Sep 25

Kebun Raya Cibodas, Cianjur

Share Button

Kebun Raya Cibodas berada di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangrango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur. Topografi lapangannya sendiri bergelombang dan berbukit dengan ketinggian 1,275m dpl dan bersuhu udara 17-27 derajat Celcius. Kebun Raya ini didirikan pada tahun 1852 oleh Johannes Elias Teijsmann sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor yang berada di kaki Gunung Gede. Memiliki curah hujan 2,380mm per tahunnya dan suhu rata-rata 18 derajat Celcius, kebun Bontani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika.
Kebun Raya Cibodas dimaksudkan sebagai tempat koleksi di luar habitat bagi tumbuh-tumbuhan trpois dataran tinggi lainnya. Beberapa koleksinya yang termasuk jenis pohon besar dilindungi seperti tusam dan tumbuhan runjung, hutan kaliandra, tumbuhan paku pegunungan, dan hutan alam yang terdapat di air terjun. Jaraknya sekitar 750meter lokasi dari pintu masuk ke air terjun. Koleksi yang paling khas disini adalah Taman Laut Cibodas yang memiliki 216 jenis lumut dan lumut hati dari berbagai penjuru di Indonesia. Dengan luasnya yang 2500m persegi taman ini diakui sebagai satu-satunya yang memiliki koleksi dan terbanyak.
Di dalam Kebun Raya ini, udaranya sangat sejuk dan bersih langsung membuat paru-paru kita bisa bernafas dengan lega. Menghilangkan kepenatan selama hidup di kota besar yang penuh dengan polusi udara, kebisingan dan kesibukan sehari-hari. Di sini pula anda akan menjumpai beberapa taman-taman. Seperti Rhododendron Garden, taman yang berlokasi berbukit-bukit ini mempunyai beberapa pondokan yang bisa digunakan untuk istirahat. Indah sekali tanaman yang ada disini. Lalu anda juga akan menjumpai taman yang memiliki landscape bernuansa Jepang terdapat di jembatan untuk menyeberangi sungai kecil yang mengalirkan air jernih dan dingin.
Tempat menarik selanjutnya adalah taman laut, yang dimana di dalamnya terdapat hamper 178 spesies lumut yang tumbuh di dalamnya. Terdapat pula rumah kaca yang di dalamnya terdapat tumbuhan kaktus, anggrek dan tanaman-tanaman lainnya. Untuk rumah kacanya kaktus dan sukulennya sendiri bisa menampung 353jenis.
Tidak ada salahnya jika anda berkunjung ke tempat wisata ini, karena di dalamnya terdapat banyak penjual makanan, maupun hanya sekedar cemilan. Untuk penginapan, anda juga tidak perlu khawatir karena banyak disediakan oleh penduduk setempat, ataupun hotel-hotel yang bisa anda singgahi seperti

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_Raya_Cibodas
  • http://www.jalanjajanhemat.com/2008/07/kebun-raya-cibodas/
Share Button
Sep 22

Kota Lama, Semarang

Share Button

Kota Lama merupakan potongan sejarah dimana Ibu Kota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dan inipun menghadirkan keunikan tertentu, sebuah gradasi yang bisa dikatakan jarang ada ketika ada dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau sering disebut Outstadt atau Little Netherland. Mencakup setiap daerah dimana adanya gedung-gedung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, istilah Kota Lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa. Hal ini bisa dilihat dari detail dan gaya bangunannya yang identik dengan Eropa. Seperti halnya ukuran pintu dan jendela yang sangat besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atapnya yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal seperti ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang ke Indonesia.
Dari segi tata kotanya, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja dan kantor-kantor sebagai pusatnya. Bangunan-bangunan yang megah bergaya indis dengan tata kota berpola memusat ini menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis untuk dikisahkan.
Ada satu bangunan yang wajb anda kunjungi saat singgah di Kota Lama adalah Gereja Blenduk yang usianya sudah melebihi seperempat abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk ini masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi landmark Kota Semarang. Disebut dengan nama Blenduk sendiri karena memiliki atap beberntuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya.
Di seberang Gereja Blenduk sendiri juga terdapat gedung kuno yang menjadi kantor Asuransi yang biasa disebut Gedung Jiwasraya.

Ada juga yang tidak kalah menariknya adalah Gedung marabunta dengan ornament semut raksasa di atapnya, tempat ini pernah dilangsungkan sebuah pertunjukan seorang spionase wanita cantik bernama Matahari. Terdapat pabrik rokok indi yang bangunannya sangat terawatt dengan nuansa merah putih. Ada juga Stasiun lawang dengan gaya arsitektur indis yang masih dioperasikan hingga sekarang, di depannya juga terdapat Polder Air Tawang yang berfungsi sebagai pusat pengendali banjir dan penampungan air sebelum dialirkan ke laut.
Jika anda ingin beberapa hari jalan-jalan atau berkeliling di Kota Lama ini, anda tidak perlu khawatir karena lokasi tempat wisata ini dekat dengan beberapa penginapan atau hotel-hotel seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
  • http://seputarsemarang.com/kota-lama-semarang-little-netherland/

 

Share Button
Sep 16

Pulau Keong, Sumatera Barat

Share Button

Indonesia mempunyai beragam keunikan di bidang wisatanya sendiri, salah satunya Pulau Keong yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tepatnya di Taluak Sungai Bungin, Kecamatan Batang Kapas, sekitar 80 km disebelah selatan Kota Padang. Bentuk pulau ini sendiri memang seperti bentuk keong yang sedang berjalan jika dilihat dari depan ujung Bukit Pulai yang merupakan suatu keajaiban alam. Jarak dari pinggir Pasir Sungai Nipah sendiri sekitar 3 hingga 4km saja. Dapat anda capai dengan kapal dari Pantai Taluak Kasai dan bisa dari Pantai Sungai Nipah. Masyarakat sendiri justru menamai pulau tersebut dengan sebutan Pulau Batu nago. Bukan sebutan Pulau Keong atau lain sejenisnya, dan pulau ini terdiri dari batu karang. Dari kejauhan terlihat sangat mirip dengan keong yang sedang melata.
Cangkang keongnya berada di bagian barat dan kepalanya Nampak terjulur menghadap ke timur. Hampir nyaris mencium sebuah karang yang semakin dekat ke ujung Bukit pulai. Bagian kepalanya juga Nampak seperti dilengkapi dengan aksesoris yang menyerupai antena keong. Pada bagian belakang pulau ini terdapat karang yang sangat tinggi. Bada bagian lain, pulau ini juga mempunyai daratan yang cukup datar. Ditambah lagi dengan pepohonan yang menonjol layaknya mata di kepala seekor keong.
Bagi sejumlah masyarakat nelayan, pulau ini tidak terlalu memiliki arti besar selain seonggok karang besar dan bagian ujung barat ditumbuhi oleh pepohonoan kelapa dan tumbuhan pantai yang rimbun lainnya. Namun bagi mereka yang suka dengan sesuatu unik, pulau ini justru menjadi sesuatu hal yang sangat menarik.

Pemandangannya sangat cantik, lautnya yang berwarna biru serta banyaknya pohon kelapa yang melambaikan daunnya menyambut kedatangan anda beserta keluarga, teman-teman bahkan pasangan anda. Anda jugabisa membawa alat snorkeling untuk sekedar bermain air sambil menyaksikan keindahan pemandangan bawh laut Pulau keong. Selain karang, ada juga pasir putih yang dapat anda gunakan untuk duduk duduk ataupun berjemur. Kondisi pulau yang tanpa penghuni ini membuat wisatawan yang datang harus membawa tenda untuk bermalam. Jika anda tidak ada persiapan anda juga bisa menyewa penginapan yang disediakan warga sekitar. Atau jika anda kurang merasa nyaman, anda juga bisa mencari hotel-hotel yang terdekat dengan pulau keong sendiri ataupun ingin mencari hotel di sekitar Kota sendiri, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Keong
  • http://travel.detik.com/read/2012/08/10/083734/1987889/1383/2/wow-indonesia-punya-pulau-berbentuk-keong#topart
Share Button
Sep 13

Rawa Pening, Semarang

Share Button

Rawa Pening merupakan sebuah danau sekaligus tempat wisata air yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Luasnya 2.670ha menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Rawa Pening sendiri terletak di cekungan terendah daerah lereng Gunung Merbabu, Gunung Urangan, dan Gunung Telomoyo.
Menurut cerita warga sekitar, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing sendiri yang berubah menjadi seorang anak kecil penuh dengan luka dan berbau amis sehingga tidak diterima di kalangan masyarakat.
Banyak daya tarik yang dapat anda peroleh disini seperti wisata tirta dengan perahu tradisional, rawa yang digunakan sebagai objek pemancingan dan sarana olahraga air, objek fotografi yang mempesona, serta penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan.
Bagi anda yang mempunyai hobi memotret atau fotografi, keindahan Rawa Pening sangatlah unik. Terlebih saat pagi hari menikmati sunrise yang sangat memukau. Anda dapat hunting foto juga dengan menyewa kapal yang telah disediakan biasanya pada saat para nelayan sedang aktif mencari ikan di danau yang banyak enceng gondoknya ini karena Rawa Pening sangatlah luas. Selain museum kereta di Ambarawa, anda juga bisa mengunjungi Taman Wisata Rawa Pening ini.
Danau ini pernah mengalami pendangkalan yang pesat. Di tengah tengah rawanya ditumbuhi enceng gondok yang hamper menutupi seluruh permukaan atasnya. Gulmanya sendiri juga sudah menutupi Sungai Tuntang terutamanya di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies yang dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan enceng gondoknya sendiri dalam kerajinan.
Di sekitar danau ini sendiri pun disediakan banyak fasilitas, seperti orang berjualan makanan dan minuman, tempat peristirahatan meskipun hanya untuk duduk saja, mushola, kamar mandi, penginapan-penginapan yang disediakan warga sekitar, serta hotel-hotel yang berbintang seperti :

 

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Rawa_Pening
  • http://uniqpost.com/20981/menikmati-keindahan-eksotika-rawa-pening/
Share Button
Sep 06

Pantai Padang-padang, Bali

Share Button

Pantai Padang-padang merupakan salah satu pantai terbaik yang ada di Bali. Meskipun pantainya tidak seluas atau tidak sepanjang pantai di Kuta atau di Dreamland, namun pemandangannya tidak kalah indahnya. Lokasinya berada di jalan Labuhan Sait, Desa Pecatu yang jaraknya tidak jauh dari Pura Uluwatu. Untuk mencapai pantai ini sangatlah mudah, anda tinggal ikuti arah menuju Uluwatu lalu ambil jalan arah ke kanan yang ada plang jalan Labuhan Sait sampai ketemu jembatan. Sebelum ada jembatan itu anda harus parkir dahulu kendaraan anda di tempat parkir yang sudah disediakan. Dari jalan besar menuju ke pantai memang agak unik karena harus melewati puluhan anak tangga, melewati semacam cerukan yang model dan bentuknya seperti goa. Setelah melewati cerukan tersebut anda akan bertemu dengan pantai yang sangat indah, berpasir putih, airnya yang jernih,ombaknya yang tenang, cocok untuk anda yang hobi berenang atau hanya sekedar berjemur. Jika anda dari pusat Kota Denpasar, jarak menuju tempat wisata ini sekitar 35/45 menit.
Di Pantai Padang-padang ini sendiri sangat lah mudah untuk mencari makanan ringan, minuman atau pun oleh-oleh. Souvenirpun juga banyak dijual oleh warga sekitar. Harga nya relative terjangkau jika anda pintar untuk menawarnya. Pantai ini mulai dikenal oleh wisatawan baik domestic ataupun mancanegara sekitar 1996-an sejak kelompok music Michael Learns To Rock mengambil lokasi pantai ini sebagai salah satu video klip mereka. Dan di lokasi ini juga pernah dijadikan pembuatan syuting film Hollywood yang dibintangi Julia Robert yang berjudul “Eat, Pray, Love”.
Lokasi pantai ini juga sangat cocok untu berfoto foto bersama keluarga, teman-teman, pasangan anda ataupun untuk foto prawedding juga sangat indah. Di pantai ini lah ombak nya tidak terlalu besar jadi sangat nyaman jika nada kesini untuk menikmati suasana pantai yang nyaman. Jika kondisi laut sedang surut, anda dapat berjalan atau menyusuri tebing tebing yang ada di apntai, hingga di suatu titik anda akan dapat melihat pantai Dreamland dari jauh, atau pun pura yg di Uluwatu meskipun kelihatannya sangat keci.
Sesudah anda puas menikmati asrinya pantai ini, anda bisa balik. Namun anda harus menaiki annak tangga yang sebelumnya anda turuni. Rasa capai sangat terasa saat anda balik, karena harus menaiki puluhan anak tangga lagi. Jika anda ingin istirahat sejenak pos pertama disediakan tempat duduk. Di bawahnya juga terdapat sebuah toilet meskipun anda hanya sekedar cuci muka saja.
Di Bali memang terdapat banyak penginapan ataupun hotel-hotel berbintang. Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa memilih hotel-hotel yang anda inginkan secara online dengan beberapa hotelnya seperti :

 

 

Referensi :

  • http://pesonaindonesia.com/alam/pantai/bali/31-pantai/73-pantaipadangpadangbali.html
  • http://wisata.balitoursclub.com/pantai-padang-padang
Share Button
Sep 01

Karapan Sapi, Madura

Share Button

Karapan Sapi adalah suatu istilah untuk penyebutan suatu perlombaan pacuan sapi di Pulau Madura. Asala usul nama karapan sendiri juga beraneka ragam. Ada yang menyebutkan bahwa karapan sapi sudah ada sejak abad ke-14, semakin lama semakin banyak petani yang menggunakan tenaga sapi untuk menggarap sawah mereka secara bersamaa.. Maka timbul niat mereka untuk saling berlomba dan menyelesaikannya. Dan akhirnya perlombaan tersebut telah menjadi semacam olahraga lomba ada cepat yang dinamakan karapan sapi tersebut. Pada perlombaan ini, sepasang sapi menarik sebuah kereta dari kayu atau tempat joki berdiri dengan mengendalikan pasangan sapi tersebut yang dipacu dengan lomba adu cepat melawan pasangan sapi-sapi yang lainnya. Trek pacuannya biasanya sekitar 100meter dan lomba pacuannya dapat berkisar antara sepuluh detik sampai satu menit.
Macam-macam karapan sapi terdiri dari beberapa macam, yaitu :

  • Kerap Keni, Karapan jenis ini hanya diikuti oleh peserta yang berasal dari satu kecamatan saja. Jarak yang ditempuhpun hanya sepanjang 110meter.
  • Kerap Raja, Biasanya diadakan di ibukota Kabupaten pada hari minggu. Panjang lintasannya sekitar 120meter.
  • Kerap Onjangan, Hanya diadakan untuk memperingati hari-hari besar tertentu.
  • Kerap Keresidenan, Diikuti oleh juara kerap dari empat Kabupaten Madura.
  • Kerap Jar-jaran, Diadakan untuk melatih sapi-sapi pacuan sebelum diturunkannya pada perlombaan yang sesungguhnya.

Pelaksanaan Karapan sapi sendiri dibagi menjadi empat babak, yaitu

  • Babak pertama seluruh sapi diadu kecepatannya di dalam dua pasang untuk memisahkan kelompok yang kalah dan kelompok yang menang.
  • Babak kedua adalah babak pemilihan kembali.
  • Babak ketiga atau semifinal merupakan babak dimana untuk sapi yang menang pada kelompok masing-masing akan diadu kembali untuk menentukan kelompok sapi mana yang akan menjadi juaranya.

Pihak yang terlibat di karapan sapi ini diantaranya pemilik sapi pacuan, tukang tambeng(orang yang menahan tali kekang sebelum sapi dilepas), tukang tongko(orang yang mengendalikan tali pacuan), tukang gettak(orang yang menggertak sapi saat aba-aba berbunyi), tukang tonja(orang yang bertugas menarik sapi), tukang gubra(rombongan yang bertugas menyoraki dan member semangat pada sapi pacuan)
Banyak nilai yang dihasilkan dari pertandingan ini, mulai dari nilai budaya, nilai kerja keras, nilai kerja sama, nilai persaingan, dan nilai ketertiban. Jika anda ingin menyaksikan pertandingan ini, biasanya diadakan saat hari-hari besar tertentu.

Jika anda ingin melihat perlombaan ini, anda tidak perlu khawatir karena penduduk di Madura sangatlah ramah ramah tidak seperti yang digambarkan selama ini. Banyak pula orang yang jualan makanan di area perlombaan diadakan. Banyak penginapan yang disediakan oleh penduduk setempat jika acara perlombaannya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu. Anda pun juga bisa mencari hotel di daerah Surabaya hanya dengan melintasi jembatan Suramadu, seperti :

Referensi :

  • http://uun-halimah.blogspot.com/2008/08/kerapan-sapi-madura.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Karapan_sapi
Share Button