Nov 30

Kotagede, Yogyakarta

Share Button

Kotagede merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kota Yogyakarta. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul dan di sebelah baratnya Kecamatan Umbulharjo. Nama Kotagede sendiri diambil dari nama kawasan Kota Lama Kotagede. Wilayah kecamatan ini merupakan bagian dari bekas Kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya sedangkan bagian lainnya berada di wilayah Kecamatan Banguntapan, Bantul. Dalam perkembangannya Kotagede sendiri selalu ramai oleh pengunjung atau wisatawan. Berbagai peninggalan sejarah juga ada disini seperti,

  • Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Dengan anda berjalan sekitar 100 meter kea rah selatan dari Pasar Kotagede, anda akan menemukan kompleks makam para pendiri Kerajaan Islam Mataram dengan dikelilingi tembok yang tinggi dan kokoh. Beberapa abdi dalamnya berbusana adat jawa untuk menjaga kompleks ini 24 jam. Anda akan melewati tiga gapura sebelum sampai ke gapura terakhir yang menuju makam. Untuk memasuki kawasan ini anda juga harus menggunakan pakaian adat jawa. Jika di dalam sini anda akan dilarang untuk memotret atau membawa perhiasan berlebihan demi menjaga kehormatan para pendiri Kerajaan Mataram.
  • Masjid Kotagede, Jika ke Kotagede tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Masjid Kotagede yang merupakan masjid tertua di Jogja dan masih berada di kompleks makam. Ada lorong sempit yang tak ada salahnya jika anda telusuri, arsiteknya masih utuh yang menggambarkan kehidupan masyarakat sehari hari di Kotagede.
  • Rumah Tradisional, Terdapat tepat di seberang jalan dari kompleks makam anda akan melihat sebuah rumah tradisional Jawa.
  • Kedhaton, Dengan berjalan ke selatan sedikit lagi, anda akan melihat tiga pohon beringin yang berada tepat di tengah jalan. Di tengahnya terdapat bangunan kecil yang menyimpan watu gilang, sebuah batu hitam berbentuk bujur sangkar yang permukaannya terdapat tulisan bahasa Inggris. Di dalam bangunan itu juga terdapat watu cantheng yang merupakan tiga bola terbuat dari batu berwarna kuning. Masyarakat setempat mengira bahwa bola batu adalah mainan Putra Panembahan Senapati. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa benda sebenarnya merupakan peluru meriam kuno.
  • Reruntuhan Benteng, Yang asli nya masih bisa anda lihat di pojok barat daya dan tenggara dan temboknya setebal empat kaki terbuat dari balok.

Sebagai kota tua bekas Ibu Kota Kerajaan, kota Kotagede merupakan kota warisan yang sangat berpotensi bagi kemakmuran masyarakat. Berjalan jalan menyusuri Kotagede akan member pengalaman dan menambah wawasan sejarah terkait Kerajaan Mataram islam yang pernah Berjaya di Pulau Jawa. Jika anda berasal dari luar kota, anda tidak perlu khawatir karena banyak terdapat hotel di sekitarnya seperti,

 

 

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kotagede,_Yogyakarta
  • http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/historic-and-heritage-sight/kotagede/
Share Button
Nov 28

Candi Sewu, Klaten

Share Button

Candi Sewu merupakan Candi Budha yang dibangun pada abad ke 8 yang jaraknya hanya sekitar 800meter di sebelah utara Candi Prambanan. Candi Sewu adalah kompleks Candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Candi ini usianya lebih tua dari Candi Prambanan. Meskipun di dalamnya hanya terdapat 249 candi namun oleh masyarakat sekitar dinamakan sewu yang artinya seribu di dalam Bahasa Jawa. Penamaan ini berdasarkan kisah legenda Loro Jonggrang. Secara administrative kompleks candi ini terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
Kompleks di Candi Sewu ini adalah kumpulan Budha terbesar di kawasan sekitar Prambanan. Pintu masuk kompleks ini dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati di setiap bangunannya, dan dapat diketahui pintu utama terletak di sebelah sisi timur. Tiap pintu masuk akan dikawal oleh sepasang arca Dwarapala. Arca raksasa penjaga ini masih ditemukan dengan kondisi yang masih cukup baik.
Ada sebuah candi yang bernama Candi Perwara yang ukurannya lebih kecil dari aslinya yang terdiri atas 240 buah dengan desain yang hampir serupa. Beberpa candi ini telah dipugar dan berdiri, dan sebagian besar lainnya masih berupa batu-batu berserakan. Dari ke empat baris candi perwara ini, bagian terluarnya memiliki rancang bentuk yang serupa dengan bagian terdalamnya yaitu pada bagian gawang pintunya, sedangkan baris kedua dan ketiganya memiliki rancang bentuk lebih tinggi dari pintu gawang yang berbeda.
Candi-candi yang lebih kecil mengelilingi candi utama yang paling besar tetapi beberapa bagiannya sudah tidak utuh lagi. Adanya Candi Sewu ini menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu bahwa di Jawa umat Hindhu dan Budha hidup berdampingan secara harmonis dan sudah adanya toleransi umat beragama. Karena keagungan dan luasnya kompleks candi ini diduga merupakan candi sekaligus pusat keagamaan yang penting di masa lalu.
Ada juga Candi Utama, candi ini mempunyai denah polygon yang menyerupai salib atau silang. Pada tiap penjuru mata angin terdapat struktur bangunan yang menjorok ke luar. Seluruh bangunannya terbuat dari batu andesit. Ruangan di empat penjuru ini saling berhubungan. Candi ini kemudian diperluas dengan menambahkan struktur tambahan di sekelilingnya. Candi ini sempat rusak parah pada bulan Mei 2006 lalu akibat gempa bumi. Kerusakan struktur bangunannya sangat nyata dan candi utama lah yang menderita kerusakan paling parah.
Jika anda ingin berwisata di Candi ini, anda tidak perlu khawatir karena banyak terdapat hotel di sekitar kawasan wisata ini seperti,

 

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Sewu
Share Button
Nov 26

Lubang Jepang, Bukit Tinggi

Share Button

Lubang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lubang Jepang ini  merupakan sebuah terowongan perlindungan yang dibangun oleh tentara pendudukan masa Jepang sekitar tahun 1942  ditujukan untuk kepentingan pertahanan.
Sebelumnya, Lubang ini dibangun sebagai tempat menyimpan perbekalan dan peralatan perang oleh tentara Jepang dengan panjang terowongan sekitar 1400meter dan berkelok-kelok serta memiliki lebar 2meter. Beberapa ruangan khusus terdapat di terowongan ini, antaranya adalah ruang pengintai, ruang penjara, ruang penyergapan dan gudang senjata. Selain lokasinya yang sangat strategis di pusat kota yang merupakan dulunya jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh. Bahkan saat terjadi gempa di Sumatera Barat tahun 2009 lalu tidak banyak terhjadi perusakan di struktur terowongan ini.

Diperkirakan puluhan sampai ribuan tenaga kerja di pakasa atau romusha di kerahkan dari Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan untuk menggali terowongan ini. Pemulihan tenaga kerjanya yang diambil dari luar daerah merupakan strategi colonial Jepang untuk menjaga kerahasiaan proyek ini. Tenaga kerja dari Bukittinggi  sendiri dikerahkan untuk mengerjakan terowongan pertahanan di bandung dan Pulau Biak.
Lubang jepang sendiri ditemukan oleh masyarakat sekitar pada tahun 1946 dengan kondisi yang lumayan mencekam. banyak tulang-tulang manusia yang berserakan di lantai sepanjang terowongan. Di tahun tersebut pemerintah kota Bukittinggi mengubur tulang belulang dan membersihkannya. Kemudian pemerintah kota menata terowongan tersebut untuk menjadi salah satu objek wisata dan menambahnya dengan sarana pendukung. Peresmiannya terjadi tanggal 11 Maret 1986. Pada tahun 2004 diadakan renovasi lagi.

Di dalam Lubang Jepang terdapat beberapa lorong yang bercabang-cabang yang dahulunya lorong tersebut digunakan untu berbagai kebutuhan seperti tempat rapat, tempat makan, kamar tidur dan ruang tahanan. Ruang-ruang tersebut sampai sekarang masih terawat dengan baik dan bisa dikunjungi oleh para wisatawan.
Untuk mencapai lokasi wisata ini perjalanan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih dua jam menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi . Banyak fasilitas yang di sukung oleh pemerintah di tempat wisata ini seperti warung makanan atau minuman, kamar madi, sampai tempat peribadahan. Berhubung lokasinya yang berada di tengah kota, maka para wisatawan luar kota ataupun luar pulau dapat menginap di hotel-hotel yang berada di kawasan kota, seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Jepang_Bukittinggi
  • http://www.wisatamelayu.com/id/tour/425-Lubang-Jepang-Lobang-Jepang/navcat
Share Button
Nov 20

Pelabuhan Ratu, Sukabumi

Share Button

Pelabuhan Ratu adalah sebuah pantai yang terletak kurang lebih 60km dari arah selatak Kota Sukabumi. Pantai ini merupakan salah satu objek wisata yang terkenal dengan panorama alamnya yang indah, udaranya yang sejuk dan hamparan pasirnya yang sangat luas. Di samping alamnya yang indah, Pantai Pelabuhan Ratu juga terkenal dengan pesta lautnya yang melarungkan kepala kerbau dan sesaji lainnya ke tengah laut.Tradisi ini diselenggarakan para nelayan setiap tanggal 5 April setahun sekali. Tradisi ini adalah rasa syukur kepada Tuhan atas hasil tangkapan ikan mereka. Acara ini biasanya diselenggarakan dengan berbagai kegiatan seperti perlombaan, bakti social, tari-tarian ataupun hiburan lainnya. Tradisi ini berlangsung selama dua hari satu malam. Dan jika mengikuti acara ini anda tidak dipungut biaya.
Daya tarik di pantai ini adalah kondisi gelombang air lautnya yang cocok untuk digunakan olahraga surfing, karena ketinggian gelombangnya yang cukup stabil. Dengan kondisi air yang seperti itu, pantai ini memepunyai beberapa lokasi yang yang sering dikunjungi wisatawan untuk melakukan surfing. Selain cocok untuk surfing, pantai ini juga menyuguhkan keindahan alamnya yang berupa batu-batu karang yang menjorok ke laut. Di atas batu karang ini anda dapat memancing atau hanya sekedar melihat cipratan air laut yang menerjang bebatuan disekitarnya. Atau melihat kapal-kapal nelayan dari kejauhan.
Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan Tempat Pelelangan Ikan yang menjual berbagai macam ikan laut seperti layur, cumi-cumi, udang, bawal dll dalam kondisi masih segar. Anda juga dapat membawa pulang ikan-ikan lautnya untuk oleh-oleh. Bagi anda yang ingin melihat langsung proses pendaratan kapal para nelayan dari melaut dapat berkunjung kesini sekitar pukul 11.00-13.00 WIB. Karena di jam tersebut biasanya para nelayan sedang mendaratkan kapal-kapalnya.
Masyarakat Pantai Selatan khusunya Pelabuhan Ratu percaya adanya penguasa laut selatan yaitu Ratu Kidul yang konon merupakan seorang ratu cantik bagai bidadari. Di Laut Selatan nama lain dari Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa yang bertahta sebuah kerjaan makhluk halus yang besar dan indah.

Di pantai ini juga terkenal sebagai tempat bertelur dan berkembangbiaknya penyu yang terancam punah dan karenanya merupakan salah satu binatang yang dilindungi di dunia. Namun demikian penyu-penyu di pantai ini masih sering ditangkap untuk dimakan dagingnya sementara tubuh dan kulitnya dijadikan cendera mata dan telurnya dikonsumsi masyarakat.
Banyak fasilitas yang terdapat di objek wisata ini seperti mushola, taman bermain anak, area parkir yang cukup luas, tempat bersantai dan berbagai warung makan. Selain itu juga terdapat kios-kios pakaian, souvenir dan oleh-oleh khas Sukabumi. Bagi anda yang membutuhkan fasilitas penginapan terdapat berbagai macam losmen dan hotel di kawasan tersebut seperti,

Referensi:

  • http://elmudunya.wordpress.com/2010/06/22/wisata-ke-pantai-pelabuhan-ratu-sukabumi-jawa-barat/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Palabuhanratu
Share Button
Nov 17

Gunung Dempo, Sumatera Selatan

Share Button

Gunung Dempo adalah gunung yang berada perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu. Berdiri 3195 meter di atas pemukaan laut. Gunung Dempo sendiri merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan. Terletak di Kabupaten Pagar Alam, seperti namanya sendiri Pagar Alam yang berarti tempat ini dikelilingi perbukitan dan pegunungan. Perjalanan menuju gunung ini tidak membosankan karena anda akan dimanjakan denagn pemandangan tebing dan lembah yang sangat indah dengan udara yang sejuk. Sebuah perkebunan the luas akan menyapa anda ketika samapi di Gunung Dempo.
Tidak ada yang menandingi suasana indahnya keberhasilan jika anda sudah mencapai puncak gunung ini dengan menikmati kawahnya yang masih mengepul dan masih aktif. Selain pemandangannya yang dapat anda nikmati adalah sisa-sisa budaya prasejarah seperti ukiran batu dalam bentuk manusia, hewan dan lainnya yang tersebar di sepanjang lereng Gunung Dempo. Di dalam Pagar Alam juga terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai barang lokal seperti the, kopi, buah-buahan atau pun lainnya yang bisa anda kunjungi.
Meski gunung ini cukup tinggi tetapi air jernih yang ada terdapat hanya setengah perjalanan ke gunung sehingga para pendaki tidak perlu khawatir jika kehabisan air minum selama perjalanan. Karena ada sebuah sungai kecil yang airnya sngat jernih mengalir di perbatasan hutan dan itu pertanda juga kalau anda sudah mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip dengan tumbuhan yang ada di hutan Montana. Jalan setapaknya yang penuh dengan akar-akar yang melintang dengan kemiringan lerengnya yang cukup curang. Keadaan hutan ini hampir homogeny dan sangat hening.
Sekitar lima jam kemudian anda akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan yang berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerahnya agak terbuka dan pandanganpun menjadi luas. Gunung Dempo sendiri memiliki dua puncak. Punak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah dan mirip perdu. Dari puncak pertama ini anda harus turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Di lembah ini terdapat sebuah sumber mata air yang mengalir. Pendakian ke puncak utama tidak terlalu sulit meskipun lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batuan namun masih cukup stabil untuk didaki. Puncak utama Gunung Dempo merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah ini cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa bantuan tali menali. Pemandangan dari puncak cukup mengasikkan. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam saja. Namun bila anda kemalaman anda bisa menginap di rumah warga sekitar atau jika ingin mencari hotel terdekat bisa seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Dempo
Share Button
Nov 15

Air Terjun Serdudo, Nganjuk

Share Button

Air Terjun Sedudo Adalah air terjun dan termasuk objek wisata yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30km kearah selatan selatan Kota Nganjuk. Berada di ketinggian 1.438meter dpl dan ketinggian air terjunnya sekitar 105meter. Tempat wisata ini mempunyai fasilitas yang cukup baik dan jalur trasportasi yang sangat mudah di akses. Masyarakat sekitar mempercayai jika air terjun ini mempunyai kekuatan supra natural. Lokasi ini sangat ramai dikunjungi terutama pada bulan Sura. Dan kononnya juga pada bulan tersebut dipercayai akan membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi.
Setiap tahun baru Jawa, di Air Terjun Sedudo ini digunakan untuk upacara ritual dengan memandikan arca dalam upacara Parna Prahista yang kemudian sisa airnya dipercikkan untuk keluarga supaya mendapatkan berkah keselamatan dan awet muda.
Dulu kawasan air terjun ini merupakan tempat bertapanya Ki Ageng Ngaliman, tokoh yang menyebarkan agama islam di Nganjuk pada saat itu. Saat dilakukannya ritual pun diisi dengan acara iring-iring an gadis berambut panjang yang berbusana adat Jawa yang berjalan perlahan menuju kolam yang berada tepat di bawah air terjun. Mereka mempercayai air yang mengalir tak henti hentinya ini bersumber dari tempat keramat yaitu dimana para dewa bersemayam.
Lokasi objek wisata ini sangat mudah untuk dijangkau dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Kondisi jalannya sangat baik hanya saja karena lokasinya di gunung jalan menuju air terjunnya cenderung menanjak, naik-turun dan berkelok-kelok. Setelah melewati gerbang utama dan membayar karcis akan ditemui jalan dua arah. Dari gerbang ini perjalanannya menanjak sekitar dua kilometer. Setelah melewati  satu pos penjagaan barulah anda akan mendengar gemuruh air terjun yang ada di depan mata. Untuk menuju pelataran nya anda harus berjalan emnuruni tangga sekitar 5menit.
Fasilitas yang dimiliki di tempat ini umumnya cukup baik dan lengkap seperti ruang ganti, toilet, kolam renang, rumah makan, toko souvenir atau cedera mata. Bagi anda yang membutuhkan penginapan dapat anda jumpai di sekitar kawasan wisata ini atau hotel yang berada di sekitar kota Kediri, seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Air_terjun_Sedudo
  • https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/air-terjun-sedudo—nganjuk
Share Button
Nov 07

Pulau Sikuai, Padang

Share Button

Pulau Sikuai adalah salah satu pulau yang letaknya di sisi barat Pulau Sumatera. Secara administrasi pemerintahannya, pulau ini masuk ke dalam wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kaung, Padang, Sumatera Barat. Pulau ini berada di sekitar setengah mil laut dari pusat kota dan bisa dicapai dengan menggunakan transportasi laut seperti kapal, dengan melalui Pelabuhan Muara dalam waktu tempuh sekitar 45 menit dari Dermaga Airud Bungus dengan waktu tempuh sekitar 35 menit. Memiliki luas 44,4 Ha yang termasuk pulau beriklim tropis sepanjang tahun dengan memiliki pantai pasir putih dan masih memiliki hutn tropis yang masih alami. Karena termasuk daerah tujuan wisata, pemerintah daerah setempat bekerja sama dengan pihak swasta yang sudah memfasilitasi pulau ini dengan banyak penunjang.
Setelah anda puas menikmati keindahan laut, anda akan sampai di dermaga kecil Pulau Sikuai. Pengunjung akan disambut dengan segarnya air kelapa muda, seolah mengucapka selamat datang kepada para tamu dan setelah itu keajaiban demi keajaiban akan dimulai. Ada beberapa aktifitas yang bisa anda lakukan disini seperti, berenang, snorkeling, diving, banana boat, jet ski atau seawalker meskipun hanya sekedar menyusuri pantai atau mengumpulkan kerang-kerang unik bagi anda yang hobi mengoleksi benda-benda laut.
Jika telah melakukan aktifitas yang anda inginkan, anda bisa berkeliling Pulau Sikuai dengan bersepeda. Anda bisa menyewanya di resort sekitar pantai ini. Bersepeda dengan menikmati pemandangan laut dan hamparan hutan yang sangat hijau serta beraneka satwa liar seperti monyet dan burung akan menjadi pngalaman yang menarik. Sore hari akan ditutp dengan cantiknya sunset di Pulau ini. Anda juga dapat menaiki bukit kecil yang berada di tengah-tengah pulau dengan melewati puluhan anak tangga. Jiwa anda akan bergetar dengan menyaksikan sunset yang indah dengan warnanya yang keemasan.
Disini juga menyediakan perahu jukung di saat keadaan sedang sepi, tetapi kalau saat ramai mereka menyediakan boat yang pastinya memerlukan biaya extra dengan waktu yang lebih cepat. Tidak heran bila Sikuai menjadi spot favorit untuk para pecinta laut. Masalah peralatan nya juga ada tempat persewaannya sendiri.
Lelah bermain dan jalan jalan di Pantai ini, kini saatnya untuk beristirahat. Untuk keperluan akomodasi, mini resort sudah menjadi pilihan yang tepat. Namun jika anda ingin menginapnya di hotel biasa, atau sampai hotel berbintang seperti:

Referensi :

  • http://www.travel.diengplateau.com/2012/04/surganya-sumatera-barat-sikuai-island.html
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Sikuai
Share Button
Nov 04

Kota Lama, Semarang

Share Button

Kota Lama merupakan potongan sejarah dimana Ibu Kota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dan inipun menghadirkan keunikan tertentu, sebuah gradasi yang bisa dikatakan jarang ada ketika ada dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau sering disebut Outstadt atau Little Netherland. Mencakup setiap daerah dimana adanya gedung-gedung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, istilah Kota Lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo. Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa. Hal ini bisa dilihat dari detail dan gaya bangunannya yang identik dengan Eropa. Seperti halnya ukuran pintu dan jendela yang sangat besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atapnya yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal seperti ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang ke Indonesia.

Dari segi tata kotanya, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja Blenduk dan kantor-kantor sebagai pusatnya. Bangunan-bangunan yang megah bergaya indis dengan tata kota berpola memusat ini menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis untuk dikisahkan.

Ada satu bangunan yang wajb anda kunjungi saat singgah di Kota Lama adalah Gereja Blenduk yang usianya sekitar lebih dari seperempat abad. Gereja yang mempunyainama asli Nederlandsch Indeische Kerk yang sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat peribadahan. Disebut dengan nama Blenduk sendiri karena memiliki atap yang berbentuk kubah berwarna merah bata terbuat dari perunggu serta dua menara kembar yang ada di depannya.Masyarakt pribumi sendiri kesulitan untuk mengucapkannya dan akhirnya menyebutnya dengan Blenduk. Perubahan nama juga terjadi pada Jembatan Berok yang dahulunya merupakan pintu gerbang menuju Kota Lama. Yang mempunyai nama asli burg dan dilafalkan menjadi berok dan terus dipakai sampai sekarang ini.

Untuk daerah lainnya bisa di Mercusuar, Stasiun Semarang Tawang, Susteran Ordo Fransiskan, Jembatan Mberok, Bank Export Import Indonesia, PT Djakarta Lloyd, PT Pelni, PT Perkebunan XV, Kantor Gabungan Koperasi Bati, dan masih banyak lainnya. Di sekitar lokasi wisata ibni banyak dijumpai pedagang atau warung-warung makan yang biasanya ramai pada saat malam harinya.Banyak pula penginapan yang disediakan oleh penduduk sekitar atau biasanya berupa losmen. Namun tidak sedikit pula adanya hote di sekitar lokasi wisata ini, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
Share Button