Jan 19

Menyaksiksan Kemegahan Istana Air Taman Sari

Share Button

tamansari-1Sebagai daerah istimewa, keraton Yogyakarta merupakan salah satu destinasi yang harus didatangi kala liburan ke kota Gudeg ini. Salah satunya adalah Taman Sari yang memiliki arti taman yang indah. Istana air yang berada di 1 km barat Kraton ini dibangun pada tahun 1758 sebagai rumah peristirahatan bagi keluarga Sultan Hamengkubuwono I. Meski sempat rusak parah terkena gempa di tahun 1867, beberapa bagian dari kebun istana ini sempat dipulihkan, yakni hanya di bagian barat daya kompleks Kedhaton. Taman sari dulunya memiliki luas mencapai 10 hektar lebih, yang membentang mulai dari sebelah barat daya Kedhaton hingga bagian tenggara kompleks Magangan. Selain itu terdapat 57 bangunan yang terdiri dari kolam pemandian, gedung, kanal,jempatan gantung, lorong bawah tanah, hingga danau buatan lengkap dengan pulaunya. Continue reading

Share Button
Jan 15

Menikmati Landmark Kota Palembang dari Plaza Benteng Kuto Besak

Share Button

benteng kuto besakKetika anda mendengar kata Palembang maka ingatan anda akan segera tersambung dengan beragam landmark khas kota ini. Mulai dari pempek, sungai Musi, dan kemegahan jembatan Ampera. Ada satu tempat dimana anda bisa menikmati kesemua itu tanpa harus berpindah tempat. Tempat tersebut adalah Plaza Benteng Kuto Besak yang merupakan bekas bangunan keraton Kesultanan Palembang. Dahulunya tempat ini bernama Benteng Kuto Besak dan telah menjadi tempat wisata bagi warga Palembang dan ruang mencari rezeki bagi para pedagang kaki lima. Maka tak mengherankan jika kemudian tempat ini menjadi kumuh dan semerawut. Namun sejak tahun 2000an pemerintah setempat mulai mengelola tempat ini dengan membuat blok-blok yang bersih dan tertata rapi lengkap dengan taman yang menghadap ke sungai musi dan jembatan Ampera. Sejak saat itu tempat ini pun berubah nama menjadi Plaza Benteng Kuto Besak dan menjadi tempat rekreasi keluarga atau pun tempat nongkrong bagi para anak muda. Continue reading

Share Button
Dec 04

Keindahan Tersembunyi Tanjung Ringgit

Share Button

tanjung ringgitLayaknya Bali, Lombok juga menyimpan beragam potensi alamnya yang indah. Jika anda telah mengunjungi pantai tangsi dengan pasirnya yang berwarna pink, kini lanjutkan perjalanan anda ke pantai Tanjung Ringgit. Lokasi keduanya cukup berdekatan, meski jalan untuk ke tanjung ringgit cukup membuat anda lelah. Pasalnya akses untuk ke sana masih rusak dengan sesekali terdapat kubangan air. Namun begitu anda melihat keindahan yang ditawarkan Tanjung Ringgit, perjalanan sulit yang cukup melelahkan itu tidak akan ada artinya. Dengan lokasinya yang berada di ujung tenggara pulau Lombok, tepatnya di kecamatan jerowaru, membuat jarak ke pantai ini cukup jauh dengan Mataram, yakni sejauh 85 km. Continue reading

Share Button
Nov 05

Sinkronisasi Hindu-Budha di Goa Gajah, Bali

Share Button

Goa-Gajah-BaliBali memang surga wisata. Keberagaman budaya dan berbagai pesona wisata yang dimiliki menjadikan Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia. Tak hanya pantainya yang indah, Bali juga menyimpan pesona keindahan goa yang sarat akan sejarah. Salah satunya adalah Goa Gajah. Sebenarnya goa gajah adalah sebuah tempat pertapaan yang kini difugsikan sebagai pura. Namun karena lebih berbentuk seperti goa sehingga disebut dengan goa gajah. Goa ini berjarak sekitar 27 km dari Denpasar, tepatnya di Desa Bedulu, Blahbatu, Gianyar. Goa Gajah berada di jalur jalan raya antara Ubud dan Kintamani. Nilai sejarah yang termuat di goa ini menjadikan goa ini tercatat dalam daftar tentatif, oleh UNESCO, sebagai warisan dunia bidang kebudayaan pada tanggal 19 Oktober 1995. Continue reading

Share Button
Nov 01

Kota Tua Surabaya, Surga bagi Fotografer

Share Button

jalan gulaSurabaya merupakan salah satu kota penting dalam sejarah Indonesia. Keberanian arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan negara ini menjadikan kota ini mendapat julukan Kota Pahlawan. Hingga saat ini, kita masih bisa menemukan berbagai gedung tua di Surabaya yang menjadi saksi dalam mencapai dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Continue reading

Share Button
Jun 15

Pantai Blado, Trenggalek

Share Button

pantai bladoPantai Blado merupakan salah tempat wisata yang menarik di Trenggalek. Dengan pantai yang berhadapan lansung dengan Samudra Hindia, disini para pencinta surfing akan mendapatkan gelora ombak yang cukup besar dan menyenangkan.

Pantai Blado terletak di desa Munjungan, sekitar 47km dari kota Trenggalek dengan lebar pantai seluas 3 km. Konon, nama Munjungan berasal dari ungkapan bahasa Jawa, yakni munjung-munjung ing pangan (jumlah makanan yang berlebih-lebihan). Alkisah, penduduk asli di sini merupakan pengungsian dari sebagian pasukan Diponegoro ketika melawan Belanda. Sehingga tidak heran apabila daerah ini relatif sulit dijangkau terutama di waktu lampau.

Namun, saat ini untuk mengunjungi pantai Blando sudah jauh lebih mudah. Mulai dari tahun 1975 sampai sekarang, pemerintah telah melakukan banyak pengembangan terutama jalur dari kota menuju daerah Munjungan ini. Banyak bukit-bukit besar yang sudah diratakan untuk menjadi jalan dan pelebaran jalan pun sudah digiatkan di sepanjang jalur ini.

Pantai Blado dengan pohon KelapaDaerah Munjungan juga kaya akan berbagai hasil bumi, seperti kelapa, cengkeh, dan Durian. Beberapa tahun belakangan kayu Sengon pun menjadi andalan utama daerah ini, terutama untuk pasar export. Di sepanjang pantai anda juga akan mendapati pohon kelapa yang membuat suasana menjadi rindang dan asri.

Karang di pantai BladoBagi anda yang tertarik untuk menyaksikan upacara adat tradisional, daerah Munjungan cukup dikenal dengan acara labuh Laut Longkangan. Updara adat ini cukup rutin digelar oleh masyarakat nelayan setiap hari Jumat Kliwon, bulan Selo (penanggalan Jawa). Acara ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya tangkapan hasil laut dan juga peringatan kepada leluhur Roro Puthut yang konon diberi mandat oleh Ratu Pantai Selatan untuk menjaga kawasan pantai ini.

Referensi

  • http://www.eastjava.com/tourism/trenggalek/ina/blado-beach.html
  • http://jawatimuran.wordpress.com/2012/05/11/munjungan-trenggalek/
Share Button
Nov 30

Situs Keraton Kaibon Kesultanan Banten

Share Button

Keraton-Kaibon-BantenAsal-usul Nama Keraton Kaibon yang dibangun pada tahun 1815 ini diambil dari kata “keibuan”. Pada saat itu, sultan ke 21 yaitu Sultan Syafiuddin masih sangat muda sehingga pemerintahan dijalankan oleh ibunya, Ratu Aisyah.

Pada tahun 1832, keraton dihancurkan oleh pemerintah Hindia-Belanda bersama-sama dengan keraton lainnya, termasuk Keraton Surosowan. Asal mula penghancuran keraton berdasarkan sejarah yaitu ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, dan juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Dia bahkan memancung kepala Du Puy dan menyerahkannya kembali kepada Daendels. Daendels kemudian menjadi marah besar dan akhirnya menghancurkan Keraton Kaibon. Continue reading

Share Button
Jul 23

Tugu Kilometer Nol, Aceh

Share Button

Tugu Kilometer Nol Aceh 1Tugu Kilometer Nol adalah sebuah bangunan yang dijadikan sebagai tanda titik awal perhitungan kilometer Indonesia. Bangunan ini menjulang setinggi 22,5m dan terletak pada ketinggian 43,6m di atas permukaan laut. Berbentuk lingkaran berjeruji dan semua bagiannya di cat dengan warna putih. Bagian atas lingkaran ini menyempit seperti mata bor. Di puncak tugunya terdapat patung burung garuda yang menggenggam angka nol. Selain itu, di dinding bangunan juga terdapat prasasti peresmian tugu yang ditandatangani oleh Try Sutrisno saat Continue reading

Share Button