Pulau Mansinam, Papua

Share Button

Pulau Mansinam Papua 1Pulau Mansinam adalah sebuah pulau yang mempunyai luas 410.97ha dan terletak di Teluk Doreh, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sekitar 154 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 5 Februari 1855, ada dua orang pengabar injil asal Jerman yaitu C.W Ottow dan Johann Gottlob Geissler yang menginjak kaki untuk pertama kalinya di Pulau Mansinam. Kedua nya tiba di pulau ini setelah melakukakn perjalan yang cukup panjang. Dengan menggunakan kapal Abel Tasman, mereka mengarungi samudera dengan melintasi Tanjung Harapan, Makassar, Batavia, Ternate dan akhirnya tiba di Pulau Mansinam tahun 1855. Sejak kedatangan mereka, pulau ini menjadi pulau yang penduduknya menganut agama Kristen pertama kali. Tidak hanya menjadi titik penyebaran agama Kristen, di sini juga menjadi awal mula masuknya pendidikan formal di Tanah Papua. Kehadiran Ottow bersama istrinya membuat Papua mempunyai sekolah putri untuk pertama kalinya pada tahun 1857 dengan menjadikan salah satu ruang di rumahnya sebagai kelas.

Pulau Mansinam Papua 2Hingga saat ini beraneka ragam peninggalan bersejarah mengenai masuknya agama Kristen pertama kali di Papua masih tersimpan di Pulau Mansinam. Begitu memasuki pulau ini anda akan disambut dengan tugu peringatan berupa prasasti salib yang mempunyai tinggi beberapa meter. Tugu ini dikelilingi pagar yang terkunci dan jika anda ingin agar kunci pagar terbuka, anda bisa meminta tolong kepada juru kuncinya. Karena selain sebagai tugu peringatan, prasasti salib ini juga ddifungsikan sebagai objek wisata. Di samping itu juga banyak sisa peninggalan penyebaran agama Kristen lainnya seperti asrama dan sumur tua dan air sumur tua ini kerap digunakan untuk membaptis. Di samping banyaknya jejak peninggalan sejarah, pulau ini juga pulau yang sangat indah dan menarik sebagai objek wisata. Anda dapat melakukan kegiatan seperti berenang atau berperahu. Jika ingin yang lebih menantang anda dapat melakukan snorkeling. Selain bisa menikmati  indahnya di bawah laut, anda juga dapat melihat beberapa bangkai kapal tua yang terdapat di dasar perairan Teluk Doreh.

Pulau Mansinam Papua 3Untuk masuk di Pulau ini, anda tidak dikenakan biaya apapun. Namun untuk memasuki pulau ini anda anda harus menyebrang melalui Pantai Kwawi dengan menggunakan perahu tradisional ataupun long boat sekitar 10-15 menit. Bagi anda yang tidak cukup menikmati pulau ini dalam satu hari saja, tidak perlu khawatir karena banyak hotel yang nyaman terdapat di sini atau di kota seperti:

 

 

Referensi :

  • http://www.wisatamelayu.com/id/tour/866-Pulau-Mansinam/navgeo
Share Button

2 thoughts on “Pulau Mansinam, Papua

  1. Tibalah saatnya untuk memulai Pekerjaan mereka. Pertama-tama mereka harus mencari kayu yang cocok untuk membuat perahu dihutan Pulau Mansinam untuk dijadikan sarana transportasi laut untuk menyebrang kedaratan Manokwari, dimana rencana untuk membangun sebuah rumah. Karena mereka tak berpengalaman dengan jenis-jenis kayu di Papua, penduduk di Pulau Mansinam pun tidak menolong mereka dengan memberi informasi, maka mereka berdua berapa kali salah memilih kayu, sehingga pekerjaan berminggu-minggu menjadi sia-sia. (Kata Camma Geissler menulis dengan sampai tiga kali pohon kayu yang kami pilih dan tebang adalah pohon kayu yang besar, kayu besi yang tidak cocok karena berat dan akhirnya pecah karena kana panas matahari maka kami hampir tidak berdaya lagi. Tetapi syukurlah saya melihat sebuah perahu di rumah orang Papua, dan saya beruntung dapat membelinya dengan harga 12 gelden. Dan akhirnya dengan Perahu itulah digunakan mereka untuk menyeberang ke daratan Manokwari Teluk Dore (Kwawi) dan di daratan Kwawi setiap hari mereka bekerja menebang pohon. Dan pada malam harinya mendayung kembali ke pulau Mansinam.

  2. Tibalah saatnya untuk memulai Pekerjaan mereka. Pertama-tama mereka harus mencari kayu yang cocok untuk membuat perahu dihutan Pulau Mansinam untuk dijadikan sarana transportasi laut untuk menyebrang kedaratan Manokwari, dimana rencana untuk membangun sebuah rumah. Karena mereka tak berpengalaman dengan jenis-jenis kayu di Papua, penduduk di Pulau Mansinam pun tidak menolong mereka dengan memberi informasi, maka mereka berdua berapa kali salah memilih kayu, sehingga pekerjaan berminggu-minggu menjadi sia-sia. (Kata Camma Geissler menulis dengan sampai tiga kali pohon kayu yang kami pilih dan tebang adalah pohon kayu yang besar, kayu besi yang tidak cocok karena berat dan akhirnya pecah karena kana panas matahari maka kami hampir tidak berdaya lagi. Tetapi syukurlah saya melihat sebuah perahu di rumah orang Papua, dan saya beruntung dapat membelinya dengan harga 12 gelden. Dan akhirnya dengan Perahu itulah digunakan mereka untuk menyeberang ke daratan Manokwari Teluk Dore (Kwawi) dan di daratan Kwawi setiap hari mereka bekerja menebang pohon. Dan pada malam harinya mendayung kembali ke pulau Mansinam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 × six =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>