Jan 26

Museum WR Soepratman, Surabaya

Share Button

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lahir pada 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ayahnya benranama Senen dan beliau diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik atau yang biasa dikenal dengan Sastromiharjo. Pada bulan Oktober 1928 tepatnya di Jakarta diadakan sebuah Konggres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan pada penutupan konggres sendiri, Supratman mendengarkan lagu ciptaannya tersebut dimainkan secara instrumental di depan para peserta. Pada saat itu pertama kalinya lagu Indonesia Raya dimainkan di depan publik. Semua partisipan sangat menikmatinya, dan sejak kejadian tersebut lagu Indonesia Raya tidak pernah ketinggalan dinyanyikan di setiap konggres. Lagu ini merupakan perwujudan dari keinginan bersama untuk sebuah kemerdekaan.
Demi mengenang jasa WR Soepratman, telah dibangun museum WR Soepratman yang berada di Tambaksari, Surabaya tepatnya Jalan Mangga no 21. Di museum ini bisa dilihat tulisan tangan dari Sopratman sendiri ketika beliau menciptakan lagu Indonesia Raya saat pertama kali dan juga biola sejarah yang menemaninya saat membuat lagu kebangsaan tersebut. Lokasi museum ini berdekatan dengan makam beliau yang meninggal pada 17 Agustus 1938. Sejak menciptakan lagu tersebut, beliau sering diburu pihak Belanda yang menjadikan beliau sering sakit-sakitan. Lagu terakhir Soepratman sendiri berjudul Matahari Terbit dan karena lagu itulah beliau dipenjara di Kalisosok lalu pada akhirnya meninggal dunia. Tepatnya 26 Juni 1959, Pemerintah Regulasi 44 mengumumkan bahwa Indonesia Raya adalah lagu Kebangsaan Indonesia.
Bentuk museum ini mudah dikenali dikarenakan bentuknya yang berbeda dengan rumah-rumah penduduk sekitar. Museum ini berbentuk rumah yang tembok dan atasnya terbuat dari kayu. Di halaman belakangnya terdapat patung WR Soepratman seukuran manusia yang sedang bermain bola. Sering dalam keadaan terkunci dan ada salah satu warga yang merawatnya. Di dalamnya terdapat foto-foto WR Soepratman dengan keluarganya dan teman dekat beliau, di pojokan terdapat lemari berisi replica biola. Terdapat dua kamar tidur di dalam rumah ini. Apabila anda berminat mengunjungi museum ini, lebih baik anda meminta ijin ke Disparta. Namun jika anda tidak ingin repot-repot anda bisa datang langsung ke museum ini pagi atau sore karena saat jam tersebut petugas sedang mengurus museum ini dan anda bisa dibantu untuk membukakan pintunya. Anda tidak perlu khawatir jika kelaparan atau kehausan jika berkunjung ke museum ini karena bnayk warga yang menjual makanan ringan samapi nasi yang beraneka ragam. Untuk menginpa pun anda juga tidak perlu khawatir karena banyak hotel-hotel sampai kelas melati terdapat di sekitar museum seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/wr-soepratman-museum.html
  • http://wisataman.wordpress.com/2012/02/17/seputar-tamanmundu-museum-rumah-wafat-wr-supratman/
Share Button
Jan 25

Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Share Button

Monumen Jalesveva Jayamahe adalah sebuah monumen atau patung raksasa yang dibangun untuk mengenang dan mengingatkan para generasi penerus bangsa bahwa nenek moyang kita dahulunya adalah pelaut yang mampu menjelajahi berbagai benua. Jalesveva Jayamahe sendiri artinya di laut kita tetap jaya, di representasikan oleh patung seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut berpakaian lengkap yang sedang menatap ke laut. Patung perwira ini adalah sosok tunas bangsa yang mewakili generasi penerus dan penuh keyakinan yang siap menghadang ganasnya ombak di lautan yang tentunya juga akan siap menempuh badai di sepanjang perjalanan menuju kea rah yang ditunjukkan yaitu keinginan Bangsa Indonesia mewujudkan NKRI yang adil dan makmur. Monumen Jalasveva Jayamahe juga merupakan tanda dilaksanakannya tongkat estafet dari generasi lama ke generasi baru untuk menyelesaikan tugasnya dan begitu pula kepada generasi berikutnya. Kawasan bangunan ini juga digunakan sebagai menara lampu pemandu bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.

Patung perwira ini memiliki tinggi 31meter dan berdiri di atas gedung setinggi 29meter sehingga total keseluruhan yang menjulang setinggi 60meter sehingga anda masih dapat melihatnya degan jarak yang jauh. Di dinding gedungnya terdapat diorama sejarah kepahlawanan pejuang-pejuang bahari sejak zaman pra revolusi fisik. Monumen ini dibangun pada tahun 1990an dan diresmikan pada tanggal 5 Desember 1996 oleh mantan Presiden Soeharto. Di samping patung perwira berukuran sangat besar ini juga terdapat sebuah gong yang memiliki ukuran terbesar di seluruh Indonesia. Gong ini diberi nama Kiai Tentrem yang terbuat dari bahan logam kuningan yang dilapisi anti karat. Beratnya 2,2 ton, tebal logam kuningannya 6mm dan diameternya 5meter. Selain menikmati indahnya Selat Maduradan kapal-kapal yang lalu lalang ataupun patung raksasa tersebut, disini anda juga dapat berbelanja souvenir sebagai oleholeh yang meliputi pakaian, tas, topi, ataupun atribut yang mengenai TNI AL.
Dalam pergelaran peristiwa sejarah TNI AL berikutnya, bagian ujung sangat berperan penting yaitu yang merupakan pangkalan kapal-kapal perang TNI AL terbesar sampai sekarang. Karena itulah Monumen Jalesveva Jayamahe dibangun di ujung Surabaya. Selain itu diharapkan pula pendirian monument ini dapat menambah semaraknya Ujung Surabaya yang berarti iku menambahnya referensi Surabaya menjadi Kota Pahlawan.
Anda tidak perlu khawatir karena di sekitar lokasi ini banyak terdapat rumah makan atau pujasera yang menyajikan makanan khas Kota Surabaya. Tidak hanya itu banyak pula terdapat penginapan yang disewakan bahkan hotel-hotel dari yang kelas melati sampai yang berbintang seperti:

Referensi:

  • http://wahw33d.blogspot.com/2012/08/monumen-jalesveva-jayamahe-monjaya.html
Share Button
Jan 23

Monumen Kapal Selam, Surabaya

Share Button

Monumen Kapal Selam atau yang biasanya disingkat Monkasel adalah sebuah museum kapal selam yang berlokasi di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Tepat di pusat kota, museum ini sebenarnya merupakan kapal selam milik KRI Pasopati 410 yang termasuk salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet pada tahun 1952. Pertama ditandatangani oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Basofi Soedirman pada Juli 1995 dengan meletakkan batu pertama untuk pondasi. Dan resmi dibuka pada 15 Juli 1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya sampai sekarang.Kapal selam ini dahulunya pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari kependudukan Belanda. Kapal Selam ini lalu dibawa ke darat dan dijadikan monument untuk memperingati keberanian pehlawan Indonesia. Tepat terletak di Jalan Pemuda di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di sekitar monumen ini juga terdapat pemutaran film dimana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Di sini pula anda akan ditemani pemandu wisata lokal yang akan menemani dan menjelaskan sejarah ataupun perjalanan di monumen Kapal Selam ini.
Konsep utama monumen ini salah satunya adalah untuk membuat kawasan wisata baru di Jawa Timur, Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim, Untuk menjaga aman dan bertindak sebagai obyek konservasi dan Sebagai kenangan yang didesikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih. Beberapa ruang bagian disini terbagi menjadi,

  • Ruang untuk haluan Torpedo
  • Ruang Komandan
  • Jembatan Utama dan Pusat Komando
  • Ruang Awak Kapal
  • Ruang Mesin Diesel dan Terminal Mesin
  • Kamar Mesin Listrik
  • Ruangan Torpedo untuk bagian buritan

Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 ini mempunyai beberapa fasilitas pendukung seperti Video Rama, Kolam Renang, Music Live, Rekreasi untuk anak-anak di Sungai Kalimas, sebuah Stan Souvenir, kamar mandi dan area parkir yang luas. Di dalam kompleks pula juga terdapat panggung besar untuk acara tertentu. Video Rama sendiri juga menyajikan film sinematik dan dilengkapi sistem suara stereo yang akan membawa imajinasi anda agar bisa menyatu dengan film mengenai Kapal Selam KRI Pasopati 410 di saat menjalankan tugasnya. Di sisi Sungai Mas sendiri juga terdapat tempat yang bagus dan romantic bagi pasangan muda-mudi atau sarana pendidikan bagi keluarga. Banyak pula hotel yang terdapat di sekitar monumen ini seperti:

Referensi:

  • http://www.monkasel.com/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Kapal_Selam
Share Button
Jan 23

Monumen Bambu Runcing, Surabaya

Share Button

Sebuah monumen berdiri terletak di jalan Jendral Panglima Sudirman Surabaya yang berbentuk bamboo runcing. Sehingga monumen ini dinamakan Monumen Bambu Runcing. Bentuknya sekumpulan bamboo runcing yang merupakan lambing semangat arek-arek Suroboyo ketika melawan penjajah dengan menggunakan senjata apa adanya meskipun dengan sebilah bamboo yag ujungnya diruncingkan. Bambu Runcing sendiri merupakan ikon Kota Surabaya selain Tugu Pahlawan. Para wisatawan juga bisa memarkir kendaraannya di sekitar taman sebelah timur jalan, baik yang roda dua atau roda empat. Di ujung jalan Embong Ploso menjadi pertemuan dan di tengahnya terdapat taman yang cukup teduh sehingga banyak dimanfaatkan para pengunjung untuk beristirahat sejenak.
Monumen ini terdiri atas lima pilar beton yang tingginya tidak seragam dan bentuknya menyerupai bambu runcing. Ketinggiannya sekitar belasan meter, pada saat tertentu pompa airnya dijalankan sehingga airnya akan keluar dari masing-masing lubang bamboo. Monumen ini dikelilingi uleh berbagai tanaman hias warna-warni sehingga tampak sangat sejuk dan segar saat melintasi perjalanan di sekitarnya yang sangat penat dan macet apalagi menjelang sore hari. Bambu runcing sendiri merupakan senjata tradisional yang dipergunakan Tentara Indonesia dahulu dalam melakukan pertempuran melawan kolonialisme Belanda. Tepatnya tanggal 10 November 1945 dan sampai sekarang tanggal tersebut dirayakan sebagai Hari Pahlawan. Pada masanya, bamboo ini dibentuk meruncing seperti tombak yang akan menusuk musuh. Bambu ini dibuat berkaitan dengan terbatasnya senjata modern yang ada saat itu dan untuk menunjukkan semangat di antara prajurit sebagai warga sipil Indonesia.
Letaknya di jantung kota yang menjadikannya lokasi ini ramai para pengunjung dan banyak yang mengenali keberadaannya karena sering banyak nya kendaraan yang melintasinya. Monumen ini juga berdekatan dengan Kebun Binatang Surabaya, Tunjungan Plaza dan Tugu Pahlawan Surabaya. Di sekitar sini ramai di datangi kaum anak muda terutama jika malam hari bisa dijadikan tempat tongkrongan di sekitarnya. Banyak penjual makanan, warung kopi bahkan kafe terdapat di sekitar Monumen Bambu Runcing sendiri. Banyak juga terdapat hotel-hotel jika anda ingin berlibur beberapa hari di Kota Surabaya ini seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/bamboo-monument.html
Share Button
Nov 30

Kotagede, Yogyakarta

Share Button

Kotagede merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kota Yogyakarta. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul dan di sebelah baratnya Kecamatan Umbulharjo. Nama Kotagede sendiri diambil dari nama kawasan Kota Lama Kotagede. Wilayah kecamatan ini merupakan bagian dari bekas Kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya sedangkan bagian lainnya berada di wilayah Kecamatan Banguntapan, Bantul. Dalam perkembangannya Kotagede sendiri selalu ramai oleh pengunjung atau wisatawan. Berbagai peninggalan sejarah juga ada disini seperti,

  • Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Dengan anda berjalan sekitar 100 meter kea rah selatan dari Pasar Kotagede, anda akan menemukan kompleks makam para pendiri Kerajaan Islam Mataram dengan dikelilingi tembok yang tinggi dan kokoh. Beberapa abdi dalamnya berbusana adat jawa untuk menjaga kompleks ini 24 jam. Anda akan melewati tiga gapura sebelum sampai ke gapura terakhir yang menuju makam. Untuk memasuki kawasan ini anda juga harus menggunakan pakaian adat jawa. Jika di dalam sini anda akan dilarang untuk memotret atau membawa perhiasan berlebihan demi menjaga kehormatan para pendiri Kerajaan Mataram.
  • Masjid Kotagede, Jika ke Kotagede tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Masjid Kotagede yang merupakan masjid tertua di Jogja dan masih berada di kompleks makam. Ada lorong sempit yang tak ada salahnya jika anda telusuri, arsiteknya masih utuh yang menggambarkan kehidupan masyarakat sehari hari di Kotagede.
  • Rumah Tradisional, Terdapat tepat di seberang jalan dari kompleks makam anda akan melihat sebuah rumah tradisional Jawa.
  • Kedhaton, Dengan berjalan ke selatan sedikit lagi, anda akan melihat tiga pohon beringin yang berada tepat di tengah jalan. Di tengahnya terdapat bangunan kecil yang menyimpan watu gilang, sebuah batu hitam berbentuk bujur sangkar yang permukaannya terdapat tulisan bahasa Inggris. Di dalam bangunan itu juga terdapat watu cantheng yang merupakan tiga bola terbuat dari batu berwarna kuning. Masyarakat setempat mengira bahwa bola batu adalah mainan Putra Panembahan Senapati. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa benda sebenarnya merupakan peluru meriam kuno.
  • Reruntuhan Benteng, Yang asli nya masih bisa anda lihat di pojok barat daya dan tenggara dan temboknya setebal empat kaki terbuat dari balok.

Sebagai kota tua bekas Ibu Kota Kerajaan, kota Kotagede merupakan kota warisan yang sangat berpotensi bagi kemakmuran masyarakat. Berjalan jalan menyusuri Kotagede akan member pengalaman dan menambah wawasan sejarah terkait Kerajaan Mataram islam yang pernah Berjaya di Pulau Jawa. Jika anda berasal dari luar kota, anda tidak perlu khawatir karena banyak terdapat hotel di sekitarnya seperti,

 

 

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kotagede,_Yogyakarta
  • http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/historic-and-heritage-sight/kotagede/
Share Button
Nov 26

Lubang Jepang, Bukit Tinggi

Share Button

Lubang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lubang Jepang ini  merupakan sebuah terowongan perlindungan yang dibangun oleh tentara pendudukan masa Jepang sekitar tahun 1942  ditujukan untuk kepentingan pertahanan.
Sebelumnya, Lubang ini dibangun sebagai tempat menyimpan perbekalan dan peralatan perang oleh tentara Jepang dengan panjang terowongan sekitar 1400meter dan berkelok-kelok serta memiliki lebar 2meter. Beberapa ruangan khusus terdapat di terowongan ini, antaranya adalah ruang pengintai, ruang penjara, ruang penyergapan dan gudang senjata. Selain lokasinya yang sangat strategis di pusat kota yang merupakan dulunya jenis tanah yang jika bercampur air akan semakin kokoh. Bahkan saat terjadi gempa di Sumatera Barat tahun 2009 lalu tidak banyak terhjadi perusakan di struktur terowongan ini.

Diperkirakan puluhan sampai ribuan tenaga kerja di pakasa atau romusha di kerahkan dari Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan untuk menggali terowongan ini. Pemulihan tenaga kerjanya yang diambil dari luar daerah merupakan strategi colonial Jepang untuk menjaga kerahasiaan proyek ini. Tenaga kerja dari Bukittinggi  sendiri dikerahkan untuk mengerjakan terowongan pertahanan di bandung dan Pulau Biak.
Lubang jepang sendiri ditemukan oleh masyarakat sekitar pada tahun 1946 dengan kondisi yang lumayan mencekam. banyak tulang-tulang manusia yang berserakan di lantai sepanjang terowongan. Di tahun tersebut pemerintah kota Bukittinggi mengubur tulang belulang dan membersihkannya. Kemudian pemerintah kota menata terowongan tersebut untuk menjadi salah satu objek wisata dan menambahnya dengan sarana pendukung. Peresmiannya terjadi tanggal 11 Maret 1986. Pada tahun 2004 diadakan renovasi lagi.

Di dalam Lubang Jepang terdapat beberapa lorong yang bercabang-cabang yang dahulunya lorong tersebut digunakan untu berbagai kebutuhan seperti tempat rapat, tempat makan, kamar tidur dan ruang tahanan. Ruang-ruang tersebut sampai sekarang masih terawat dengan baik dan bisa dikunjungi oleh para wisatawan.
Untuk mencapai lokasi wisata ini perjalanan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih dua jam menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi . Banyak fasilitas yang di sukung oleh pemerintah di tempat wisata ini seperti warung makanan atau minuman, kamar madi, sampai tempat peribadahan. Berhubung lokasinya yang berada di tengah kota, maka para wisatawan luar kota ataupun luar pulau dapat menginap di hotel-hotel yang berada di kawasan kota, seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Lubang_Jepang_Bukittinggi
  • http://www.wisatamelayu.com/id/tour/425-Lubang-Jepang-Lobang-Jepang/navcat
Share Button
Nov 04

Kota Lama, Semarang

Share Button

Kota Lama merupakan potongan sejarah dimana Ibu Kota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dan inipun menghadirkan keunikan tertentu, sebuah gradasi yang bisa dikatakan jarang ada ketika ada dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau sering disebut Outstadt atau Little Netherland. Mencakup setiap daerah dimana adanya gedung-gedung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, istilah Kota Lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo. Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa. Hal ini bisa dilihat dari detail dan gaya bangunannya yang identik dengan Eropa. Seperti halnya ukuran pintu dan jendela yang sangat besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atapnya yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal seperti ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang ke Indonesia.

Dari segi tata kotanya, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja Blenduk dan kantor-kantor sebagai pusatnya. Bangunan-bangunan yang megah bergaya indis dengan tata kota berpola memusat ini menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis untuk dikisahkan.

Ada satu bangunan yang wajb anda kunjungi saat singgah di Kota Lama adalah Gereja Blenduk yang usianya sekitar lebih dari seperempat abad. Gereja yang mempunyainama asli Nederlandsch Indeische Kerk yang sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat peribadahan. Disebut dengan nama Blenduk sendiri karena memiliki atap yang berbentuk kubah berwarna merah bata terbuat dari perunggu serta dua menara kembar yang ada di depannya.Masyarakt pribumi sendiri kesulitan untuk mengucapkannya dan akhirnya menyebutnya dengan Blenduk. Perubahan nama juga terjadi pada Jembatan Berok yang dahulunya merupakan pintu gerbang menuju Kota Lama. Yang mempunyai nama asli burg dan dilafalkan menjadi berok dan terus dipakai sampai sekarang ini.

Untuk daerah lainnya bisa di Mercusuar, Stasiun Semarang Tawang, Susteran Ordo Fransiskan, Jembatan Mberok, Bank Export Import Indonesia, PT Djakarta Lloyd, PT Pelni, PT Perkebunan XV, Kantor Gabungan Koperasi Bati, dan masih banyak lainnya. Di sekitar lokasi wisata ibni banyak dijumpai pedagang atau warung-warung makan yang biasanya ramai pada saat malam harinya.Banyak pula penginapan yang disediakan oleh penduduk sekitar atau biasanya berupa losmen. Namun tidak sedikit pula adanya hote di sekitar lokasi wisata ini, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
Share Button
Sep 22

Kota Lama, Semarang

Share Button

Kota Lama merupakan potongan sejarah dimana Ibu Kota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dan inipun menghadirkan keunikan tertentu, sebuah gradasi yang bisa dikatakan jarang ada ketika ada dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau sering disebut Outstadt atau Little Netherland. Mencakup setiap daerah dimana adanya gedung-gedung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, istilah Kota Lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa. Hal ini bisa dilihat dari detail dan gaya bangunannya yang identik dengan Eropa. Seperti halnya ukuran pintu dan jendela yang sangat besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atapnya yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal seperti ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang ke Indonesia.
Dari segi tata kotanya, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja dan kantor-kantor sebagai pusatnya. Bangunan-bangunan yang megah bergaya indis dengan tata kota berpola memusat ini menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis untuk dikisahkan.
Ada satu bangunan yang wajb anda kunjungi saat singgah di Kota Lama adalah Gereja Blenduk yang usianya sudah melebihi seperempat abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk ini masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi landmark Kota Semarang. Disebut dengan nama Blenduk sendiri karena memiliki atap beberntuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya.
Di seberang Gereja Blenduk sendiri juga terdapat gedung kuno yang menjadi kantor Asuransi yang biasa disebut Gedung Jiwasraya.

Ada juga yang tidak kalah menariknya adalah Gedung marabunta dengan ornament semut raksasa di atapnya, tempat ini pernah dilangsungkan sebuah pertunjukan seorang spionase wanita cantik bernama Matahari. Terdapat pabrik rokok indi yang bangunannya sangat terawatt dengan nuansa merah putih. Ada juga Stasiun lawang dengan gaya arsitektur indis yang masih dioperasikan hingga sekarang, di depannya juga terdapat Polder Air Tawang yang berfungsi sebagai pusat pengendali banjir dan penampungan air sebelum dialirkan ke laut.
Jika anda ingin beberapa hari jalan-jalan atau berkeliling di Kota Lama ini, anda tidak perlu khawatir karena lokasi tempat wisata ini dekat dengan beberapa penginapan atau hotel-hotel seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
  • http://seputarsemarang.com/kota-lama-semarang-little-netherland/

 

Share Button