Bantimurung, Sulawesi Selatan

Share Button

Bila anda adalah penggemar wisata alam perbukitan yang dipadu pesona air terjun dan nilai sejarah,maka Bantimurung harus menjadi tujuan anda berikutnya. Keragaman hayati dan keindahan pesona alamnya menjadikan Bantimurung sebagai objek wisata terbaik di Sulawesi Selatan. Karst dikenal identik dengan kapur, tandus, panas, kering dan terjal dengan kekokohan bebatuan yang cenderung berwarna putih. Karst adalah kumpulan bebatuan kapur yang membentuk formasi pegunungan. Kawasan Karst Bantimurung adalah yang terluas kedua di dunia.

Salah satu keunggulannya adalah formasi karstnya yang menjulang ke atas tower. Ada yang berdiri sendiri maupun berjejer membentuk kelompok pegunungan yang doantarai oleh permukaan datar. Tidak seperti kebanyakan kawasan karst lain yangberbentuk kerucut. Kawasan Karst yang telah diusulkan sebagai warisan dunia, khususnya potensi ornament yang terdapat dalam setiap gua, perlu untuk lebih dilindungi. Setidaknya terdapat 268 gua yang terbentuk di kawasan ini. Gua gua yang ada disini mungkin kurang terkenalbagi wisatawan, namunbagi para cave diver, kawasan ini sudah menjadi destinasi yang popular. Sudah banyak ekspedisi dilakukan di sini. Selain itu potensi wisata ini yang paling terkenal adalah air terjunnya. Dari sungai Pattunuang yang mengalir diantara tebing Karst, terbentuk air terjun yang indah setinggi sekitar 20meter dan lebar 15meter. Kawasan Bantimurung sendiri juga merupakan habitat dari ribuan kupu-kupu. Setidaknya terdapat lebih dari 100spesies kupu-kupu yang diantaranya merupakan spesies langka. Tidak salah jika Batimurung dijuluki Kingdom of Butterflies. Demi menjaga kelestariannya, pihak pengelola kawasan wisata ini juga mengelola penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005.

Asal muasal nama Bantimurung sendiri cukup beragam. Namun yang terpopuler adalah bahwa nama Bantimurung ini diberi oleh kepala Kerajaan Simbang yang terpana pada kucuran air yang sangat deras dan bergemuruh yang ditemukannya di tengah hutan. Benti dalah bahasa bugisyang berarti air dan Merrung yang berartibergemuruh. Pada akhirnya BentiMerrung berubah bunyi menjadi Bantimurung. Taman Nasional ini berada sekitar 20km dari Bandara Hasanuddin atau 50km dari Kota Makassar kea rah utara. Transportasi umum juga banyak tersedia. Pilihan yag paling popular adalah mobil angkutan umum atau yang biasa disebut pete-pete oleh masyarakat lokal. Yang harus anda ingat adalah Kota Maros sebagai patokan tujuan perjalanan. Sekitar 15menit lagi anda sudah sampai di Bantimurung sendiri. Jika anda ingin bekunjung ke kawasan ini, anda tidak perlu khawatir karena lokasi ini banyak tempat peristirahatan sampai hotel-hotel yang disediakan di sekitar Kota Makassar sendiri, seperti contohnya :

Referensi :

  • http://mwildaini.blogspot.com/2011/02/pegunungan-karst-bantimurung-sulawesi.html
  • http://ucha-weblog.com/bantimurung-objek-wisata-terbaik-di-sulawesi-selatan/

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× eight = 64

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>