Kampung Kapitan, Kawasan Pecinaan Palembang

Share Button

Kampung KapitanKota Palembang memiliki beragam peninggalan budaya China yang beragam. Selain Pulau Kemaro yang membuat anda seolah-olah berada di negeri tirai bambu tersebut, Palembang juga memiliki kampung pecinaan bernama Kampung Kapitan. Dari kampung ini anda bisa menelusuri jejak sejarah persinggahan rakyat Tionghoa di kawasan ini. Berada tepat di tengah-tengah pemukiman padat di tepi Sungai Musi, kampung dengan luas hanya 165.9 X 85.6 meter ini berseberangan lansung dengan BentengKuto Besak. Kampung ini juga menjadi sejarah awal kedatangan masyarakat Tionghoa pada masa Dinasti Ming di Palembang, usai runtuhnya kerajaan Sriwijaya. Tak hanya itu, di kampung ini anda masih bisa menjumpai budaya Tionghoa sejak zaman Belanda, meski kini kampung tersebut tak lagi 100% dihuni etnis Tionghoa.

downloadPada masa pemerintahan Belanda, mereka mengangkat seorang pemimpin di suatu wilayah berdasarkan status ekonomi tertinggi di suatu daerah, yang disebut dengan kapitan. Para kapitan ini bertugas untuk menangani tentang kependudukan, pernikahan dan perceraian serta penarikan pajak yang pada akhirnya diserahkan ke Belanda. Di kawasan pecinaan ini pun dipilihlah orang-orang yang memiliki kelas ekonomi dan kedudukan yang tinggi. Maka terpilihlah perwira Tiongkok bernama Mayor Tumenggung dan Mayor Putih yang mengatur tujuh wilayah Ulu. Jabatan ini pun diwariskan kepada keturunan mereka hingga sampai pada Tjoa Ham Hin, putra dari Tjoa Kie Cuan, yang menjadi Kapitan Cina pada tahun 1855. Keberadaan Kapitan inilah yang menjadi awal nama kampung ini hingga bernama Kampung Kapitan.

122733_kapitan1Rumah Kapitan ini pun cukup megah dan khas dengan rumah China. Meski demikian rumah tersebut tetap memiliki sentuhan Palelmbang dengan bergaya panggung. Pada awalnya ada tiga rumah kapitan dengan panjang sekitar 50 meter dan lebar sekitar 24 meter. Namun kini rumah yang paling kiri telah menjadi milik orang lain dan bentuknya pun sudah diubah. Kedua bangunan yang tersisa telah berusian lebih dari 400 tahun dan berbahan kayu pulay. Meski beberapa bagian telah mulai lapuk dimakan usia, namun pondasi bangunan rumah masih kokoh. Rumah tersebut kini ditinggali oleh generasi Tjoa ketiga belas.

Kapitan_Panorama3-1024x422Selain keindahan bangunan rumah Kapitan, daya tarik lain Kampung Kapitan ialah rumah makan yang bernama sama dengan kampung ini. Restoran ini menjadi salah satu restoran terbaik di tepi sungai musi selain River Said. Di sini anda bisa menikmati berbagai hidangan seafood bakar dengan kualitas premium. Anda bisa menikmati berbagai seafood lokal  ataupun impor yang diolah oleh chef htel bintang lima yang berpengalaman. Karena berada di sebelah sungai Musi, maka restoran ini pun menawarkan keindahan yang tak kalah menakjubkan. Anda bisa menyaksikan kemegahan Jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang dari restoran ini. Disediakan pula ruang kaca indoor dengan berbagai fasilitas mewah, seperti private room dan sound system modern yang bisa anda gunakan untuk acara-acara anda.

slide4-1024x473Untuk menuju Kampung Kapitan, anda bisa menggunakan jalur darat atau pun menggunakan kapal melewati Sungai Musi sembari menikmati indahnya lampu dari Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. Jika anda membutuhkan penginapan, anda bisa menggunakan hotel murah di Palembang, seperti:

Referensi:

  • http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/eksotika-pecinan-di-kampung-kapitan
  • https://betazuchdi.wordpress.com/2014/09/04/kampung-kapitan-sejarah-yang-tidak-boleh-dilupakan/
  • http://www.kampungkapitan.com/
Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.