Nov 30

Situs Keraton Kaibon Kesultanan Banten

Share Button

Keraton-Kaibon-BantenAsal-usul Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini diambil dari kata “keibuan”. Pada saat itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat muda sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibunya, Ratu Aisyah.

Pada tahun 1832, keraton dihancurkan oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama-sama dengan keraton lainnya, termasuk Keraton Surosowan. Asal mula penghancuran keraton berdasarkan sejarah yaitu ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, dan juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daendels. Daendels kemudian menjadi marah besar dan akhirnya menghancurkan Keraton Kaibon. Continue reading

Share Button
Jul 23

Tugu Kilometer Nol, Aceh

Share Button

Tugu Kilometer Nol Aceh 1Tugu Kilometer Nol adalah sebuah bangunan yang dijadikan sebagai tanda titik awal perhitungan kilometer Indonesia. Bangunan ini menjulang setinggi 22,5m dan terletak pada ketinggian 43,6m di atas permukaan laut. Berbentuk lingkaran berjeruji dan semua bagiannya di cat dengan warna putih. Bagian atas lingkaran ini menyempit seperti mata bor. Di puncak tugunya terdapat patung burung garuda yang menggenggam angka nol. Selain itu, di dinding bangunan juga terdapat prasasti peresmian tugu yang ditandatangani oleh Try Sutrisno saat Continue reading

Share Button
Jun 13

Pulau Mansinam, Papua

Share Button

Pulau Mansinam Papua 1Pulau Mansinam adalah sebuah pulau yang mempunyai luas 410.97ha dan terletak di Teluk Doreh, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Sekitar 154 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 5 Februari 1855, ada dua orang pengabar injil asal Jerman yaitu C.W Ottow dan Johann Gottlob Geissler yang menginjak kaki Continue reading

Share Button
Apr 18

Museum Pos Indonesia, Bandung

Share Button

Museum Pos Indonesia menyimpan perjalanan sejarah layanan pos di Indonesia sejak jaman kolonial hingga Indonesia merdeka. Museum yang terletak di Jalan Cilaki no 73 Bandung ini dibangun sekitar tahun 1920 oleh arsitek J Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan gaya arsitek Italia masa Renaissans. Gedung seluas 706meter persegi ini kemudian difungsikan sebagai museum dengan nama Museum Pos Telegrap dan Telepon. Peran dan fungsi museum ini terus Continue reading

Share Button
Apr 10

Gedung Sate, Bandung

Share Button

Gedung Sate adalah sebuah gedung yang mempunyai ciri khas berupa ornamen tusuk sate tepat di menara sentralnya yang telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota bandung. Gedung ini tidak hanya terkenal di Bandung saja bahkan di seluruh Indonesia. Didirikan pada 27 Juli 1920 yang memang pada awalnya dibangun sebagai pusat pemerintahan pada saat itu Continue reading

Share Button
Jan 29

Gedung Negara Grahadi, Surabaya

Share Button

Gedung Negara Grahadi merupakan sebuah gedung di Surabaya yang dibangun pada tahun 1795 pada masa Residan Dirk Van Hogendorps. Pada awalnya gedung ini menghadap ke Kalimas di sebelah utara, sehingga pada sore hanrinya pengunjung dapt melihat perahu-perahu yang menelusuri sungai tersebut. Perahu-perahu ini jga dimanfaatkan untuk sarana transportasi karena mereka datang dan pergi naik perahu. Pada tahun 1802 gedung ini diubah letaknya dengan menghadap ke selatan seperti terlihat sekarang ini. Dan sekarang gedung ini difungsikan sebagai Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur. Pada awalnya Grahadi ini berlokasi di pinggiran kota dan digunakan sebagai rumah kebun untuk peristirahatan pejabat Belanda. Sekarang tempat ini bisa digunakan untuk pelantikan pejabat dan upacara peringatan Hari Nasional seperti Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Setiap tanggal 17 setiap bulannya diadakan upacara penaikan bendera merah putih yang dilakukan oleh para pelajar atau mahasiswa bahkan kelompok masyarakat di Surabaya. Dan sejak tahu 1991 Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah membuka gedung ini untuk tempat wisata bersama.
Bangunan peninggalan kolonial ini kini sudah berusia lebih dari 200 tahun tetapi sampai saat ini masih tetap terlihat anggun dan terpelihara denagn baik. Berlokasi di Jl Gubernur Suryo no 7 Surabaya yang berhadapan langsung dengan Monumen Suryo. Terdiri dari dua lantai dengan gedung utama seluas 2,106 meter persegi, bangunan penunjang seluas 4,126meter persegi yang didirikan di atas tanah seluas 1,6 ha. Memiliki empat pilar penyangga balkon depan dan delapan pilar di teras selasarnya. Pagar betonnya telah digantikan dengan dinding tembok dihias relief di sepanjang permukaan yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya semasa revolusi kemerdekaan.
Pada teras depan diisi beberapa set meja dan kursi antik, dihiasi lampu-lampu gantung yang menjadi penerang pada malam hari, dan pilar-pilar dengan ornamen keemasan. Tiga pasang pintu jati tinggi yang berdaun ganda tampak diapit oleh jendela kaca bening dengan memberi kesan mewah berwibawa. Ada pula sepasang rumah-rumahan kecil yang terbuat dari kayu jati berukir indah yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan ayam bekisar atau sejenis unggas lainnya. Pada lorong teras depan dipasang marmer pada lantai serta pilar-pilar beton yang berjajar rapi. Di depan gedung terdapat deretan pohon tinggi palm serta halaman rumput hijau segar yang dipotong rapi sehingga menciptakan pemandangan yang sangat asri. Gedung Grahadi ini sendiri mempunyai kamar sekelas hotel berbintag lima yang pernah digunakan oleh Presiden Susilo dan Wpres Busiono pada kesempatan yang berbeda. Namun jika anda ingin menginap di hotel lainnya mulai dari hotel kelas melati sampai berbintang seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Grahadi
  • http://thearoengbinangproject.com/2012/03/gedung-grahadi-surabaya/
Share Button
Jan 29

Tugu Pahlawan, Surabaya

Share Button

Tugu Pahlawan adalah sebuah monument atau tugu yang menjadi kebanggan Kota Surabaya. Monumen setinggi 41,15m ini berbentuk lingga atau paku yang terbalik. Tubuh monumennya berbentuk lengkungan-lengkungan sebanyak 10 dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canaluresnya mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Sebuah tanggal bersejarah bukan hanya untuk penduduk Surabaya, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia yaitu Hari Pahlawan dimana arek-arek Surabaya berjuang melawan pasukan sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah Indonesia lagi. Berada di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan berdekatan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu Pahlawan sendiri merupakan ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawab yang berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektar dan secara administrative berada di wilayah Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.
Ada dua pendapat siapa yang menjadi pemrakarsa sekaligus arsitektur monumen ini. Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya dan kemudian beliau meminta Ir.Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud dan untuk selanjutnya diajukan ke Presiden Soekarno. Sedangakan menurut Ir.Soendjasmono, pemrakarsa ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Surabaya. Pada awalnya pekerjaan pembangunan Tugu Pahlawan ini ditangani oleh Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesia Engineering Corporation yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja dan akhirnya monumen ini pada tanggal 10 November 1952.
Pada salah satu sisi, terdapat patung mantan Presiden Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta ketika sedang membacakan proklamasi kemerdekaan diantara pilar-pilar tinggi yang menyerupai reruntuhan satu bangunan. Pada pilar-pilar ini juga terdapat tulisan-tulisan pembangkit sembangat kemerdekaan yang menyerupai coretan-coretan. Bentuk unik inilah yang menjadi tempat favorit untuk berfoto. Lokasi nya yang mudah dicapai atau sangat strategis ini lah yang menjadikan tugu ini sering dikunjungi. Bermacam-macam tumbuhan yang menarik juga merupakan salah satu daya tarik. Untuk masuk pun anda tidak akan dikenakan biaya apapun.
Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan ini pun terdapat museum yang digunakan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya. Di museum ini sendiri juga terdapat foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 2000 oleh Mantan Presiden K.H Abdurahman Wahid. Jika berkunjung kesini anda tidak perlu khawatir karena banyak penjual makanan yang beraneka ragam. Apalagi saat hari minggu pagi, tempat ini sangat ramai dikunjungi masyarakat. Banyak hotel yang bisa anda singgahi jika anda berasal dari luar kota yang ingin menikmati indahnya Kota Surabaya, seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Pahlawan
  • http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/326-tugu-pahlawan-surabaya.html
Share Button
Jan 26

Museum WR Soepratman, Surabaya

Share Button

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lahir pada 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ayahnya benranama Senen dan beliau diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik atau yang biasa dikenal dengan Sastromiharjo. Pada bulan Oktober 1928 tepatnya di Jakarta diadakan sebuah Konggres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan pada penutupan konggres sendiri, Supratman mendengarkan lagu ciptaannya tersebut dimainkan secara instrumental di depan para peserta. Pada saat itu pertama kalinya lagu Indonesia Raya dimainkan di depan publik. Semua partisipan sangat menikmatinya, dan sejak kejadian tersebut lagu Indonesia Raya tidak pernah ketinggalan dinyanyikan di setiap konggres. Lagu ini merupakan perwujudan dari keinginan bersama untuk sebuah kemerdekaan.
Demi mengenang jasa WR Soepratman, telah dibangun museum WR Soepratman yang berada di Tambaksari, Surabaya tepatnya Jalan Mangga no 21. Di museum ini bisa dilihat tulisan tangan dari Sopratman sendiri ketika beliau menciptakan lagu Indonesia Raya saat pertama kali dan juga biola sejarah yang menemaninya saat membuat lagu kebangsaan tersebut. Lokasi museum ini berdekatan dengan makam beliau yang meninggal pada 17 Agustus 1938. Sejak menciptakan lagu tersebut, beliau sering diburu pihak Belanda yang menjadikan beliau sering sakit-sakitan. Lagu terakhir Soepratman sendiri berjudul Matahari Terbit dan karena lagu itulah beliau dipenjara di Kalisosok lalu pada akhirnya meninggal dunia. Tepatnya 26 Juni 1959, Pemerintah Regulasi 44 mengumumkan bahwa Indonesia Raya adalah lagu Kebangsaan Indonesia.
Bentuk museum ini mudah dikenali dikarenakan bentuknya yang berbeda dengan rumah-rumah penduduk sekitar. Museum ini berbentuk rumah yang tembok dan atasnya terbuat dari kayu. Di halaman belakangnya terdapat patung WR Soepratman seukuran manusia yang sedang bermain bola. Sering dalam keadaan terkunci dan ada salah satu warga yang merawatnya. Di dalamnya terdapat foto-foto WR Soepratman dengan keluarganya dan teman dekat beliau, di pojokan terdapat lemari berisi replica biola. Terdapat dua kamar tidur di dalam rumah ini. Apabila anda berminat mengunjungi museum ini, lebih baik anda meminta ijin ke Disparta. Namun jika anda tidak ingin repot-repot anda bisa datang langsung ke museum ini pagi atau sore karena saat jam tersebut petugas sedang mengurus museum ini dan anda bisa dibantu untuk membukakan pintunya. Anda tidak perlu khawatir jika kelaparan atau kehausan jika berkunjung ke museum ini karena bnayk warga yang menjual makanan ringan samapi nasi yang beraneka ragam. Untuk menginpa pun anda juga tidak perlu khawatir karena banyak hotel-hotel sampai kelas melati terdapat di sekitar museum seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/wr-soepratman-museum.html
  • http://wisataman.wordpress.com/2012/02/17/seputar-tamanmundu-museum-rumah-wafat-wr-supratman/
Share Button