Dec 02

Tips Liburan Ramah Di Kantong

Share Button

Cara Memanfaatkan Liburan Akhir Tahun 1Bulan Desember bisa jadi bukan bulan yang tepat buat liburan. Pasalnya di bulan ini gak cuma ada perayaan natal dan tahun baru yang bikin semua tiket wisata naik, namun juga ada libur anak sekolah. Gak cuma tiket wisata yang tinggi, namun harga akomodasi dan transportasi juga ikutan melejit. Tapi buat travelers yang cuma punya waktu di bulan Desember, mau bagaimana lagi. Tentunya harus ada trik untuk menyiasati biar liburan di bulan Desember tetap ramah di kantong. Nah, berikut ini kita bakal kasi sejumlah tips biar liburan travelers gak bikin kantong kering. Meski tetap gak bisa semurah liburan di waktu bukan peak season, tapi paling gak travelers bisa berhemat buat kebutuhan yang lainnya.

Susun Rencana Liburanmu dari sekarang Continue reading

Share Button
Nov 19

Santai Serba Gratis Di Taman Kambang Iwak

Share Button

taman kambang iwak di malam hariKota Palembang memang menawarkan banyak destinasi yang tak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi namun juga memiliki nilai sejarah yang tak ternilai harganya. Sejumlah sarana dan prasarana yang dibangun baik pada masa kesultanan maupun kala dalam kekuasaan Belanda masih bisa dinikmati hingga saat ini. Salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dan juga menawarkan keindahan yang begitu mengagumkan adalah Taman Kambang Iwak. Siapa sangka taman kota ini merupakan salah satu dari sekian peninggalan Belanda yang ada di Palembang dan masih bisa dimanfaatkan hingga saat ini. Posisi taman ini pun kini sama dengan Cibubur dan Gelora Bung Karno Jakarta yang kerap dijadikan tempat wisata gratis bagi warganya. Ada sejumlah fasilitas yang ditambahkan pada taman ini yang membuat suasana bersantai makin nyaman. Continue reading

Share Button
Feb 16

Kampung Kapitan, Kawasan Pecinaan Palembang

Share Button

Kampung KapitanKota Palembang memiliki beragam peninggalan budaya China yang beragam. Selain Pulau Kemaro yang membuat anda seolah-olah berada di negeri tirai bambu tersebut, Palembang juga memiliki kampung pecinaan bernama Kampung Kapitan. Dari kampung ini anda bisa menelusuri jejak sejarah persinggahan rakyat Tionghoa di kawasan ini. Berada tepat di tengah-tengah pemukiman padat di tepi Sungai Musi, kampung dengan luas hanya 165.9 X 85.6 meter ini berseberangan lansung dengan BentengKuto Besak. Kampung ini juga menjadi sejarah awal kedatangan masyarakat Tionghoa pada masa Dinasti Ming di Palembang, usai runtuhnya kerajaan Sriwijaya. Tak hanya itu, di kampung ini anda masih bisa menjumpai budaya Tionghoa sejak zaman Belanda, meski kini kampung tersebut tak lagi 100% dihuni etnis Tionghoa. Continue reading

Share Button
Feb 13

Mitos Cinta dan Pulau Kemaro

Share Button

imageBlogBulan Februari tahun ini penuh dengan event-event yang sayang untuk dilewatkan. Hari ini banyak orang memperingatinya sebagai hari kasih sayang atau valentine day. Minggu depan, para etnis Tinghoa akan merayakan hari raya Imlek. Dan sebuah tempat di Palembang mampu menghubungkan kedua event tersebut. Sebuah delta kecil di Sungai Musi yang dikenal dengan masyarakat setempat sebagai Pulau Kemaro. Berjarak 6 km dari Jembatan Ampera, berwisata ke Pulau Kemaro akan membuat anda seolah-olah sedang mendatangi negeri China. Berbagai bangunan khas negeri Tirai Bambu tersebut bisa anda lihat di Pulau Kemaro ini. Continue reading

Share Button
Jan 15

Menikmati Landmark Kota Palembang dari Plaza Benteng Kuto Besak

Share Button

benteng kuto besakKetika anda mendengar kata Palembang maka ingatan anda akan segera tersambung dengan beragam landmark khas kota ini. Mulai dari pempek, sungai Musi, dan kemegahan jembatan Ampera. Ada satu tempat dimana anda bisa menikmati kesemua itu tanpa harus berpindah tempat. Tempat tersebut adalah Plaza Benteng Kuto Besak yang merupakan bekas bangunan keraton Kesultanan Palembang. Dahulunya tempat ini bernama Benteng Kuto Besak dan telah menjadi tempat wisata bagi warga Palembang dan ruang mencari rezeki bagi para pedagang kaki lima. Maka tak mengherankan jika kemudian tempat ini menjadi kumuh dan semerawut. Namun sejak tahun 2000an pemerintah setempat mulai mengelola tempat ini dengan membuat blok-blok yang bersih dan tertata rapi lengkap dengan taman yang menghadap ke sungai musi dan jembatan Ampera. Sejak saat itu tempat ini pun berubah nama menjadi Plaza Benteng Kuto Besak dan menjadi tempat rekreasi keluarga atau pun tempat nongkrong bagi para anak muda. Continue reading

Share Button
Jan 09

Mengenang Perang Lima Hari Lima Malam Di MONPERA

Share Button

monpera-palembang-ampera-majid-agung-benteng-kuto-besak-bkb68 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 1 Januari 1947, seluruh masyarakat Palembang berjuang secara mati-matian selama lima hari lima malam guna melawan Belanda yang berusaha merebut kembali kemerdekaan yang telah berhasil diperoleh oleh bangsa Indonesia. Meski hanya menggunakan peralatan dan sejata sederhana, kegigihan masyarakat Palembang dalm berjuang berhasil membuat tentara Belanda kocar-kacit. Hingga akhirnya pada 6 Januari 1947 tercapailah kesepakan gencatan senjata. Dan untuk mengenang semangat perjuang pada masa itu dibangunlah Monumen Perjuangan Rakyat, MONPERA, di pusat kota dan berdekatan dengan jembatan Ampera. Continue reading

Share Button
Jul 18

Jembatan Ampera, Palembang

Share Button

Jembatan Ampea adalah jembatan yang menghbungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi. Jembatan ini berada tengah-tengah di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Jembatan Ampera sendiri menjadi semacam lambang kota Palembang. Sebelumnya jembatan ini akan di beri nama dengan sebutan Jembatan Soekarno, sebagai penghormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia tersebut. Panjangnya 1.117m, lebar 22m, tinggi 11.5m dari permukaan laut,tinggi menaranya 63m dan beratnya mencapai 944ton.

Pada awalnya, bagian tengah jembatan ini bisa diangkat ke atas agar tiang kapal yang lewat di bawah jembatan tidak tersangkut badannya jembatan.Bagian tengah badan jembatan dapat diangkat dengan peralatan mekanis. Namun sejak tahun 1970, aktivitas ini sudah tidak diberlakukan lagi. Alasannya karena pada saat pengangkatan jembatan ini dianggap dapat mengganggu arus lalu lintas di atasnya. Dan akhirnya pada tahun 1990, kedua bandul pemberat di menara jembatan ini diturunkan lagi guna menghindari jatuhnya kedua beban pemberat tersebut.

Arsitekturnya yang cantik dan indah serta pemandangan di atas jembatan yang beralaskan Sungai Musi ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berfoto atau hanya sekedar jalan-jalan. Saat lapar pun anda tidak perlu khawatir, karena di sekitar Sungai Musi sendiri juga merupakan tujuan wisata kuliner. Ada berbagai menu khas Palembang, seperti pempek dan masih banyak lagi. Keindahan Jembatan Ampera pun akan terasa sangat indah saat malam hari. Puluhan lampu yang cantik menghiasi jembatan ini. Jembatan Ampera sendiri menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Palembang. nama Ampera adalah kepanjangan dari Amanat Penderitaan Rakyat. Masyarakat Palembang menjadikan peluang obyek wisata ini sebagai sarana untuk berjualan di bawah jembatan dengan menggunakan kapal-kapal kecil. Ide untuk menyatukan dua daratan Seberang Ulu dan Seberang Ilir  di Kota Palembang ini sebetulnya sudah ada sejak tahun 1906an.

Berlibur ke sekitar obyek wisata ini memang sungguh menyenangkan, ditambah dengan penduduknya yang ramah tamah terhadap wisatawan baik yang lokal maupun yang mancanegara. Jika anda ingin berlibur beberapa hari di Kota Palembang sendiri anda tidak perlu khawatir, karena banyak transportasi umum yang bisa mengantarkan anda kemana saja atau ke obyek-obyek wisata yang ada di Kota Palembang. Untuk berlibur beberapa  hari pun anda tidak perlu khawatir karena banyak tempat penginapan yang disediakan oleh penduduk-penduduk sekitar. Hotel pun dari yang biasa sampai yang berbintang juga ada di kota Palembang sendiri, seperti :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Ampera
  • http://travel.detik.com/read/2012/04/27/102321/1902999/1025/belum-ke-palembang-jika-belum-menapaki-jembatan-ampera
Share Button