Berkunjung Ke Candi Ratu Boko, Mengintip Sisa Kejayaan Istana Masa Lampau

Share Button

candi-ratu-boko-yogyakarta-16Banyak kerajaan di Indonesia pada masa lampau yang mengalami kejayaan sebelum akhirnya harus tenggelam seiring dengan berjalannya waktu. Jika biasanya kita hanya bisa melihat benda-benda yang berhubungan dengan kerajaan, di Yogyakarta kita bisa melihat bangunan kerajaan itu sendiri. Candi Ratu Boko merupakan kompleks istana keturunan Wangsa Syailendra pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran. Kini kompleks istana tersebut menjadi situs purbakala yang berada di sebelah candi Prambanan. Tepatnya berada 18 km sebelah timur kota Yogyalarta dan 50 km dari barat daya kota Surakarta.

bokoCandi Ratu Baka berada di sebuah bukit dengan ketinggian 196 m dari permukaan laut. Aslinya istana ini bernama Abhayagiri Vihara, yang berarti bukit yang penuh dengan kedamaian. Hal ini dikarenakan istana ini dibangun sebagai tempat untuk menyepi dan fokus pada kehidupan spiritual. Hal yang sama juga bisa anda rasakan kala berada di bekas istana ini. Dengan pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan disertai latar Gunung Merapi, membuat anda merasakan kenyamanan dan kedamaian di candi ini. Nama Ratu Baka diambil dari legenda masyarakat setempat, yakni nama dari ayah Roro Jonggrang.

img_20130408134755_5162681bd667fDibangun di lahan seluas 25 Ha, istana yang diperkirakan dibangun pada Abad 9 M ini memiliki kompleks profan dan berbeda dengan kebanyakan peninggalan jawa kuno yang umumnya berbentuk tempat keagamaan. Ada tiga buah teras di sini yang saling dipisahkan dengan dinding batu dan benteng. Sebelum sampai ke teras pertama kita akan melewati gerbang besar dan menemukan sebuah benteng atau Candi Batu Kapur yang berada 45 km di sebelah barat teras. Dari teras pertama ke teras kedua dipisahkan tembok andelit dan melewati gerbang paduraksa dengan tiga pintunya. Sedangkan teras ketiga dipisahkan dengan batu kapur dan tembok andelit. Anda harus melewati 5 gerbang untuk sampai ke sini.

Setelah sampai di teras ketiga, anda akan menemukan sisa-sisa peninggalan, salah satunya adalah pendopo yang berada di sebelah utara teras. Dengan panjang pondasi pendopo mencapai 20m, lebar 20m, dan tinggi 1.25m. Di sebelah selatan anda bisa melihat pringgitan dengan panjang 20m, lebar 6m, dan tinggi 1.25m. Kedua pondasi ini memiliki tiga gerbang yang memiliki atap di sebelah utara, selatan, dan barat. Terdapat tiga tangga yang akan membantu anda menaiki pondasi tersebut.SONY DSC

Komplek kolam pemandian dengan pagar empat persegi panjang yang mengelilinginya berada di sebelah timur pendopo. Di teras ini pula terdapat sisa-sisa bangunan paseban atau ruang resepsi yang membujur dari utara ke selatan. Ada pula reruntuhan gerbang, pagar, dan landaian. Istana putri atau keputren juga ada di sini. Dilengkapi dengan kolam persegi panjang berukuran 31 X 8 m2 dan dikelilingi pagar dengan dua gerbang. Dari gerbang keputren anda bisa menemukan reruntuhan batu-batuan dengan dasar bujur sangkar berukuran 20 X 20m.

od-19399Berbagai reruntuhan bisa anda temukan di sini, seperti Gua Laki-Laki dengan panjang 3,5 m, lebar 3 m, dan tinggi 1,5 m. Ada pula gua perempuan dengan ukuran yang lebih kecil dari ini. Banyak pula artefak lain yang bisa anda temukan. Lima arca Hindu yang bernama Durga, Ganesha, Garuda, lingga, dan yoni serta tiga Dhyani Buddha yang belum selesai bisa anda lihat. Berbagai prasasti bisa pula anda temukan. Ada prasasti Siwagraha yang menceritakan peperangan antara Raja Balaputra dan Rakai Pikatan. Ada pula lima fragmen prasasti berhuruf Prenagari dan berbahasa Sansekerta yang isinya tentang pendirian bangunan suci Awalokiteswara. Diperkirakan prasati tersebut dibangun pada abad 8 M.

Tiga prasasti juga ditemukan dalam bentuk Syair Sansekerta yang ditulis dengan huruf Jawa Kuno. Dua diantaranya menceritakan lingga Kerttiwasa dan lingga Triyambaka atas perintah Raja Kumbhaya pada tahun 856 M atau 778 saka. Sisanya menceritakan perintah Raja Kalasodbhawa untuk mendirikan lingga. Sebuah prasasti berbahasa Sansekerta-Jawa dan tulisan singkat di lempengan emas juga ditemukan di sini.

urlPenelitian mengenai candi ratu boko diawali dengan laporan Van Boeckholzt pada tahun 1790 yang menyatakan terdapat reruntuhan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini merupakan bagian dari perbukitan pegunungan sewu yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga Tulungagung. Seratus tahun kemudian FDK Bosch melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa itu adalah sisa keraton. Kesimpulannya ini termuat dalam laporan Keraton van Ratoe Boko.

Meski demikian, Ratu Boko masih menyimpan misteri terkait fungsi dari bangunan ini. Karena jika dilihat dari prasasti yang ada berada pada masa antara Hindu dan Budha. Namun fungsi dari setiap bangunan tersebut masih belum terungkap secara eksplisit. Ada yang menduga bahwa Ratu Boko merupkan kompleks biara. Ada pula yang menyebut sebagai tempat istirahat dan rekreasi. Ada pula yang menyebut bahwa istana ini merupakan saksi bisu kejayaan daerah Sumatra. Karena tempat ini sempat disinggahi Balaputradewa kala iserang oleh Rakai Pikatan sebelum akhirnya ke Suamtera. Balaputradewa berasal dari Mataram Kuno yang memberontak akibat pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramudhawardani, saudaranya.ratu_boko_temple-copy2

Meski masih menyimpan misteri, anda patut mengunjungi situs warisan dunia ini. Candi Ratu Boko berada di dua pedukuhan, yakni Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu, Desa Sambireja, kecamatan Prambanan, Sleman. Anda bisa berwisata sejarah dan budaya di candi ini. Selain itu juga cocok digunakan sebagai spot foto. Untuk penginapan anda tidak perlu khawatir karena situs ini berdekatan dengan beberapa hotel di Yogyakarta, seperti:

Refrensi:

  • http://www.kamusilmiah.com/sejarah/misteri-candi-ratu-boko/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *