Dec 11

Wisata Super Lengkap Di Taman Lele Semarang

Share Button

perahu bebek taman leleTravelers lagi nyari tempat liburan bareng keluarga yang super lengkap? Gimana kalau datang ke Taman Lele, Semarang aja. Di sini tua, muda, dan anak-anak bisa seru-seruan bareng loh. Tapi … buat travelers yang pecinta lele kayaknya harus menelan luda deh, karena meski namanya Taman Lele tapi di sini gak ada lele. Lele yang ada di sini cuma masa lalu. Dahulu memang ada ratusan ikan lele yang hidup di Taman Lele ini. Tak hanya itu Taman Lele ini juga dipenuhi dengan kebun jambu dan ada sumber mata air juga. Dan kini yang ada di Taman Lele adalah sejumlah satwa kebun binatang pindahan dari kebon binatang Tegalwareng lantaran tempat pemeliharaan para satwa yang ada di sana cukup sempit. Jadi, si kecil bisa berkenalan deh dengan aneka satwa yang ada di Taman Lele. Continue reading

Share Button
Dec 10

Kenalan dengan Para Buaya Di Penangkaran Buaya Asam Kumbang

Share Button

taman-buaya-asam-kumbang-medanTravelers termasuk pecinta reptil bukan? Reptil apa aja yang kalian suka? Buaya termasuk di dalamnya gak? Nah, kalau travelers termasuk salah satu yang menyukai dan tertarik dengan salah satu binatang buas di perairan ini, jangan lewatkan kunjungan ke Penangkaran Buaya Asam Kumbang saat berkunjung ke Medan. Karena di sana travelers bisa mengenal buaya lebih mendalam. Dan untuk kebutuhan akomodasi travelers selama liburan di kota Melayu Deli, ada banyak hotel murah di Medan yang bisa travelers gunakan, mulai dari yang standar hingga berbintang lima tersedia. Yang nyari hotel syariah, Medan pun menyediakan. Atau kalau gak mau ribet mikir harus nginap dimana, mau keliling-keliling pakek apa, ataupun nyari pemandu buat nemanin jelajahi kota Medan, mending travelers gabung aja di tour Medan. Liburan travelers pun jadi lebih mudah, murah, dan menyenangkan. Continue reading

Share Button
Nov 02

Pusat Primata Schmutzer, Pusatnya Informasi Seputar Primata Di Dunia

Share Button

smutzerBeberapa bulan yang terakhir negeri kita lagi beduka travelers. Uda pada tahu dong kalau sejumlah hutan dan gunung yang ada di Indonesia terkena kebakaran hebat hingga membuat Indoensia dipenuhi dengan asap pekat. Gak cuma berdampak pada kesehatan masyarakat yang tinggal di sana aja loh travelers, tapi jgua ke sejumlah negeri tetangga. Dan yang paling membuat kita makin sedih adalah keberadaan sejumlah satwa dan flora yang ada di sana jadi hilang dan semakin punah. Karena lokasi kebakaran merupakan hutan suaka margasatwa, tempat tinggal dan konservasi sejumlah para satwa yang dilindungi, termasuk para primata dimana populasi primata di dunia 20%-nya ada di Indonesia. Sedih banget deh rasanya. Kayaknya para pembakar hutan itu gak tahu deh peran penting keberadaan para primata tersebut. Makanya seenaknya aja mereka bakar hutan dan bikin jadi bencana nasional. Nah, kalo travelers pengen tahu mengenai peran penting para primata dan biar kita makin peduli sama mereka, yuk dah langsung aja datang ke Kebun Binatang Ragunan dimana mereka memiliki pusat primata yang dikasi nama Pusat Primata Schmutzer. Continue reading

Share Button
Nov 30

Situs Keraton Kaibon Kesultanan Banten

Share Button

Keraton-Kaibon-BantenAsal-usul Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini diambil dari kata “keibuan”. Pada saat itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat muda sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibunya, Ratu Aisyah.

Pada tahun 1832, keraton dihancurkan oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama-sama dengan keraton lainnya, termasuk Keraton Surosowan. Asal mula penghancuran keraton berdasarkan sejarah yaitu ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, dan juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daendels. Daendels kemudian menjadi marah besar dan akhirnya menghancurkan Keraton Kaibon. Continue reading

Share Button
Jan 31

Museum Kesehatan, Surabaya

Share Button

Departemen Kesehatan Indonesia melalui Pusat Pengembangan Riset Teknologi dan Pelayanan Kesehatan Surabaya, pada tahun 1990 telah memprakarsai sebuah Museum Kesehatan dalam rangka untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya bangsa. Museum ini berisikan beberapa peralatan kesehatan bersejarah sejak dahulu sampai sekarang. Secara resmi pada tanggal 14 September 2004 Menteri Kesehatan meresmikan museum ini bernama Museum Kesehatan Dr Adhyatma yang terletak di Jln Indrapura no 17 Surabaya. Di dalam perkembangannya alat-alat medis sudah sangat canggih tetapi perlu diketahui bahwa terdapat alat-alat medis secara sederhana yang turut ikut berperan. Oleh karena itu melalui museum ini diharapkan menjadi media pendidikan atau pusat pembelajaran bagi masyarakat yang peduli tentang upaya kesehatan. Tujuan utama dibangunnya museum ini adalah untuk menyimpan dan melestarikan benda-benda bernilai historis dalam hal kesehatan sampai saat ini.
Museum Kesehatan ini juga dilengkapi dengan perpustakaan khusus yang mengumpulkan dan melayani semua bahan pustaka seperti buku, kaset rekaman, kliping dan lain-lainnya. Bahan pustaka ini juga menyediakan studi pendalaman budaya dan kesehatan. Koleksinya juga mencakup semua benda-benda bersejarah dalam pelayanan kesehatan dari berbagai daerah yang diperlihatkan dalam bentuknya yang asli, replica, foto, ataupun gambar. Sementara di ruang pamerannya secara teknis dipertunjukkan dalam ruangan yang berbeda yaitu,

  • Sasana Adhytama, menyajikan berbagai koleksi Adhyatma MPH Dr yang pada saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan
  • Sasana Kencana, di ruangan ini dipamerkan berbagai benda bersejarah, lencana dari logam mulia, surat penghargaan dan lain sebagainya. Di ruangan ini juga terdapat sejarah dan profil pelopor museum.
  • Sasana Kespro, menyimpan dan menampilkan berbagai peralatan kesehatan reproduksi.
  • Sasana Genetika, menunjukkan garis keturunan dan silsilah
  • Sarana Kesehatan Budaya, di ruangan ini menampilkan beberapa alat medis yang terkait dengan kepercayaan atau supranatural yang berkembang di masa lampau.
  • Sasana Fauna, di sini terdapat beberapa binatang yang berkhasiat sebagai obat.
  • Sasana Medik dan Non Medik, terdapat berbagai peralatan kesehatan medis dan non medis yang disimpan dan ditampilan untuk digunakan oleh lembaga kesehatan di masa lalu dan menjadi layanan historis yang besar bagi kesehatan masyarakat kita.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai pukul 14.00. Fasilitas umumnya seperti ruang studi koleksi, ruang dokumentasi, ruang administrasi, dan ruang penyimpanan koleksi. Ada juga beberapa fasilitas umum yaitu ruang auditorium, ruang informasi, ruang audiovisual, tempat penjualan tiket, ruang pemeran, pos jaga, parkir, toilet, kafe, sarana ibadah, cinderamata sampai fasilitas penginapan sampai hotel berbintang seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/health_museum.html

 

Share Button
Jan 23

Monumen Kapal Selam, Surabaya

Share Button

Monumen Kapal Selam atau yang biasanya disingkat Monkasel adalah sebuah museum kapal selam yang berlokasi di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Tepat di pusat kota, museum ini sebenarnya merupakan kapal selam milik KRI Pasopati 410 yang termasuk salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet pada tahun 1952. Pertama ditandatangani oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Basofi Soedirman pada Juli 1995 dengan meletakkan batu pertama untuk pondasi. Dan resmi dibuka pada 15 Juli 1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya sampai sekarang.Kapal selam ini dahulunya pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari kependudukan Belanda. Kapal Selam ini lalu dibawa ke darat dan dijadikan monument untuk memperingati keberanian pehlawan Indonesia. Tepat terletak di Jalan Pemuda di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di sekitar monumen ini juga terdapat pemutaran film dimana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Di sini pula anda akan ditemani pemandu wisata lokal yang akan menemani dan menjelaskan sejarah ataupun perjalanan di monumen Kapal Selam ini.
Konsep utama monumen ini salah satunya adalah untuk membuat kawasan wisata baru di Jawa Timur, Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim, Untuk menjaga aman dan bertindak sebagai obyek konservasi dan Sebagai kenangan yang didesikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih. Beberapa ruang bagian disini terbagi menjadi,

  • Ruang untuk haluan Torpedo
  • Ruang Komandan
  • Jembatan Utama dan Pusat Komando
  • Ruang Awak Kapal
  • Ruang Mesin Diesel dan Terminal Mesin
  • Kamar Mesin Listrik
  • Ruangan Torpedo untuk bagian buritan

Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 ini mempunyai beberapa fasilitas pendukung seperti Video Rama, Kolam Renang, Music Live, Rekreasi untuk anak-anak di Sungai Kalimas, sebuah Stan Souvenir, kamar mandi dan area parkir yang luas. Di dalam kompleks pula juga terdapat panggung besar untuk acara tertentu. Video Rama sendiri juga menyajikan film sinematik dan dilengkapi sistem suara stereo yang akan membawa imajinasi anda agar bisa menyatu dengan film mengenai Kapal Selam KRI Pasopati 410 di saat menjalankan tugasnya. Di sisi Sungai Mas sendiri juga terdapat tempat yang bagus dan romantic bagi pasangan muda-mudi atau sarana pendidikan bagi keluarga. Banyak pula hotel yang terdapat di sekitar monumen ini seperti:

Referensi:

  • http://www.monkasel.com/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Kapal_Selam
Share Button
Jan 06

Bali Bird Park, Bali

Share Button

Bali Bird Park adalah salah satu destinasi tour murah ke Bali yang terletak di Desa Singapadu, Kec Sukawati, Kab Gianyar, Bali. Kurang lebih sekitar 12km kea rah timur Kota Denpasar. Searah dengan desa kerajinan kayu dan patung Batubulan serta tempat kerajinan emas dan perak yang ada di celuk Gianyar. Dapat anda tempuh sekitar satu jam dari bandara Ngurah rai. Lokasi wisata ini terkenal dengan burung yang sangat langka yaitu Jalak Bali. Dibuka pertama kalinya pada bulan Oktober 1995. Lebih dari 1.000 satwa unggas dari 250 spesies yang dipelihara di taman ini seperti Burung Cendrawasih, Kaswari, Pelican, Merpatai, Bangau, Kakak Tua, dan satwa unggas lainnya. Continue reading

Share Button