-manfaatkan-momentun-piala-eropa-dengan-menjual-batik-bermotif-turnamen-sepakbola/
Share Button
Jun 06

Candi Muara Takus, Riau

Share Button

Candi Muara Takus adalah sebuah situs candi Budha yang terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau. Candi ini berjarak kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru. . Candi Muara Takus adalah situs candi tertua di Sumatera yang merupakan satu-satunya situs peninggalan sejarah yang berbentuk candi di Riau. Para pakar belum dapat menentukan secara pasti kapan situs candi ini didirikan, namun candi ini telah ada pada zaman keemasan Sriwijaya, sehingga beberapa sejarahwan menganggap kawasan ini merupakan salah satu pusat pemerintahan dari Kerajaan Sriwijaya. Candi ini dibuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Berbeda dengan candi yang ada di Jawa, bahan pembuat Candi Muara Takus khususnya tanah liat, diambil dari sebuah desa yang bernama Pongkai. Bangunan utama di kompleks ini adalah stupa yang besar berbentuk menara yang sebagian besar terbuat dari batu bata dan sebagian kecil batu pasir kuning. Di dalam situs candi ini terdapat bangunan candi yang disebut dengan Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai serta Palangka. Selain bangunan tersebut di dalam kompleks ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Sementara di luar situs ini terdapat pula bangunan-bangunan bekas yang terbuat dari batu bata dan belum bisa dipastikan jenis bangunannya. Ciri lain yang menunjukkan bangunan suci ini adalah bentuk stupa. Stupa sendiri berasal dari seni India awal, hampir merupakan anak bukit buatan yang berbentuk setengan lingkaran tertutup dengan bata atau timbunan dan diberi puncak meru. Stupa adalah cirri khas bangunan suci agama Budha dan berubah-ubah bentuk dan fisiknya dalam sejarahnya. Candi Muara Takus ini memiliki stupa yang berdiri sendiri atau berkelompok tapi masing-masing sebagai bangunan pelengkap. Stupa yang memiliki ornament sebuah roda dan kepala singa.  Arsitekturnya sangatlah unik karena tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Patung singa sendiri secara filosofis merupakan unsure hiasan candi yang melambangkan aspek baik yang dapat mengalahkan aspek jahat atau aspek terang dan dapat mengalahkan aspek jahat. Dalam ajaran agama Budha motif hiasan singa dapat dihubungkan maknanya dengan sang Budha, hal ini terlihat dari julukan yang diberikan kepada sang Budha sebagai singa dari keluarga Sakya. Serta ajaran yang disampaikan oleh sang Budha juga diibaratkan sebagai suara yang terdengar keras di seluruh penjuru mata angin.
Jika anda ingin berlibur di situs candi ini anda tidak perlu khawatir, karena sekitar situs ini banyak terdapat restaurant, kios penjual makanan ringan, kios penjual souvenir juga ataupun beberapa penginapan atau hotel, contohnya seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Muara_Takus
  • http://blog.travelpod.com/travel-photo/venoth/54/1271641707/candi-muara-takus-riau-sumatra.jpg/tpod.html
  • http://www.pekanbaruriau.com/2008/07/candi-muara-takus-wisata-riau.html
Share Button
Jun 01

Puja Mandala – Kedamaian dalam Keragaman

Share Button

Pesona Bali sebagai pulau dengan seribu pura sangat menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keunikan pulau dewata ini memiliki ciri khas tersendiri yang tak surut dimakan waktu. Selain keindahan panorama alam nya, penduduk pulau Bali juga sangat terkenal dengan keramahtamahan nya. Sehingga dengan penduduk yang cukup heterogen, tetap terjalin rasa persaudaraan dan perasaan saling menghargai yang cukup kental. Perpaduan keindahan alam dan persahabatan yang kental menyebabkan pulau Bali menjadi icon pariwisata Indonesia yang sudah dikenal dunia.

Semangat kebersamaan yang kental dalam masyarakat Bali melahirkan kompleks

Gereja Katolik Bunda Maria Bunda Segala Bangsa

peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua. Berawal dari keinginan umat Islam di Bali untuk mendirikan masjid di daerah Nusa Dua, inisiatif ini disambut dengan ide dari Menteri Pariwisata yang pada saat itu dijabat oleh Joop Ave untuk membangun tempat ibadah kelima agama dalam satu kompleks sebagi simbol kerukunan umat beragama di Bali.

Masjid Ibnu Batutah

Lokasi Puja Mandala mulai dibangun pada tahun 1994 di atas tanah hibah seluas 2 hektar dari PT. Bali Tourism Development Corporation (BTDC). PT. BTDC adalah pihak pengelola daerah Nusa Dua dimana telah berhasil membangun daerah Nusa Dua sebagai salah satu tempat tujuan utama wisata di Bali. Pada tahun 1997, daerah Puja Mandala secara resmi disahkan oleh Menteri Agama Tarmidzi Taher.

Dengan penyelesaian bangunan secara bertahap, berikut daftar nama tempat ibadah di Puja Mandala:

  • Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa (1997)
  • Gereja Kristen Prostestan Bukit Doa (1997)
  • Masjid Ibnu Batutah (1997)
  • Vihara Budhina Guna (2003)
  • Pura Jagat Natha (2005)

Biarpun tujuan awal dari Puja Mandala adalah sebagai fasilitas ibadah wisatawan yang menginap di daerah Nusa Dua, seiring dengan jalannya waktu, lokasi Puja Mandala sudah menjadi salah satu tempat kunjungan utama bagi wisatawan di Nusa Dua.

Lokasi Puja Mandala berjarak sekitar 12 km dari Bandara Ngurah Rai ke arah Nusa Dua. Juga berdekatan dengan lokasi patung Garuda Wisnu Kencana yang sangat fenomenal dan Pura Sad Khayangan Jagad Uluwatu.

Wihara Budhina Guna, Pura Jagat Natha, dan Gereja Kristen Bukit Doa

Puja Mandala juga sering disebut sebagai miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia. Dengan relasi harmonis dan dinamis, semangat kebersamaan dalam Puja Mandala lahir dari relung jati diri masyarakat pendukung nya. Keberadaan tempat-tempat beribadah di Puja Mandala bukan hanya sebatas simbol saja, namun merupakan bentuk nyata dari toleransi hakiki dalam suasana informal, akrab dan terinternalisasi dalam keseharian hidup. Disini, perayaan Ekaristi umat Kristen seringkali diselingi suara adzan maghrib. Atau shalat Jum’at tetap digelar pada saat hari raya Nyepi, walau tanpa pengeras suara. Disini dapat disaksikan secara lansung cermin Bhinneka Tunggal Ika secara nyata.

Kalau berlibur ke daerah Nusa Dua, berikut beberapa daftar recommended hotel di daerah ini. Beberapa dari hotel-hotel berikut berlokasi cukup dengan dengan Puja Mandala.

Referensi

  • http://sosbud.kompasiana.com/2011/10/09/puja-mandala-sebuah-miniatur-kerukunan/
  • http://www.kratonpedia.com/article-detail/2011/7/13/103/Puja.Mandala.Miniatur.Kedamaian.html
  • http://www.youtube.com/watch?v=rMiD69yg5yI
Share Button