Oct 17

Danau Ranau, Sumatera Selatan

Share Button

Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua di Provinsi Sumatera.Terletak di perbatasan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.Sekitar 342km dari Kota Palembang. Danau ini terbentuk akibat gempa bumi yang sangat dahsyat dan tetusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tumbuhan termasuk semak belukarnya yang secara lokal dikenal dengan sebutan Ranau, yang tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa gunung menjadi Gunung Seminung yang berdiri menjulang di samping danau yang airnya sangat bersih. Disini terkenal dengan ikan-ikannya yang berukuran sangat besar. Anda disini juga bisa membeli ikan langsung dari nelayan dan sudah di bakar juga sambil menikmati keindahan Danau Ranau.

Danau ini memiliki luas sekitar 126km persegi. Sungai yang pada mulanya mengalir dari kaki gunung berapi telah menjadi sumber air yang mengisi cekungan tersebut sehingga semakin lama semakin besar cekungannya dan menjadi danau seperti sekarang.
Pemandangan disini begitu indah, air nya yang jernih dan udaranya yang sejuk dengan latar belakang Gunung Seminung. Yang sangat cocok dijadikan untuk tempat berlibur sekeluarga. Jenis-jenis ikan disini beraneka ragam seperti ikan mujair, ikan kepiat, ikan kepot, ikan harongan, dll.

Yang paling unik di danau ini adalah terdapatnya sebuah pulau yang bernama Pulau Marisa dan terdapatnya beberapa sumber air panas di kawasan ini.Ada juga air terjun yang dapat anda kunjungi.
Anda bisa berkeliling di sekitar danau ini dengan menggunakan perahu motor atau yang biasanya dikenal dengan sebutan Ketek. Harga setiap penyewaannya pun bervariasi mulai dari 100.000 sampai 250.000 tergantung pada tujuan yang diinginkan. Namun jika ingin membuat air terjun anda harus menggunakan angkutan darat.
Jika anda dari Bandara Sultan Makmud Badaruddin II di Palembang, anda bisa menyewa mobil ke Danau Ranau. Namun jika anda menggunakan kendaraan umum anda bisa menggunakan bus atau jenis transportasi lokal lainnya di Baturaja. Anda juga tidak perlu khawatir jika ingin bermalam di kota ini. Karena banyak terdapat hotel-hotel mulai dari yang kelas melati sampai yang berbintang, seperti :

Referensi :

  • http://www.indonesia.travel/id/destination/156/danau-ranau/gallery/page/1
  • http://balibackpacker.blogspot.com/2012/10/danau-ranau-terbesar-kedua-di-sumatera.html
Share Button
Oct 06

Bukit Tidar, Magelang

Share Button

Bukit Tidar adalah bukit yang terletak di Kawasan Magelang Selatan dan terletak di dalam Kompleks Akademi Militer. Bukit ini terkenal sebagai Paku Pulau Jawa, di sini juga terdapat makam dan petilasanleluhur masyarakat Magelang. Salah satunya terdapat petilasan dari penyebar agama islam di Jawa tengah yaitu Syekh Subakir dari Persia. Bukit Tidar memang tidak terlalu tinggi, tetapi di sana banyak pepohonan yang berfungsi sebagai paru-paru kota sehingga udara di kota Magelang sendiri menjadi lebih segar dan sejuk. Dari  sini  anda juga bisa menikmati pemandangan Kota Magelang dari atas Tugu Akademi Militer. Letak Bukit Tidar sendiri berada di Kelurahan Magersari, magelang Selatan. Berada di ketinggian 503meter dari permukaan laut. Asal mula nama Tidar sendiri mempunyai banyak versi, salah satu versi nya ada yang menyebutkan bahwa nama itu sendiri berasal dari kata “Mati dan Modar”. Mungkin karena keangkerannya pada waktu dulu, konon dahulu jika ada orang yang mendatangi bukit tersebut akan meninggal. Seiring dengan waktu Bukit Tidar mulai dihuni oleh manusia meskipun sampai saat ini masih sangat sulit ditemukan data-data tentang bukit Tidar pada jaman pra Kerajaan Mataram dahulu kala.
Saat ini di Bukit Tidar sendiri terdapat tiga makam yang dianggap sebagai tokoh awal Kota Magelang. Jika anda naik ke Bukit Tidar melewati jalan bebatuan yang saat ini sudah tersedia dengan rapi, pertama kalinya anda akan menjumpai makam She Bakir, yang merupakan tokoh pertama yang menyebarkan agama islam di Magelang. Pada singgahan kedua aka nada makam Sepanjang. Dan di dekat Bukit Tidar ada makam Eyang Syamsu.
Jarak yang ditempuh dari bawah ke puncak Bukit Tidar sekitar 30 menit dengan kondisi santai. Jika anda lewat jalan sebelah timur Lembah Tidar, anda akan menjumpai juru kuncinya. Sejak dahulu memang Bukit Tidar dijadikan sebagai petilasan yang didatangi masyarakat lokal atau pun masyarakat dari luar daerah. Anda pun jika berasal dari luar daerah tidak perlu khwatir jika ingin mencari penginapan, banyak disediakan penduduk setempat atau pun anda bisa menginap di hotel-hotel seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Magelang
  • http://magelangkotatua.wordpress.com/2010/02/06/bukit-tidar/
Share Button
Oct 04

Danau Kerinci, Jambi

Share Button

Danau Kerinci berada di Kecamatan Danau kerinci dan Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci. Lebih tepatnya terletak di kaki Gunung Raja dan merupakan danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Luas danau ini sekitar 5000m persegi dengan ketinggian 783m di atas permukaan laut. Kawasan danaunya yang berada di tengah lembah Kerinci yang jaraknya sekitar 16 km dari Kota Sungai Penuh ini bisa dijadikan tempat rekreasi yang menarik, seperti berenang, mamncing dan juga aktivitas perkemahan. Berbagai aktivitas lainnya juga dapat dinikmati sambil menyantap makanan khas yang tersedia di tempat makan sekitarnya.
Di sepanjang pantai danaunya dapat terlihat pemandangan yang indah sampai ke tengah danau  dimana perahu-perahu nelayan yang sedang menangkap ikan. Danau ini dijadikan masyarakat sekitar sebagai tumpuan untuk mencari nafkah. Penangkapan ikannya sehari-hari  juga dilakukan dengan cara tradisional diantaranya dengan menggunakan tabung oksigen pada malam hari.
Terdapat beberapa kawasan lokasi yang menarik di sekitar Danau Kerinci ini yaitu Daerah Pesanggarahab dimana anda juga bisa melihat Danau kerinci dari atas. Tanjung Hatta adalah tempat Bung Hatta dahulunya menikmati pemandangan Danau Kerinci dan menanam pohon disana.

Pemandangan di sekitar dananunya pun begitu menawan. Mata tidak akan pernah bosan melihat hamparan air yang jernih dengan dilatarbelakangi barisan pegunungan yang indah. Di tengah-tengah danau terlihat perahu-perahu nelayan yang sedang mengarungi permukaan airnya yang tenang. Di sekitar danaunya pun terdapat sejumlah batu berukir yang kononnya merupakan peninggalan manusia megalit yang hidup ribuan tahun silam. Dengan adanya keberadaan batu ukir ini telah menunjukkan bahwa daerah ini pernah dihuni oleh manusia purba. Di setiap tahunnya selalu diadakan berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Jambi gunanya untuk memberikan suguhan terhadap para wisatawan yang datang berkunjung.
Di sekiar danau pun anda juga akan menemukan beberapa kios-kios sebagai pusat jajanan kuliner berbagai makanan dan minuman olahan industry rumah tangga hingga masakan ikan air tawar. Ada juga kios yang menjual oleh-oleh songket khas Jambi. Harganyapun juga dapat ditawar tergantung dengan keindahan dan proses pembuatannya.

Untuk menuju lokasi ini anda dapat menggunakan jalur darat bisa dengan menggunakan angkutan umum ataupun mobil pribadi. Jaraknya pun sekitar 211km dari Kota Padang. Perjalanan menuju Danau Kerinci sendiri juga bisa melalui tiga jalur alternative yaitu Jambi menuju Sungai Penuh, Padang menuju Tapan, dan yang terakhir Padang menuju Muaralabuh.
Jika anda ingi meninap beberapa hari disini, anda tidak perlu khawatir karena anda dapat menginap di hotel semacam kelas melati, atau pun hotel-hotel berbintang seperti :

Referensi :

  • http://www.indonesia.travel/id/destination/504/danau-kerinci/tostay
  • http://wisatasumatera.wordpress.com/wisata-jambi/danau-kerinci/

 

Share Button
Oct 03

Tenganan, Bali

Share Button

Tenganan merupakan sebuah desa tradisional di Pulau Bali. Desa ini terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem yang berada di sebelah timur Pulau Bali. Tenganan bisa citempuh dari tempat pariwisata Candi Dasa dan letaknya kira-kira 10km dari sana. Desa Tenganan termasuk salah satu desa dari tiga desa yaitu Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Yang dimaksud dengan Bali Aga sendiri adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang pola tingkah laku masyarakatnya mengacu paca aturan tradisional adat desa yang diwariskan oleh nenek moyang mereka terdahulu. Bentuk dan besar bangunannya mulai dari pekarangan, pengaturan letak bangunan sengaja dibuat mengikuti aturan adat yang masih turun temurun dipertahankan.
Menurut cerita masyarakat, kata Tenganan berasal dari kata “tengah” yang memiliki arti bergerak ke daerah yang lebih dalam. Sejarah lain juga mengatakan bahwa masyarakat Tenganan berasal dari Desa Peneges, yang dulu disebut sebagai Bedahulu.

Pada umumnya, penduduk Desa Tenganan bermata pencaharian sebagai pertain padi, namun ada beberapa pula yang bekerja dengan membuat aneka kerajinan. Beberapa aneka kerajinan khas dari Tenganan adalah anyaman bamboo, lukisan dan ukiran di atas daun lontar yang telah dibakar. Di desa ini anda dapat menyaksikan bangunan-bangunan desa dan pengrajin-pengrajin muda yang menggambar lontar-lontar. Sejak dahulu masyarakat Desa tenganan juga sangat dikenal dengan keahliannya dalam menenun kain gringsing. Cara pengerjaannya biasanya disebut dengan teknik dobel ikat. Teknik tersebut merupakan satu-satunya yang sangat terkenal di Indonesia hingga sampai ke mancanegara. Penduduk sekitar masih menggunakan sistem barter dalah kehidupannya sehari-hari.
Desa Tenganan masih tetap tradisional dan eksotik walaupun masyarakatnya manerima masukan dari luar. Untuk memasuki desa ini memang cukup unik, sebelum masuk ke area Desa Tenganan sendiri anda akan melalui sebuah loket dan disitu anda tidak diharuskan untuk membayar. Memang tidak ada tiket yang dijual, tapi anda akan ditawari untuk memberikan sumbangan sukarela seikhlasnya kepada petugas di bangunan kayu. Sebelum masuk anda juga harus melewati gerbang yang cukup sempit karena hanya bisa dilewati oleh satu orang. Disanapun banyak terdapat sawah, tanaman dan kerbau yang bebas berkeliaran di pekarangan mereka.

Berada di desa ini anda akan merasakan suasana yang aman dan nyaman. Para penduduknya juga sangat ramah. Anda dapat berkeliling di area desa tersebut dan menyaksikan aktivitas mereka sehari-hari. Saat yang paling tepat disana adalah pada sore hari, karena pada sore hari penduduknya sedang melakukan aktivitas dan tingkah laku mereka yang masih amat tradisional. Maka pantas jika mereka disebut dengan sebutan Bali Aga atau Bali asli.
Jika anda ingin berlibur di desa ini, anda tidak perlu khawatir karena di dalam desa ini banyak di sediakan penginapan di rumah penduduk sekitar. Atau anda jika ingin menginap di tempat yang lebih baik bisa di beberapa hotel seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tenganan,_Manggis,_Karangasem
  • http://www.alambudaya.com/2007/10/desa-tenganan-bali.html
Share Button