Tari Topeng, Cirebon

Share Button

Tari Topeng adalah tarian yang berkembang di Cirebon. Disebut tari topeng karena penarinya menggunakan topeng saat menari. Tarian ini biasanya dilakukan oleh satu atau beberapa penari cantik , seorang sinden dan beberapa orang laki-laki yang memainkan alat musik pengiring diantaranya seperti rebab, kulanter, kecrek, gendang, ketuk, gong, dan bendhe. Gerakan tarinya sendiri pun berbeda-beda tergantung dari tema setiap tarian. Pada awalnya Tari Topeng sendiri diciptakan oleh Sultan Cirebon yang cukup terkenal yaitu Sunan Gunung Jati. Gerakan tangan yang lemah lembut oleh penari-penari cantik dengan diiringi dominasi alunan musik rebab dan kendang yang merupakan ciri khas dari pementasan Tari Topeng. Selain busana yang dipakai antara lain toka-toka, kebaya, sinjang, apok, dan ampreng. Warnanya pun beraneka ragam, namun yang menambah keindahan tarian jika menggunakan warna kuning, hijau, dan merah.
Gerakan tarian ini diawali dengan formasi membungkuk, formasi ini melambangkan penghormatan kepada para penonton dan sekaligus menandai bahwa tarian akan segera dimulai. Setelah itu, kaki para penari akan digerakkan melangkah maju munjur dan diiringi dengan tepukan tangan serta senyuman para penonton. Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan membelakangi penonton dengan menggoyangkan pinggulnya sambil memakai topeng berwarna putih yang menyimbolkan bahwa pertunjukan pendahuluan sudah dimulai. Sesudah berputar-putar menggerakkan tubuhnya, penari itu berbalik membelakangi penonton sambil mengganti topeng menjadi berwarna biru. Proses serupa juga dilakukan ketika penari mengganti topeng berwarna merah. Ketika topeng warna merah dipakai penari, seketika itu puncak alunan musiknya semakin keras.
Contoh pertunjukan topeng lainnya yang memadukan seni tari, musik dan juga drama adalah tari topeng tentang cerita Ratu Kencana Wungu. Selain sebagai media hiburan, tarian ini juga dijadikan sebagai media komunikasi dakwah islam di Cirebon pada jama dahulu di samping berbagai media lainnya seperti gamelan, angklung, renteng, brai, wayang kulit, reog dan berogan. Tari Topeng sendiri berkembang pesat di Cirebon. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan tarian ini dapat berkunjung ke Cirebon pada acara-acara besar yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat maupun masyarakat pada acara pernikahan, khitanan, selamatan rumah dan lainnya. Untuk menyaksikan tarian ini pun tidak dipungut biaya apapun. Cirebon adalah salah satu kota yang memiliki banyak restaurant yang menyediakan makanan khas Indonesia atau khas Kota Cirebon sendiri. Terdapat juga kios-kios penjaga oleh-oleh khas Cirebon sebagai bingkisan keluarga maupun untuk oleh-oleh. Banyak juga terdapat penginapan mulai dari kelas melati sampai hotel berbintang seperti:

Referensi:

  • http://www.wisatamelayu.com/id/tour/767-Tari-Topeng/navgeo

 

 

Share Button

2 thoughts on “Tari Topeng, Cirebon

  1. Tari Wali (Religius) Merupakan jenis tari berikut karawitan yang dipentaskan sehubungan dengan dilaksanakan suatu upacara keagamaan di suatu Pura. Tari Wali/sacral ini umumnya dipentaskan di halaman tengah Pura (Jeroan/Purian) dan tidak akan dipentaskan pada acara-acara lainnya. Perangkat tari sepenti busana, topeng atau juga barong sangat dikeramatkan oleh warga penyungsungnya senta disimpan di suatu Pura sehingga dipersyaratkan adanya upacara khusus saat diambil dari tempat penyimpanannya, saat ditarikan serta di simpan kembali pada tempatnya.

  2. Pingback: madu untuk wajah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 × = twenty one

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>