Nov 05

Sinkronisasi Hindu-Budha di Goa Gajah, Bali

Share Button

Goa-Gajah-BaliBali memang surga wisata. Keberagaman budaya dan berbagai pesona wisata yang dimiliki menjadikan Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia. Tak hanya pantainya yang indah, Bali juga menyimpan pesona keindahan goa yang sarat akan sejarah. Salah satunya adalah Goa Gajah. Sebenarnya goa gajah adalah sebuah tempat pertapaan yang kini difugsikan sebagai pura. Namun karena lebih berbentuk seperti goa sehingga disebut dengan goa gajah. Goa ini berjarak sekitar 27 km dari Denpasar, tepatnya di Desa Bedulu, Blahbatu, Gianyar. Goa Gajah berada di jalur jalan raya antara Ubud dan Kintamani. Nilai sejarah yang termuat di goa ini menjadikan goa ini tercatat dalam daftar tentatif, oleh UNESCO, sebagai warisan dunia bidang kebudayaan pada tanggal 19 Oktober 1995. Continue reading

Share Button
Nov 01

Kota Tua Surabaya, Surga bagi Fotografer

Share Button

jalan gulaSurabaya merupakan salah satu kota penting dalam sejarah Indonesia. Keberanian arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan negara ini menjadikan kota ini mendapat julukan Kota Pahlawan. Hingga saat ini, kita masih bisa menemukan berbagai gedung tua di Surabaya yang menjadi saksi dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Continue reading

Share Button
Jun 15

Pantai Blado, Trenggalek

Share Button

pantai bladoPantai Blado merupakan salah tempat wisata yang menarik di Trenggalek. Dengan pantai yang berhadapan lansung dengan Samudra Hindia, disini para pencinta surfing akan mendapatkan gelora ombak yang cukup besar dan menyenangkan.

Pantai Blado terletak di desa Munjungan, sekitar 47km dari kota Trenggalek dengan lebar pantai seluas 3 km. Konon, nama Munjungan berasal dari ungkapan bahasa Jawa, yakni munjung-munjung ing pangan (jumlah makanan yang berlebih-lebihan). Alkisah, penduduk asli di sini merupakan pengungsian dari sebagian pasukan Diponegoro ketika melawan Belanda. Sehingga tidak heran apabila daerah ini relatif sulit dijangkau terutama di waktu lampau.

Namun, saat ini untuk mengunjungi pantai Blando sudah jauh lebih mudah. Mulai dari tahun 1975 sampai sekarang, pemerintah telah melakukan banyak pengembangan terutama jalur dari kota menuju daerah Munjungan ini. Banyak bukit-bukit besar yang sudah diratakan untuk menjadi jalan dan pelebaran jalan pun sudah digiatkan di sepanjang jalur ini.

Pantai Blado dengan pohon KelapaDaerah Munjungan juga kaya akan berbagai hasil bumi, seperti kelapa, cengkeh, dan Durian. Beberapa tahun belakangan kayu Sengon pun menjadi andalan utama daerah ini, terutama untuk pasar export. Di sepanjang pantai anda juga akan mendapati pohon kelapa yang membuat suasana menjadi rindang dan asri.

Karang di pantai BladoBagi anda yang tertarik untuk menyaksikan upacara adat tradisional, daerah Munjungan cukup dikenal dengan acara labuh Laut Longkangan. Updara adat ini cukup rutin digelar oleh masyarakat nelayan setiap hari Jumat Kliwon, bulan Selo (penanggalan Jawa). Acara ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya tangkapan hasil laut dan juga peringatan kepada leluhur Roro Puthut yang konon diberi mandat oleh Ratu Pantai Selatan untuk menjaga kawasan pantai ini.

Referensi

  • http://www.eastjava.com/tourism/trenggalek/ina/blado-beach.html
  • http://jawatimuran.wordpress.com/2012/05/11/munjungan-trenggalek/
Share Button
Nov 30

Situs Keraton Kaibon Kesultanan Banten

Share Button

Keraton-Kaibon-BantenAsal-usul Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini diambil dari kata “keibuan”. Pada saat itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat muda sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibunya, Ratu Aisyah.

Pada tahun 1832, keraton dihancurkan oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama-sama dengan keraton lainnya, termasuk Keraton Surosowan. Asal mula penghancuran keraton berdasarkan sejarah yaitu ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, dan juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daendels. Daendels kemudian menjadi marah besar dan akhirnya menghancurkan Keraton Kaibon. Continue reading

Share Button
Jul 23

Tugu Kilometer Nol, Aceh

Share Button

Tugu Kilometer Nol Aceh 1Tugu Kilometer Nol adalah sebuah bangunan yang dijadikan sebagai tanda titik awal perhitungan kilometer Indonesia. Bangunan ini menjulang setinggi 22,5m dan terletak pada ketinggian 43,6m di atas permukaan laut. Berbentuk lingkaran berjeruji dan semua bagiannya di cat dengan warna putih. Bagian atas lingkaran ini menyempit seperti mata bor. Di puncak tugunya terdapat patung burung garuda yang menggenggam angka nol. Selain itu, di dinding bangunan juga terdapat prasasti peresmian tugu yang ditandatangani oleh Try Sutrisno saat Continue reading

Share Button
Jun 13

Pulau Mansinam, Papua

Share Button

Pulau Mansinam Papua 1Pulau Mansinam adalah sebuah pulau yang mempunyai luas 410.97ha dan terletak di Teluk Doreh, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sekitar 154 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 5 Februari 1855, ada dua orang pengabar injil asal Jerman yaitu C.W Ottow dan Johann Gottlob Geissler yang menginjak kaki Continue reading

Share Button
Apr 18

Museum Pos Indonesia, Bandung

Share Button

Museum Pos Indonesia menyimpan perjalanan sejarah layanan pos di Indonesia sejak jaman kolonial hingga Indonesia merdeka. Museum yang terletak di Jalan Cilaki no 73 Bandung ini dibangun sekitar tahun 1920 oleh arsitek J Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan gaya arsitek Italia masa Renaissans. Gedung seluas 706meter persegi ini kemudian difungsikan sebagai museum dengan nama Museum Pos Telegrap dan Telepon. Peran dan fungsi museum ini terus Continue reading

Share Button
Apr 10

Gedung Sate, Bandung

Share Button

Gedung Sate adalah sebuah gedung yang mempunyai ciri khas berupa ornamen tusuk sate tepat di menara sentralnya yang telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota bandung. Gedung ini tidak hanya terkenal di Bandung saja bahkan di seluruh Indonesia. Didirikan pada 27 Juli 1920 yang memang pada awalnya dibangun sebagai pusat pemerintahan pada saat itu Continue reading

Share Button