Jan 16

Belajar Budaya Suku Sasak Di Dusun Sade

Share Button

sadeIndonesia emang negeri dengan banyak budaya yang mengagumkan. Tak terkecuali dengan Pulau Lombok. Pulau yang berada tak jauh dari Bali dan hanya dipisahkan dengan Selat Lombok ini memiliki kebudayaan yang tak kalah unik dan sampai saat ini masih tetap lestari, layaknya kebudayaan Bali.

Hal ini tak terlepas dari peran orang-orang Suku Sasak, yang merupakan suku asli Pulau Lombok dan menjadi suku mayoritas yang ada di Lombok dengan persentase mencapai 85%. Dan untuk para travelers yang tertarik dengan kehidupan budaya Suku Sasak, pemerintah Lombok menetapkan sejumlah desa untuk menjadi desa wisata budaya.
Continue reading

Share Button
Feb 04

Menginap Romantis Di Kampung Sampireun

Share Button

kampungsampireun_airterjundalamkompleks_5109Daerah di kawasan Jawa Barat, terlebih daerah Garut, memiliki pesona pedesaan yang menakjubkan dengan budaya sunda yang kental. Salah satu resort bintang 4 di daerah Garut yang menawarkan alam pedesaan dengan budaya sunda adalah Kampung Sampireun.

Resort yang berada di Jl. Raya Samarang Kamojang Ciparay, Samarang, Garut ini didirikan pada tahun 1999 dengan mengusung konsep “Back to Nature” dan expose kebudayaan Sunda. Oleh karenanya setiap aktivitas, hiburan, hingga bangunan bungalownya bersumber dari kebudayaan sunda.

Pemandangan romantis disekitar resort membuat resort ini pantas anda kunjungi bersama pasangan untuk melakukan bulan madu atau pun menghabiskan malam valentine bersama. Anda bersama pasangan bisa berhenti sejenak dari hiruk pikuk perkotaan dan menikmati kebersamaan untuk menghidupkan kembali perasaan cinta yang lebih membara. Continue reading

Share Button
Jun 10

Desa Tablanusu, Papua

Share Button

Desa Tablanusu 1Jika anda berlibur atau berkunjung ke Papua, hendaknya berkunjung di Desa Nelayan sebutan untuk Desa Tablanusu yang masuk dalam Kecamatan Deprare, Jayapura. Di desa ini suasananya masih alami, asri dan eksotik. Bahkan suasana tersebut sudah Continue reading

Share Button
Oct 03

Tenganan, Bali

Share Button

Tenganan merupakan sebuah desa tradisional di Pulau Bali. Desa ini terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem yang berada di sebelah timur Pulau Bali. Tenganan bisa citempuh dari tempat pariwisata Candi Dasa dan letaknya kira-kira 10km dari sana. Desa Tenganan termasuk salah satu desa dari tiga desa yaitu Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Yang dimaksud dengan Bali Aga sendiri adalah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang pola tingkah laku masyarakatnya mengacu paca aturan tradisional adat desa yang diwariskan oleh nenek moyang mereka terdahulu. Bentuk dan besar bangunannya mulai dari pekarangan, pengaturan letak bangunan sengaja dibuat mengikuti aturan adat yang masih turun temurun dipertahankan.
Menurut cerita masyarakat, kata Tenganan berasal dari kata “tengah” yang memiliki arti bergerak ke daerah yang lebih dalam. Sejarah lain juga mengatakan bahwa masyarakat Tenganan berasal dari Desa Peneges, yang dulu disebut sebagai Bedahulu.

Pada umumnya, penduduk Desa Tenganan bermata pencaharian sebagai pertain padi, namun ada beberapa pula yang bekerja dengan membuat aneka kerajinan. Beberapa aneka kerajinan khas dari Tenganan adalah anyaman bamboo, lukisan dan ukiran di atas daun lontar yang telah dibakar. Di desa ini anda dapat menyaksikan bangunan-bangunan desa dan pengrajin-pengrajin muda yang menggambar lontar-lontar. Sejak dahulu masyarakat Desa tenganan juga sangat dikenal dengan keahliannya dalam menenun kain gringsing. Cara pengerjaannya biasanya disebut dengan teknik dobel ikat. Teknik tersebut merupakan satu-satunya yang sangat terkenal di Indonesia hingga sampai ke mancanegara. Penduduk sekitar masih menggunakan sistem barter dalah kehidupannya sehari-hari.
Desa Tenganan masih tetap tradisional dan eksotik walaupun masyarakatnya manerima masukan dari luar. Untuk memasuki desa ini memang cukup unik, sebelum masuk ke area Desa Tenganan sendiri anda akan melalui sebuah loket dan disitu anda tidak diharuskan untuk membayar. Memang tidak ada tiket yang dijual, tapi anda akan ditawari untuk memberikan sumbangan sukarela seikhlasnya kepada petugas di bangunan kayu. Sebelum masuk anda juga harus melewati gerbang yang cukup sempit karena hanya bisa dilewati oleh satu orang. Disanapun banyak terdapat sawah, tanaman dan kerbau yang bebas berkeliaran di pekarangan mereka.

Berada di desa ini anda akan merasakan suasana yang aman dan nyaman. Para penduduknya juga sangat ramah. Anda dapat berkeliling di area desa tersebut dan menyaksikan aktivitas mereka sehari-hari. Saat yang paling tepat disana adalah pada sore hari, karena pada sore hari penduduknya sedang melakukan aktivitas dan tingkah laku mereka yang masih amat tradisional. Maka pantas jika mereka disebut dengan sebutan Bali Aga atau Bali asli.
Jika anda ingin berlibur di desa ini, anda tidak perlu khawatir karena di dalam desa ini banyak di sediakan penginapan di rumah penduduk sekitar. Atau anda jika ingin menginap di tempat yang lebih baik bisa di beberapa hotel seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tenganan,_Manggis,_Karangasem
  • http://www.alambudaya.com/2007/10/desa-tenganan-bali.html
Share Button