Pusat Primata Schmutzer, Pusatnya Informasi Seputar Primata Di Dunia

Share Button

smutzerBeberapa bulan yang terakhir negeri kita lagi beduka travelers. Uda pada tahu dong kalau sejumlah hutan dan gunung yang ada di Indonesia terkena kebakaran hebat hingga membuat Indoensia dipenuhi dengan asap pekat. Gak cuma berdampak pada kesehatan masyarakat yang tinggal di sana aja loh travelers, tapi jgua ke sejumlah negeri tetangga. Dan yang paling membuat kita makin sedih adalah keberadaan sejumlah satwa dan flora yang ada di sana jadi hilang dan semakin punah. Karena lokasi kebakaran merupakan hutan suaka margasatwa, tempat tinggal dan konservasi sejumlah para satwa yang dilindungi, termasuk para primata dimana populasi primata di dunia 20%-nya ada di Indonesia. Sedih banget deh rasanya. Kayaknya para pembakar hutan itu gak tahu deh peran penting keberadaan para primata tersebut. Makanya seenaknya aja mereka bakar hutan dan bikin jadi bencana nasional. Nah, kalo travelers pengen tahu mengenai peran penting para primata dan biar kita makin peduli sama mereka, yuk dah langsung aja datang ke Kebun Binatang Ragunan dimana mereka memiliki pusat primata yang dikasi nama Pusat Primata Schmutzer.

ibu-pauline-SchmutzerPusat Primata Schmutzer merupakan pusat primata pertama sekaligus terbesar di dunia. Pusat primata ini juga sebagai pusat primata bertaraf internasional. Pusat Primata Schmutzer dikelola oleh Kebun Binatang Ragunan yang bekerja sama dengan Gibbon Foundation, yakni sebuah yayasan yang memiliki peran aktif dalam konservasi satwa yang ada di Indonesia. Gibbon Foundation lahir dari keprihatinan seorang wanita kelahiran Wonorejo, Jawa Tengah, yang bernama Pauline Antoinette Schmutzer. Ibu Pauline Antoinette Schmutzer ini tidak hanya seorang pelukis namun juga termasuk penyayang binatang. Bahkan karena kecintaannya kepada para satwa ini beliau sampai rela mendonasikan keseluruhan hartanya demi terwujudnya di Gibbon Foundation. Namun ditengah upayanya untuk merintis keberadaan taman primata, Ibu Pauline Antoinette Schmutzer sudah keburu menghembuskan nafas terakhir. Demi menghargai upaya beliau, sahabatnya yang bernama Willie Smith bersama Gibbon Foundation mewujudkan mimpi beliau dengan membangun taman primata yang kemudian kita kenal dengan nama Pusat Primata Schmutzer. Pemberian nama Schmutzer disengaja sebagai bentuk penghargaan kepada Ibu Pauline.

gorila_schmutzer2Di Pusat Primata Schmutzer sejumlah primata yang ada di dunia, terutama primata khas Indonesia, seperti kukang, beruk, simpanse, bekantan, orang utan, dan juga gorila dilestasrikan dan diupayakan jumlahnya meningkat. Hal ini dilakukan demi melindungi keberadaan primata di dunia yang emang jumlahnya kian menurun. Bahkan jika para primata ini dikumpulkan menjadi satu dalam sebuah tempat, paling-paling mereka hanya mampu mengisi satu lapangan sepak bola. Miris banget deh travelers. Padahal para primata ini memiliki peran aktif dalam perkembangbiakan sejumlah tumbuhan yang ada di hutan dengan menyebarkan benih-benih tanaman. Bahkan penyebaran benih di hutan hampir 95% dibantu oleh para primata ini. Wah kita punya hutang besar nih guys ke para primata ini. Siapa coba yang mau nanamin hutan seluas itu kalau bukan karena kerja sama dengan para primata ini. Jadi dengan berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer ke depan kita bisa lebih menghargai dan mencintai para primata ini, sebagaimana yang diajarkan oleh Ibu Pauline Antoinette Schmutzer.

jembatan-pusat-primata-SchmutzerPusat Primata Schmutzer berdiri di area seluas 13 hektar. Namun dari keseluruhan area tersebut baru 6,2 hektar saja yang digunakan. Dan di sini, para primata dibuat betah dengan habitat yang disesuaikan dengan aslinya. Bahkan para primata ini tidak ditempatkan dalam sebuah kandang melainkan dibiarkan bebas di lingkungan terbuka atau yang dikenal dengan nama open zoo. Hal ini demi memberikan kenyamanan kepada para primata, terutama untuk gorila yang merupakan primata terbesar. Tapi kamu gak usah travelers, melihat primata di sini masih cukup aman kok. Karena untuk menjelajahinya kamu cukup melintasi jembatan berkaca tebal. Jembatan ini mengelilingi hampir seluruh area taman primata ini. Penjagaan terhadap para primata gak cuma dengan penempatan mereka berdasarkan habitatnya namun juga perlindungan terhadap lingkungan mereka. Seperti larangan untuk membawa makanan dan minuman ke dalam Pusat Primata Schmutzer, bahkan permen sekalipun. Untuk tetap memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, Pusat Primata Schmutzer menyediakan sejumlah pancuran air siap minum. Jadi meski gak bawa bekal gak usah khawatir kehausan.

Brosur-Umum-Pusat-Primata-Schmutzer-2Pusat Primata Schmutzer pas banget dikunjungi rame-rame bareng keluarga travelers. Apalagi harganya murah banget, cukup Rp 6000/ orang di waktu weekday dan Rp 7500 ketika weekend. Gak cuma ngeliat para primata yang asik beraktivitas, travelers juga bisa melihat para penjaga ketika memberikan makan kepada mereka. Biar travelers makin sayang sama para primata ini, Pusat Primata Schmutzer melengkapi fasilitasnya dengan museum, perpustakaan, dan tempat pemutaran film yang menyajikan informasi mengenai para primata secara tulisan maupun gambar. Ada juga diorama para satwa loh. Intip juga nih dapur makanan satwa biar kita makin tahu makanan apa aja yang dibutuhin para primata ini. Seru dan penuh nilai edukasi deh kalau berkunjung ke sini. Yuk jadiin Pusat Primata Schmutzer dalam salah satu destinasi tour Jakarta kamu.

Refrensi:

Yuk Kenalan dengan Aneka Primata Di Pusat Primata Schmutzer

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.