Dec 17

Seputar Letusan Gunung Bromo

Share Button

gambar-gunung-bromo-letusan-gunung-bromoGunung Bromo kembali ramai menjadi perbincangan. Bukan karena keindahan yang ditawarkan salah satu gunung berapi di Jawa Timur ini, melainkan karena gunung ini kembali erupsi. Sejak bulan Oktober, aktivitas vulkanik Gunung Bromo memang terpantai terus meningkat. Namun kunjungan ke Bromo masih diperbolehkan oleh pihak Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru dengan aturan larangan untuk mendekati kawah Bromo dengan radius 3 km. Aktivitas vulkanik ini pun terus meningkat hingga pada 4 Desember 2015, status Gunung Bromo meningkat menjadi siaga dan berada di level III. Pada saat itu pula Gunung Bromo mulai memuntahkan abu vulkaniknya. Hal ini pun berdampak pada berhentinya aktivitas wisata di gunung setinggi 2.329 meter di atas permukaan laut tersebut. Hotel-hotel murah di Bromo pun mengalami penurunan tamu. Bahkan sejumlah tour Bromo pun banyak yang akhirnya dibatalkan. Pendapatan warga sekritar Bromo pun otomastis berkurang drastis. Continue reading

Share Button
Apr 13

Beragam Wisata Di Pantai Bandealit

Share Button

Pantai BandealitSelain Banyuwangi, daerah lain yang kini mulai berbenah pariwisatanya adalah Kabupaten Jember. Kawasan regional di daerah tapal kuda ini memang memiliki beragam pesona alam yang berpotensi tinggi menjadi tempat wisata. Salah satunya adalah obyek wisata pantai. Selain Pantai Papuma, Jember masih memiliki pantai lain yang tak kalah indah dan menawarkan sejumlah pesona yang lain, yakni Pantai Bandealit. Pantai yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini berlokasi di Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Jember. Pantai yang bersebelahan dengan Pantai Sukamade ini berjarak sekitar 35 km dari pusat kota. Continue reading

Share Button
Dec 19

Pantai Papuma, Jember

Share Button

Pasir Putih Malikan adalah singkatan dari Pantai Papuma Malikan yang terdapat di Kota Jember. Pasir pantainy melingkar panjang sekitar 35ha dengan garis pantai nya sepanjang 25km yang terbilang sangat halus dan putih. Jaraknya dari Kota Jember sendiri sekitar 38km. Salah satu keunikan di pantai ini adalah baru-batu malikannya bisa mengeluarkan bunyi-bunyia khas seperti music ketika terkena ombak. Batu malikan adalah sebuah karang pipih seperti kerang besar yang berjumlah tujuh diantaranya bernama Pulau Kresna, Pulau Batara Guru, Pulau Nusa Barong, Pulau Narodo, Pulau Kodok dan Pulau Kajang. Tidak hanya keindahan pantainya saja yang dapat anda nikmati disini tetapi juga banyak waru sekitar pantai yang menyediakan makanan khas pantai seperti ikan bakar.
Di Pantai Papuma juga menjadi tempat pendaratan ikan oleh nelayan sehingga anda nantinya bisa melihat langsung ikan segar saat diturunkan dari perahu nelayan. Akan menyenangkan jika anda berlibur disini bersama keluarga atau bahkan teman-teman anda dengan menikmati terbitnya dan tenggelamnya matahari. Sepanjang mata memandang anda akan melihat laut lepas dan pasir putih dan yang akan tampak banyak batu karang yang menyerupai bukit atau gunung. Pemandangan di Papuma sendiri adalah perpaduan antara keindahan alam yang bernuansa laut, hutan, dan gugusan pulau yang menggunakan nawa pewayangan. Saat airnya sedang surut pengunjung bisa mendekat ke gunung narada dan memegangnya langsung bahkan ada yang memanfaatkan untuk memancing di sekitar batu karang. Sebaliknya ketika air pasang dan ombak menjulang tinggi maka akan tersuguhkan keindaha deburan ombak.
Pengelola Pantai Papuma juga menyediakan beberapa lokasi berkemah yang menawarkan suasana sensasional pada malam hari sambil beraktifitas di alam bebas. Wisatawan yang datang kesini sudah sangat ramai terutama menjelang sore hari. Untuk sampai di Papuma anda harus melewati kawasan lain yaitu Watu Ulo. Banyak yang menjual souvenir khas Kota Jember di sekitar pantai sini. Fasilitas nya juga disediakan dari pihak pengelola mulai dari kamar mandi, parkir yang luas, sampai tempat beribadah. Jika anda berasal dari luar kota atau luar pulau yang ingin berlibur di pantai ini, anda tidak perlu khawatir karena banyak disediakan penginapan atau rumah warga yang disewakan.Jika anda ingin lebih bagus lagi bisa di hotel hotel berbintang yang ada di Kota Jember, seperti:

Referensi:

  • http://travel.kompas.com/read/2012/08/21/1517035/Birunya.Pantai.Papuma.Memang.Menggoda

 

Share Button
Jul 23

Watu Ulo, Jember

Share Button

Watu Ulo adalah sebuah pantai yang indah yang terletak di Kota kecil bernama Ambulo, Desa Sumberejo, sebelah selatan Kota Jember. Pantai ini merupakan tempat tujuan wisata favorit bagi masyarakat Jember ataupun sekitarnya. Watu Ulo sendiri dalam bahasa jawa berarti Batu dan Ular. Konon pantai ini mempunyai certita atau asal-usul terdahulunya mengenai keberadaan batu dan ular, namun itu hanya sekedar mitos yang berkembang di masyarakat, anda boleh mempercayainya ataupun tidak.

Terlepas dari itu semua, kawasan ini dijadikan sebagai obyek wisata yang banyak digemari kaum muda, berkeluarga atau juga dari wisatawan mancanegara. Mungkin karena sudah banyaknya masyarakat dan wisatawan yang tau lokasi ini, sehingga dalam acara tertentu baik hari besar ataupun tahun baru, pantai ini selalu padat dikunjungi wisatawan. Pada musim air pasang, ombak pantai nya cenderung besar sehingga dari pihak pengelola melarang pengunjung untuk mandi di pantai ini.

Disebut dengan Watu Ulo sendiri karena mengacu pada rangkaian batu karang dari pesisir pantai ke laut yang posisinya memanjang. Panorama alam keindahan pantai nya pun sangat cantik. Acara tradisi yang dilakukan disini adalah pada setiap 1 Syawal sampai dengan 10 Syawal yang merupakan acara tradisi dalam rangka memberikan hiburan bagi masyarakat Jember pada umumnya. Ada lagi acara lainnya yaitu Larung Sesaji Pantai Watu Ulo, yang diselelnggarakan pada tanggal 7 Syawal atau pada saat hari raya ketupat, ditujukan sebagai maksud untuk melampiaskan rasa syukur bagi penduduk Sumberrejo sendiri.
Pada zaman kependudukan Jepang, pegunungan di sekitar pantai ini dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadi sekutu yang mau menyusup ke daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah demikian disebut dengan Goa Jepang dan sekarang dijadikan obyek wisata juga yang banyak dikunjungi di sekitar Pantai Watu Ulo. Di samping Goa Jepang sendiri, sebelahnya Pantai watu Ulo juga terdapat Goa Lowo yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh wisatawan dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100meter.

Obyek wisata Watu Ulo dapat ditempuh dengan menggunakan segala jenis transportasi, kendaraan pribadi roda dua dan roda empat pun juga bisa, karena jalan menuju kolasi ini sudah beraspal semua.
Banyak fasilitas yang disediakan disini, seperti areal berkemah, taman bermain, kios souvenir, kamar mandi, musholla, tempat parker, warung makan, dan juga tempat penginapan mulai dari penginapan yang disediakan penduduk sekitar ataupun hotel-hotel seperti :

Referensi :

  • http://www.wisatanesia.com/2010/05/watu-ulojember.html
  • http://www.ladangsastra.com/pantai-watu-ulo-jember/
Share Button