Jan 31

Masjid Al Akbar, Surabaya

Share Button

Masjid Al Akbar Surabaya adalah masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Ciri khas masjid ini adalah kubahnya yang besar dengan didampingi empat kubah kecil yang berwarna biru serta memiliki satu menara yang tingginya 99meter. Dibangun pada tanggal 4 Agustus 1995 atas gagasan Wali Kota Surabaya saat itu H. Soenarto Soemoprawiro dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden. Dan resmi dibuka pada tanggal 10 November 2000. Secara fisik luas bangunannya 22.300 meter persegi dengan rincian panjang 147meter dan lebar 128meter. Keunikan lainnya masjid ini adalah kubahnya yang hampir menyerupai setengah telur serta pintu masuk ke dalam ruangan masjid tinggi dan besar untuk mihrabnya adalah mihrab masjid terbesar di Indonesia. Lantai dirancang dengan ketinggian 3meter dari permukaan jalan sekitar lokasi. Rangka kubahnya dibuat dengan sistem frame yang menggunakan bahas besi dan baja dengan struktur segitiga yang disambung-sambung. Bobot kubah hampir mencapai 200 ton. Penutup struktur rangka atap dan kubahnya terdiri dari tiga lapisan yaitu Atap Kedap Air, sebagai atap terluar dan penutup plafond dan plat baja yang di warnai kemudian dipanaskan. Kemudian penutup rangka bawah berfungsi sebagai plafon yang ditutup dengan bahan kedap suara sehingga akustik pada bangunan ini desainnya sangat memadai.
Masjid ini memiliki 45 pintu dengan daun pintu yang ganda. Pintu terbuat dari kayu jati asli. Untuk memenuhi kenyamanan estetika keserasian keseluruhan bangunan masjid, maka marmer dari Lampung langsung dipilih sebagai pelapis dinding dan lantai masjid sehingga lantai terasa sangat sejuk. Kaligrafi nya juga berkualitas karena sangat bernuansa islami sedangkan perancangnya seorang ahli kaligrafi nasional yaitu Bapak Faiz dari Bangil. Mimbar dibuat dengan ketinggian 3meter untuk mendukung kemantaban khitbah agar tercipta suasana yang khas. Menara masjid sendiri berjumlah enam buah namun karena pertimbangan-pertimbangan yang bersifat teknis maupun biaya maka menara hanya dibuat satu. Menara dengan ketinggian 99meter ini puncaknya dilengkapi dengan view tower yang di dalamnya terdapat lift.
Aula dibangun dengan konsep kesatuan estetika lingkungan dan plaza sebagai lapangan ibadah. Elemen arsitekturnya pun di design sedemikian rupa untuk mencapai keindahan, kemewahan dan keagungan. Seperti hiasan kaca patri yang digunakan masjid ini dibuat dengan sistem triple glazed unit yaitu pelapisan kaca patri dengan kaca tempered yang menggunakan bahan dan mesin-mesin buatan Amerika yang bisa digunakan untuk meredam kebisingan. Letaknya yang sangan sering dikunjungi masyarakat menjadikan masjid ini banyak penjual atau rumah makan yang berada di sekitar masjid, sampai penginapan dari yang disewakan penduduk hingga hotel berbintang seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Al-Akbar
Share Button
Jan 31

Ciputra Waterpark, Surabaya

Share Button

Ciputra Waterpark adalah sebuah wahana hiburan dengan atraksi air terbesar di Indonesia yang terletak di kawasan Ciputra tepat di sebelah Universitas Ciputra. Dengan konsep kolam renangnya untuk keluarga yang tidak hanya sekedar berenang tetapi juga bisa berekreasi dengan berbagai fasilitas bermain khusunya anak-anak sampai remaja. Karena lokasinya yang berada di kawasan Ciputra, maka sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan berbagai bentuk perumahan kelas atas dan akan menjumpai patung Lion atau seperti yang di Singapura. Harga tiketnya bervariatif, jika anda ingin mendapatkan harga yang lebih murah dari harga normal anda bisa membelinya di agen-agen travel yang berada di sepanjang jalan menuju Citraland, jalan Bukit Darmo dan pinggir jalan Hr Muhammad dekat bundaran Tol Mayjend. Terinspirasi pada kisah petualangan Sinhab, disini anda bisa menikmati berbagai fasilitas seperti kolam renang dengan ombak-ombak artificial, kolam arus, ada luncuran, kolam ombak, serta ada luncuran super tinggi dan wahan terbaru Roc Tower dan Thunder Ride. Lainnya seperti Marina Lagoon, Chimera Pool, Sinbad’s Playground, Syracuse Beach, Racer Slide, Sirens River, dll.
Fasilitas lainnya juga cukup baik, apalagi tempat makanannya sangat nyaman. Foodcourt dan sewa gazebo menggunakan smart card yang akan dibayar dengan uang deposit pada waktu loket masuk dan jika deposit masih sisa, dapat diuangkan kembali. Locker tempat penyimpanan barang berharga, mushola, tempat pengobatan, transportasi bis yang digunakan untuk penjemputan group atau rombongan, flying fox, permainan trampoline dan hall. Ciputra Waterpark buka setiap hari selasa sampai jumat pukul 14.00-19.00 sedangkan untuk akhir pekan atau hari libur buka lebih awal dari jam 08.00-20.00. Terdapat beberapa paket pula yang dapat anda pilih disini ditambah lagi keamanannya sudah jelas terbukti sehingga anda tidak perlu khawatir. Dengan harga tiket nya yang termurah mulai dari Rp. 70.000 anda sudah bisa menikmati wahana yang sangat menarik. Dan lebih enaknya lagi, umur lebih dari 60 tahun tidak dikenakab biaya alias gratis. Jika anda ingin menikmati suasana lebih santai, anda bisa mengelilingi water park kolam ini yang berbentuk sungai sepanjang 480meter.
Lokasinya yang sangat strategis menjadikan wisata ini selalu ramai dikunjungi, selain itu di Surabaya sendiri wahana seperti ini hanya ada di Ciputra Waterpark. Transportasi juga bisa ditempuh baik kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Banyaknya fasilitas di dalam juga di dukung fasilitas di luar seperti penginapan terdekat bahkan hotel berbintang seperti:

Referensi:

  • http://www.transsurabaya.com/2011/02/ciputra-waterpark-surabaya/
  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/waterpark-ciputra.html
Share Button
Jan 31

Museum Kesehatan, Surabaya

Share Button

Departemen Kesehatan Indonesia melalui Pusat Pengembangan Riset Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Surabaya, pada tahun 1990 telah memprakarsai sebuah Museum Kesehatan dalam rangka untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya bangsa. Museum ini berisikan beberapa peralatan kesehatan bersejarah sejak dahulu sampai sekarang. Secara resmi pada tanggal 14 September 2004 Menteri Kesehatan meresmikan museum ini bernama Museum Kesehatan Dr Adhyatma yang terletak di Jln Indrapura no 17 Surabaya. Di dalam perkembangannya alat-alat medis sudah sangat canggih tetapi perlu diketahui bahwa terdapat alat-alat medis secara sederhana yang turut ikut berperan. Oleh karena itu melalui museum ini diharapkan menjadi media pendidikan atau pusat pembelajaran bagi masyarakat yang peduli tentang upaya kesehatan. Tujuan utama dibangunnya museum ini adalah untuk menyimpan dan melestarikan benda-benda bernilai historis dalam hal kesehatan sampai saat ini.
Museum Kesehatan ini juga dilengkapi dengan perpustakaan khusus yang mengumpulkan dan melayani semua bahan pustaka seperti buku, kaset rekaman, kliping dan lain-lainnya. Bahan pustaka ini juga menyediakan studi pendalaman budaya dan kesehatan. Koleksinya juga mencakup semua benda-benda bersejarah dalam pelayanan kesehatan dari berbagai daerah yang diperlihatkan dalam bentuknya yang asli, replica, foto, ataupun gambar. Sementara di ruang pamerannya secara teknis dipertunjukkan dalam ruangan yang berbeda yaitu,

  • Sasana Adhytama, menyajikan berbagai koleksi Adhyatma MPH Dr yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan
  • Sasana Kencana, di ruangan ini dipamerkan berbagai benda bersejarah, lencana dari logam mulia, surat penghargaan dan lain sebagainya. Di ruangan ini juga terdapat sejarah dan profil pelopor museum.
  • Sasana Kespro, menyimpan dan menampilkan berbagai peralatan kesehatan reproduksi.
  • Sasana Genetika, menunjukkan garis keturunan dan silsilah
  • Sarana Kesehatan Budaya, di ruangan ini menampilkan beberapa alat medis yang terkait dengan kepercayaan atau supranatural yang berkembang di masa lampau.
  • Sasana Fauna, di sini terdapat beberapa binatang yang berkhasiat sebagai obat.
  • Sasana Medik dan Non Medik, terdapat berbagai peralatan kesehatan medis dan non medis yang disimpan dan ditampilan untuk digunakan oleh lembaga kesehatan di masa lalu dan menjadi layanan historis yang besar bagi kesehatan masyarakat kita.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai pukul 14.00. Fasilitas umumnya seperti ruang studi koleksi, ruang dokumentasi, ruang administrasi, dan ruang penyimpanan koleksi. Ada juga beberapa fasilitas umum yaitu ruang auditorium, ruang informasi, ruang audiovisual, tempat penjualan tiket, ruang pemeran, pos jaga, parkir, toilet, kafe, sarana ibadah, cinderamata sampai fasilitas penginapan sampai hotel berbintang seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/health_museum.html

 

Share Button
Jan 30

Tunjungan Plaza, Surabaya

Share Button

Tunjungan Plaza atau yang biasanya disingkat TP adalah pusat perbelanjaan terbesar dan terpopuler di Surabaya. Didirikan pada tahun 1986 ini terletak di Jl Basuki Rachmat yang mengarah hingga ke Jl Embong Malang. Pusat perbelanjaan ibi memiliki empat bangunan utama yang saling berhubungan yaitu Tunjungan Plaza I-IV. Tunjungan Plaza ini berada di bawah naungan PT Pakuwon Jati Tbk.

  • Plaza Tunjungan I, atau biasanya disebut Plaza East yang merupakan bangunan paling lama disini. Dibuka pada tahun 1986 dan kini telah menjadi bagian fasionable sejak direnovasi pada tahun 2008 kemarin. Ditunjang dengan banyak gerai modern seperti McDonald’s, Gracia Café, The Athletes Foot, Texas Chicken, Rimo, Matahari, toko buku Gramedia yang terletak di lantai emapt serta ACE Hardware dan masih banyak lainnya lagi. Proses renovasi juga menjadikan foodcourt menjadi Studio Fooscourt yang saat ini berdampingan dengan emapt studio.
  • Plaza Tunjungan II, atau Plaza Central merupakan kelanjutan dari pembangunan Plaza I yang terletak di antara Plaza I dan Plaza III dan dibuka pada tahun 1991. Meskipun tidak sebesar Plaza I, namun Plaza II juga ramai dikunjungi. Disegmenkan sebagai lifestyle center, Plaza ini dilengkapi dengan stores seperti Sport Depot, Telkom Café, serat gerai makanan seperti KFC, Hoka Hoka Bento, Top Moodle Express dan saat ini telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Tunjungan Plaza lainnya.
  • Plaza Tunjungan III, yang merupakan paling luas disbanding yang lainnya. Dibuka pada tahun 1996 dimana ditengah-tengahnya terdapat atrium besar yang dahulunya menjadi ice skating. Namun sekarang telah menjadi atrium besar yang biasa dijadikan tempat event berskala masional dan regional. Plaza Tunjungan III ini mempunyai jalan penghubung langsung dengan Sheraton Hotel dan menara Kondominium Regency. Selain menyediakan store dengan kelas dunia, disini juga menawarkan restaurant berkelas. Menyediakan food court modern yang dilengkapi dengan hidangan nusantara dan internasional yang terdapat di lantai lima serta Hero Supermarket di Lantai LG.
  • Plaza Tunjungan IV, merupakan bagian paling baru dari plaza terbesar di Indonesia yang dibuka pada tahun 2001. Bagian ini difokuskan untuk memanjakan anda yang sangat menggilai belanja. Terdapat Sogo Department Store yang terdapat di lantai enam. Ada juga yang disediakan untuk anda belanja bersama keluarga dan saudara-saudara. Disini pula terdapat Starbuck Coffe yang disediakan untuk anda bagi penikmat kopi.

Letak Plaza Tunjungan ini memang sangat strategis, tidak heran jika tiap hari ramai dikunjungi apalagi hari libur bahkan tanggal merah. Banyak hotel yang ditawarkan di sekitar Plaza mulai dari yang kelas melati sampai yang berbintang seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tunjungan_Plaza
Share Button
Jan 29

Gedung Negara Grahadi, Surabaya

Share Button

Gedung Negara Grahadi merupakan sebuah gedung di Surabaya yang dibangun pada tahun 1795 pada masa Residan Dirk Van Hogendorps. Pada awalnya gedung ini menghadap ke Kalimas di sebelah utara, sehingga pada sore hanrinya pengunjung dapt melihat perahu-perahu yang menelusuri sungai tersebut. Perahu-perahu ini jga dimanfaatkan untuk sarana transportasi karena mereka datang dan pergi naik perahu. Pada tahun 1802 gedung ini diubah letaknya dengan menghadap ke selatan seperti terlihat sekarang ini. Dan sekarang gedung ini difungsikan sebagai Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur. Pada awalnya Grahadi ini berlokasi di pinggiran kota dan digunakan sebagai rumah kebun untuk peristirahatan pejabat Belanda. Sekarang tempat ini bisa digunakan untuk pelantikan pejabat dan upacara peringatan Hari Nasional seperti Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Setiap tanggal 17 setiap bulannya diadakan upacara penaikan bendera merah putih yang dilakukan oleh para pelajar atau mahasiswa bahkan kelompok masyarakat di Surabaya. Dan sejak tahu 1991 Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah membuka gedung ini untuk tempat wisata bersama.
Bangunan peninggalan kolonial ini kini sudah berusia lebih dari 200 tahun tetapi sampai saat ini masih tetap terlihat anggun dan terpelihara denagn baik. Berlokasi di Jl Gubernur Suryo no 7 Surabaya yang berhadapan langsung dengan Monumen Suryo. Terdiri dari dua lantai dengan gedung utama seluas 2,106 meter persegi, bangunan penunjang seluas 4,126meter persegi yang didirikan di atas tanah seluas 1,6 ha. Memiliki empat pilar penyangga balkon depan dan delapan pilar di teras selasarnya. Pagar betonnya telah digantikan dengan dinding tembok dihias relief di sepanjang permukaan yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya semasa revolusi kemerdekaan.
Pada teras depan diisi beberapa set meja dan kursi antik, dihiasi lampu-lampu gantung yang menjadi penerang pada malam hari, dan pilar-pilar dengan ornamen keemasan. Tiga pasang pintu jati tinggi yang berdaun ganda tampak diapit oleh jendela kaca bening dengan memberi kesan mewah berwibawa. Ada pula sepasang rumah-rumahan kecil yang terbuat dari kayu jati berukir indah yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan ayam bekisar atau sejenis unggas lainnya. Pada lorong teras depan dipasang marmer pada lantai serta pilar-pilar beton yang berjajar rapi. Di depan gedung terdapat deretan pohon tinggi palm serta halaman rumput hijau segar yang dipotong rapi sehingga menciptakan pemandangan yang sangat asri. Gedung Grahadi ini sendiri mempunyai kamar sekelas hotel berbintag lima yang pernah digunakan oleh Presiden Susilo dan Wpres Busiono pada kesempatan yang berbeda. Namun jika anda ingin menginap di hotel lainnya mulai dari hotel kelas melati sampai berbintang seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Grahadi
  • http://thearoengbinangproject.com/2012/03/gedung-grahadi-surabaya/
Share Button
Jan 29

Masjid Cheng Hoo, Surabaya

Share Button

Masjid Cheng Hoo Surabaya adalah sebuah masjid yang bernuansa Muslim Tionghoa. Berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng, Surabaya atau sekitar 1000 meter dari utara Gedung Balaikota. Masjid ini didirikan karena prakarsa dari para sesepuh, penasehat, pengurus PITI, pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia di Jawa Timur serta tokoh Tionghoa yang beragama muslim di Surabaya. Pembangunan masjid ini pertama kalinya dengan peletakkan batu pertama 15 Oktober 2001 yang bertepatan dengan hari Isra’ Mi’raj. Sedangkan pembangunannya sendiri baru dilaksanakan pada 10 Maret 2002 dan baru diresmikan pada 13 Oktober 2002.

Bangunan masjid ini menyerupai Kelenteng atau rumah ibadah umat Tri Dharma. Gedung ini terletak di areal kompleks geund serba guna PITI yang terletak di Jalan Gading, no 2 Surabaya. Didominasi warna hijau, kuning, dan merah. Ornamennya kental dengan nuansa Tiongkok lama. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat relief naga dan patung singa juga dari lilin dengan lafaz Alla dalah huruf Arab di puncak pagodanya. Di sisi kiri bangunan juga terdapat sebuah bedug sebagai pelengkap di masjid ini.
Nama masjid ini sendiri adalah sebuah bentuk penghormatan kepada Cheng Hoo, Laksamana asal Cina yang beragama islam. Dalam perjalanannya di Kawasan Asia, Cheng Hoo tidak hanya berdagang tetapi juga menyebarkan agama islam. Untuk mengenang perjuangan dan dakwah nya beliau, warga Tionghoa muslim ingin membangun sebuah masjid yang bergaya Tionghoa ini dan akhirnya bisa diresmikan pada tahun 2002. Masjid ini mampu menampung sekitar 200 lebih jamaah. Masjid Cheng Ho berdiri di atas tanah seluas 21×11 meter persegi dengan luas bangunan utama 11×9 meter persegi. Memiliki delapan sisi di bagian atas bangunan utama. Maksudnya angka 11 untuk ukuran Ka’bah saat baru dibangun, angka 9 melambangkan Wali Songo dan angka 8 mewakili Pat Kwa atau Keberuntungan dalam bahasa Tionghoa.
Perpaduan gaya Tionghoa dan Arab nya yang menjadi cirri khas masjid ini. Arsitektur masjidnya diilhami Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Gaya Niu Jie tampak pada bagian puncak atau atap utama dan mahkota masjid. Di dalam kompleks masjid ini terdapat sekolah TK, kantin, lapangan olahraga, kantor serta ruangan kursus bahasa Mandarin. Sehingga pengunjung yang tinggal di sekitar masjid bisa merasakan manfaat yang lebih dari masjid ini selain sebagai tempat beribadah. Selain fasilitas tersebut banyak pula fasilitas lain seperti tempat penginapan ataupun hotel-hotel seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Cheng_Ho_Surabaya
Share Button
Jan 26

Museum WR Soepratman, Surabaya

Share Button

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lahir pada 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ayahnya benranama Senen dan beliau diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik atau yang biasa dikenal dengan Sastromiharjo. Pada bulan Oktober 1928 tepatnya di Jakarta diadakan sebuah Konggres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan pada penutupan konggres sendiri, Supratman mendengarkan lagu ciptaannya tersebut dimainkan secara instrumental di depan para peserta. Pada saat itu pertama kalinya lagu Indonesia Raya dimainkan di depan publik. Semua partisipan sangat menikmatinya, dan sejak kejadian tersebut lagu Indonesia Raya tidak pernah ketinggalan dinyanyikan di setiap konggres. Lagu ini merupakan perwujudan dari keinginan bersama untuk sebuah kemerdekaan.
Demi mengenang jasa WR Soepratman, telah dibangun museum WR Soepratman yang berada di Tambaksari, Surabaya tepatnya Jalan Mangga no 21. Di museum ini bisa dilihat tulisan tangan dari Sopratman sendiri ketika beliau menciptakan lagu Indonesia Raya saat pertama kali dan juga biola sejarah yang menemaninya saat membuat lagu kebangsaan tersebut. Lokasi museum ini berdekatan dengan makam beliau yang meninggal pada 17 Agustus 1938. Sejak menciptakan lagu tersebut, beliau sering diburu pihak Belanda yang menjadikan beliau sering sakit-sakitan. Lagu terakhir Soepratman sendiri berjudul Matahari Terbit dan karena lagu itulah beliau dipenjara di Kalisosok lalu pada akhirnya meninggal dunia. Tepatnya 26 Juni 1959, Pemerintah Regulasi 44 mengumumkan bahwa Indonesia Raya adalah lagu Kebangsaan Indonesia.
Bentuk museum ini mudah dikenali dikarenakan bentuknya yang berbeda dengan rumah-rumah penduduk sekitar. Museum ini berbentuk rumah yang tembok dan atasnya terbuat dari kayu. Di halaman belakangnya terdapat patung WR Soepratman seukuran manusia yang sedang bermain bola. Sering dalam keadaan terkunci dan ada salah satu warga yang merawatnya. Di dalamnya terdapat foto-foto WR Soepratman dengan keluarganya dan teman dekat beliau, di pojokan terdapat lemari berisi replica biola. Terdapat dua kamar tidur di dalam rumah ini. Apabila anda berminat mengunjungi museum ini, lebih baik anda meminta ijin ke Disparta. Namun jika anda tidak ingin repot-repot anda bisa datang langsung ke museum ini pagi atau sore karena saat jam tersebut petugas sedang mengurus museum ini dan anda bisa dibantu untuk membukakan pintunya. Anda tidak perlu khawatir jika kelaparan atau kehausan jika berkunjung ke museum ini karena bnayk warga yang menjual makanan ringan samapi nasi yang beraneka ragam. Untuk menginpa pun anda juga tidak perlu khawatir karena banyak hotel-hotel sampai kelas melati terdapat di sekitar museum seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/wr-soepratman-museum.html
  • http://wisataman.wordpress.com/2012/02/17/seputar-tamanmundu-museum-rumah-wafat-wr-supratman/
Share Button
Jan 25

Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Share Button

Monumen Jalesveva Jayamahe adalah sebuah monumen atau patung raksasa yang dibangun untuk mengenang dan mengingatkan para generasi penerus bangsa bahwa nenek moyang kita dahulunya adalah pelaut yang mampu menjelajahi berbagai benua. Jalesveva Jayamahe sendiri artinya di laut kita tetap jaya, di representasikan oleh patung seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut berpakaian lengkap yang sedang menatap ke laut. Patung perwira ini adalah sosok tunas bangsa yang mewakili generasi penerus dan penuh keyakinan yang siap menghadang ganasnya ombak di lautan yang tentunya juga akan siap menempuh badai di sepanjang perjalanan menuju kea rah yang ditunjukkan yaitu keinginan Bangsa Indonesia mewujudkan NKRI yang adil dan makmur. Monumen Jalasveva Jayamahe juga merupakan tanda dilaksanakannya tongkat estafet dari generasi lama ke generasi baru untuk menyelesaikan tugasnya dan begitu pula kepada generasi berikutnya. Kawasan bangunan ini juga digunakan sebagai menara lampu pemandu bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.

Patung perwira ini memiliki tinggi 31meter dan berdiri di atas gedung setinggi 29meter sehingga total keseluruhan yang menjulang setinggi 60meter sehingga anda masih dapat melihatnya degan jarak yang jauh. Di dinding gedungnya terdapat diorama sejarah kepahlawanan pejuang-pejuang bahari sejak zaman pra revolusi fisik. Monumen ini dibangun pada tahun 1990an dan diresmikan pada tanggal 5 Desember 1996 oleh mantan Presiden Soeharto. Di samping patung perwira berukuran sangat besar ini juga terdapat sebuah gong yang memiliki ukuran terbesar di seluruh Indonesia. Gong ini diberi nama Kiai Tentrem yang terbuat dari bahan logam kuningan yang dilapisi anti karat. Beratnya 2,2 ton, tebal logam kuningannya 6mm dan diameternya 5meter. Selain menikmati indahnya Selat Maduradan kapal-kapal yang lalu lalang ataupun patung raksasa tersebut, disini anda juga dapat berbelanja souvenir sebagai oleholeh yang meliputi pakaian, tas, topi, ataupun atribut yang mengenai TNI AL.
Dalam pergelaran peristiwa sejarah TNI AL berikutnya, bagian ujung sangat berperan penting yaitu yang merupakan pangkalan kapal-kapal perang TNI AL terbesar sampai sekarang. Karena itulah Monumen Jalesveva Jayamahe dibangun di ujung Surabaya. Selain itu diharapkan pula pendirian monument ini dapat menambah semaraknya Ujung Surabaya yang berarti iku menambahnya referensi Surabaya menjadi Kota Pahlawan.
Anda tidak perlu khawatir karena di sekitar lokasi ini banyak terdapat rumah makan atau pujasera yang menyajikan makanan khas Kota Surabaya. Tidak hanya itu banyak pula terdapat penginapan yang disewakan bahkan hotel-hotel dari yang kelas melati sampai yang berbintang seperti:

Referensi:

  • http://wahw33d.blogspot.com/2012/08/monumen-jalesveva-jayamahe-monjaya.html
Share Button