Jun 25

Pura Bukit Sari Sangeh, Bali

Pura Bukit Sari Sangeh terletak di Desa sangeh, Kabupaten Badung yang merupakan cagar alam yang banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Selain memiliki pesona wisata hutan yang banyak dihuni oleh ratusan kera ditumbuhi tanaman pala. Objek wisata ala mini juga memiliki beberapa misteri dibalik keindahannya. Menurut pengelola wisata alam sangeh ini kera yang ada di dalamnya memiliki beberapa kelompok yang masing-masing kelompok memiliki sayu pemimpin atau bisa dibilang raja kera. Di tempat raja kera ini tinggal terdapat sebuah pura yang sangat terkenal kesakralannya yaitu Pura Bukit Sari. Kera yang hidup di tengah rerimbunan tanaman pala yang konon dikatakan telah berumur ratusan tahun bahkan diantara pohon pala tersebut konon ada yang berumur lebih dari tigaratus tahun. Keindahan pohon palayang tumbuh di tuhan ini, selain tumbuhnya lurus pohon pala juga memiliki kayu yang sangat bagus. Selain pohon pala masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya pohon lanang wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan sedangkan ditengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria. Pohon itu tumbuh persis di pelataran depan tempat wisata Sangeh dan sebenarnya merupakan pohon pule. Terkait kera-kera Sangeh, dahulu memang dikenal sangat liar dan seringkali mengganggu para pengunjung. Kera sangeh juga dikenal sangat jahil karena sering mengambil barang-barang milik pengunjung. Namun sekarang kera-kera tersebut tidak lagi seliar dan sejahil dahulu karena kera-kera tersebut sudah diurus dengan baik. Di Pura Bukit Sari ini terdapat tidak kurang dari 36 bangunan suci. Ada palinggih utama dan ada pelengkap. Ada Pelinggih Padmasari penyawangan Ulun Danu Beratan. Tempat wisata ini juga sangat terkenal di Bali, keindahan alamnya yang masih khas dengan suasana pedesaan juga bisa jadi pendukung masih ramainya pengunjung atau wisatawan yang masih berlibur ke tempat wisata ini. Anda pun tidak perlu khawatir jika ingin berlibur di Sangeh ini karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau dari tempat wisata manapun. Bisa menggunakan transportasi umum atau pribadi. Jika ingin berlibur beberapa hari di Bali, janganlah melewati berlibur ke Pura Bukit Sari Sangeh ini karena lokasinya pun dekat dengan beberapa penginapan atau pun hotel dari mulai yg kelas melati sampai yang berbintang, seperti :

Referensi :

  • http://e-kuta.com/blog/tempat-wisata/bersafari-melihat-kera-kera-di-sangeh.htm
  • http://sewabusbali.com/tempat-wisata/sangeh.html
  • http://pesonaindonesia.com/sejarahbudaya/pura/bali/33-pura/83-purabukitsarisangehbali.html
Jun 01

Puja Mandala – Kedamaian dalam Keragaman

Pesona Bali sebagai pulau dengan seribu pura sangat menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Keunikan pulau dewata ini memiliki ciri khas tersendiri yang tak surut dimakan waktu. Selain keindahan panorama alam nya, penduduk pulau Bali juga sangat terkenal dengan keramahtamahan nya. Sehingga dengan penduduk yang cukup heterogen, tetap terjalin rasa persaudaraan dan perasaan saling menghargai yang cukup kental. Perpaduan keindahan alam dan persahabatan yang kental menyebabkan pulau Bali menjadi icon pariwisata Indonesia yang sudah dikenal dunia.

Semangat kebersamaan yang kental dalam masyarakat Bali melahirkan kompleks

Gereja Katolik Bunda Maria Bunda Segala Bangsa

peribadatan Puja Mandala di Nusa Dua. Berawal dari keinginan umat Islam di Bali untuk mendirikan masjid di daerah Nusa Dua, inisiatif ini disambut dengan ide dari Menteri Pariwisata yang pada saat itu dijabat oleh Joop Ave untuk membangun tempat ibadah kelima agama dalam satu kompleks sebagi simbol kerukunan umat beragama di Bali.

Masjid Ibnu Batutah

Lokasi Puja Mandala mulai dibangun pada tahun 1994 di atas tanah hibah seluas 2 hektar dari PT. Bali Tourism Development Corporation (BTDC). PT. BTDC adalah pihak pengelola daerah Nusa Dua dimana telah berhasil membangun daerah Nusa Dua sebagai salah satu tempat tujuan utama wisata di Bali. Pada tahun 1997, daerah Puja Mandala secara resmi disahkan oleh Menteri Agama Tarmidzi Taher.

Dengan penyelesaian bangunan secara bertahap, berikut daftar nama tempat ibadah di Puja Mandala:

  • Gereja Katolik Bunda Maria Segala Bangsa (1997)
  • Gereja Kristen Prostestan Bukit Doa (1997)
  • Masjid Ibnu Batutah (1997)
  • Vihara Budhina Guna (2003)
  • Pura Jagat Natha (2005)

Biarpun tujuan awal dari Puja Mandala adalah sebagai fasilitas ibadah wisatawan yang menginap di daerah Nusa Dua, seiring dengan jalannya waktu, lokasi Puja Mandala sudah menjadi salah satu tempat kunjungan utama bagi wisatawan di Nusa Dua.

Lokasi Puja Mandala berjarak sekitar 12 km dari Bandara Ngurah Rai ke arah Nusa Dua. Juga berdekatan dengan lokasi patung Garuda Wisnu Kencana yang sangat fenomenal dan Pura Sad Khayangan Jagad Uluwatu.

Wihara Budhina Guna, Pura Jagat Natha, dan Gereja Kristen Bukit Doa

Puja Mandala juga sering disebut sebagai miniatur kerukunan umat beragama di Indonesia. Dengan relasi harmonis dan dinamis, semangat kebersamaan dalam Puja Mandala lahir dari relung jati diri masyarakat pendukung nya. Keberadaan tempat-tempat beribadah di Puja Mandala bukan hanya sebatas simbol saja, namun merupakan bentuk nyata dari toleransi hakiki dalam suasana informal, akrab dan terinternalisasi dalam keseharian hidup. Disini, perayaan Ekaristi umat Kristen seringkali diselingi suara adzan maghrib. Atau shalat Jum’at tetap digelar pada saat hari raya Nyepi, walau tanpa pengeras suara. Disini dapat disaksikan secara lansung cermin Bhinneka Tunggal Ika secara nyata.

Kalau berlibur ke daerah Nusa Dua, berikut beberapa daftar recommended hotel di daerah ini. Beberapa dari hotel-hotel berikut berlokasi cukup dengan dengan Puja Mandala.

Referensi

  • http://sosbud.kompasiana.com/2011/10/09/puja-mandala-sebuah-miniatur-kerukunan/
  • http://www.kratonpedia.com/article-detail/2011/7/13/103/Puja.Mandala.Miniatur.Kedamaian.html
  • http://www.youtube.com/watch?v=rMiD69yg5yI
May 30

Kintamani, Bali

Kintamani adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Kintamani juga merupakan kawasan wisata pemandangan alam di Bali.

Sumber-sumber yang menyebutkan tentang Danau Batur adalah Lontar Kesmu Dewa Lontar Usana Bali dan lontar Raja Purana Batur. Disebutkan bahwa Pura Batur sudah ada sejak zaman Empu Kuturan, yaitu abad ke-10 sampai permulaan abad ke-11. Berdasarkan luas areal dan banyaknya pelinggih-pelinggih diperkirakan bahwa Pura Batur adalah peninggalan raja-raja yang berkuasa di Bali sekaligus merupakan Kahyangan Jagat. Di Pura Batur yang diistanakan adalah Dewi Danu yang disebutkan dalam Lontar Usana Bali.

Potensi wisata kawasan Kintamani Bali adalah pemandangan kawasan pegunungan yang sangat unik dan menakjubkan. Setelah kira-kira dua jam perjalanan dari Kota Denpasar, anda akan sampai di kawasan ini tepatnya di tempat yang disebut Penelokan. Sesuai dengan namanya dalam bahasa Bali yang berarti tempat untuk melihat-lihat, merupakan lokasi yang paling strategis untuk menikmati pemandangan alam di kawasan wisata ini. Penelokan terletak di Kedisan, salah satu desa di Kecamatan Kintamani. Dari Penelokan anda bisa menyaksikan pemandangan menakjubkan kombinasi antara Gunung Batur beserta hamparan bebatuan hitam dengan Danau Batur yang berbentuk bulan sabit berwarna biru di sebuah kaldera yang oleh wisatawan-wisatawan dikatakan sebagai kaldera terindah di dunia.

Penelokan sudah mempunyai infrastruktur yang cukup memadai sebagai tempat wisata. Dari Penelokan anda  mempunyai dua alternatif untuk melanjutkan perjalanan di Kintamani, pertama anda bisa melanjutkan kea rah utara menuju Desa Batur. Di Desa ini anda bisa berkunjung ke salah satu pura kahyangan jagat di Bali yang bernama Pura Batur. Pura ini pada awalnya terletak di sebelah barat daya Gunung Batur yang kemudian dipindahkan bersamaan dengan pindahnya warga desa ke bagian atas.

Alternatif kedua, anda bisa turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Terunyan. Di Desa Terunyan anda bisa melihat peradaban Bali Kuno yang disebut Bali Aga. Di Desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakkan begitu saja di bawah sebuah pohon, dan hebatnya mayat-mayat ini tidak mengeluarkan bau sama sekali. Di objek wisata ini tersedia pula tempat parkir, rumah makan, restaurant, toilet, wartel, kios-kios makanan kecil dan fasilitas angkutan umum serta penyeberangan jalan juga.
Di daerah sini juga banyak terdapat penginapan atau losmen, bahkan hotel-hotel berbintang, jadi anda tidak perlu khawatir jika ingin berlibur dan bersantai selama beberapa hari ke daerah Kintamani. Beberapa hotel yang cukup dikenal di daerah ini :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kintamani
  • http://wikitravel.org/en/Kintamani
May 16

Istana Tampak Siring, Bali

Istana Tampaksiring berada pada ketinggian lebih kurang 700meter dari permukaan laut, berlokasi di atas perbukitan di Desa Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Merupakan satu-satunya istana kepresidenan yang dibangun masa pemerintahan Indonesia pada tahun 1957-1960, sepenuhnya ditandatangani oleh putra-putra Indonesia, atas prakarsa Presiden Republik Indonesia yang pertama, yaitu Soekarno. istana bersejarah ini dibangun pada dua masa, yakni pada 1957 dan 1963. Pada tahun 1957 kompleks ini dibangun Wisma Merdeka dan Wisma Yudistira. Sedangkan 1963, pembangunan tahap kedua merampungkan dua gedung utama lainnya, yakni Wisma Negara dan Wisma Bima serta Gedung Serbaguna yang biasa digunakan untuk konferensi.

Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu “tampak” dan “siring” yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali, nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Akibat dari tabia Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya. Mayadenawa pun lari lasuk hutan, agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap para pengejarnya tidak mengenali jejak telapak kakinya. Namun demikian ia dapat tertangkap oleh para pengejarnya. Sebelumnya ia dengan sisa kesaktianyya berhasil menciptakan mata air yang beracun dan menyebabkan banyak kematian para pengejarnya setelah mereka minum air dari mata air tersebut. Batara Indra kemudian menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya itu terkenal dengan nama Tampaksiring. Kompleks istana Tampaksiring ini terdiri dari lima gedung utama dan satu pendapa. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka(1.200 meter persegi) dan Wisma Negara (1.476 meter persegi) yang dipisahkan oleh celah bukit sedalam lebih kurang 15 meter namun terhubung dengan jembatan sepanjang 40 meter. Tiga gedung utama yang lainnya diberi nama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang untuk konferensi, serta Balai Wantilan. Istana Kepresidenan ini di samping untuk acara-acara Presiden dan Wakil Presiden dalam hal kepemerintahan dan kenegaraan, juga diperuntukkan untuk tempat peristirahatan bagi tamu-tamu negara. Selain itu pula Istana ini merupakan salah satu lokasi wisata yang ada di Bali, bisa untuk wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Jika anda ingin berlibur ke Bali, anda bisa mampir ke Istana Tampaksiring ini dan dapat berlibur beberapa hari di Kota Bali ini . Anda bisa menyewa beberapa losmen atau hotel yang paling dekat, dari yang biasa sampai yang berbintang, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Tampaksiring
  • http://www.forumbudaya.org/index.php?option=com_content&task=view&id=84&Itemid=67
  • http://e-kuta.com/blog/tempat-wisata/jalan-jalan-ke-istana-tampaksiring.htm
May 09

Pura Uluwatu, Bali

Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali ini berada di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut. Konon pura ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindhu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan sebagai tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 yang bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Uluwatu. Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, yang berfungsi sebagai penyangga kesucian penyangga kesucian pura. Pura Uluwatu mempunyai beberapa pura pesanakan, yaitu pura yang erat kaitannya dengan pura induk. Pura pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hri-hari piodalannya. Piodalan di Pulau Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererapan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dwa Rudra.

Selain daya tarik tersebut, wisatawan juga dapat menyaksikan tari tradisional Bali, yaitu Tari Kecak Uluwatu. Tari ini dimainkan oleh 50-100orang penari. Penari kecak akan duduk melingkar dan memakai kain sarung berwarna hitam putih. Para penari umumnya laki-laki dan lakon yang diceritakan biasanya cerita Ramayana. Ciri khas tari kecak adalah suaranya yang diucapkan oleh penari-penari tersebut sambil bersahut-sahutan. Biasanya tarian ini dipentaskan pada pukul 18.00-19.00WITA. Selain itu kawasan pantai di Uluwatu sendiri mempunyai ombak yang cukup besar dan sangat menantang untuk pecinta olahraga surfing. Tiap tahun event berlevel Internasional selalu diadakan di pantai sekitar Uluwatu sendiri. Mengenai lokasi Pura Uluwatu yang berada di Desa Pecatu, jarak yang ditempuh dari Bandara Ngurah Rai ke Pura Uluwatu sendiri sekitar 30menit ke arah selatan. Bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Wisatawan yang tidak membawa bekal makanan atau minuman, tidak perlu khawatir. Sebab di sekitar kawasan terdapat banyak restauran atau kedai yang menjual berbagai makanan dan minuman. Sementara itu bagi wisatawan yang ingin menginap di sekitar lokasi wisata ini juga terdapat banyak penginapan dan hotel dengan berbagai type, salah satunya :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pura_Luhur_Uluwatu
  • http://www.rentalmobilbali.net/pura-uluwatu/
  • http://www.e-kuta.com/wisata-bali/uluwatu.htm
May 08

Pantai Kuta, Bali

Pantai Kuta adalah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, Ibu Kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan tempat tujuan wisata turis mancanegara dan telah menjadi objek andalan Pulau Bali sejak awal tahun 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam. Banyak aktivitas liburan yang bisa kita lakukan disini, contohnya:

Berjemur : Pantai Kuta adalah sebuah magnet bagi beachgoers, terutama bagi mereka yang tertarik untuk menikmati suasana yang diinginkan, seperti berbaring di pantai di bawah teriknya matahari.

 

Main Layang-Layang : andapun bisa bermain layang-layang dengan teman atau keluarga anda, di sekitar pantai tidak sedikit yang menjual layang-layang tradisional Bali dari ukuran kecil sampai ukuran raksasa.

Slingshot : Pantai Kuta juga memiliki cara tersendiri untuk memuaskan jiwa adrenalin anda. Di pantai ini terdapat katapel raksasa yang bisa melontarkan anda  52meter di udara. Bingkainya berbentuk cagak yang memiliki strip karet dua melekat pada uprights, mengarah kembali ke saku untuk memegang dua kursi yang aman dirancang.

Soccer Beach : Di pantai ini anda pun bisa melakukan pertandingan sepak bola, bisa dengan keluarga, teman ataupun penduduk setempat. Mereka biasanya mendirikan tiang gawang sekitar pukul 16.00 WITA. Di sini andapun hanya ikut bermain atau iseng bahkan bisa bermain yang lebih baik.

Surfing : Pantai Kuta terkenal dengan memecah gelombang air setinggi pinggang, sehingga seperti pantai yang sempurna untuk berelancar pemula. Untuk mendapatkan beberapa pengetahuan dasar tentang surfing, mendaftar untuk pelajaran dengan salah satu sekolah surfing terkenal yang biasanya terletak di depan pantai.

Waterbom Park Waterslide : Waterbom adalah 3,8hektar taman tropis luas petualangan wahana air mendebarkan. Ia memiliki 15slide kecepatan tinggi. Beberapa mencapai 50kph, jalan memusingkan, naik dan panjat tebing. Bahkan disini pun disediakan banyak fasilitas, seperti mencoba rakit sungai yang akan membawa anda ke sebuah sungai yang hanyut bersama dalam rakit tabung melalui air terjun cascading, dan banyak fasilitas lainya. Di sini oun anda dapat berjemur di taman berumput, bersantai di gazebo atau berenang ke Poolside Bar, untuk memuaskan dahaga anda sebelum putaran kedua petualangan adrenalin yang selanjutnya. Untuk anak-anak, fitur Taman Kiddy sudah dirancang demi keselamatan anak dan diawasi setiap saat.

Selain keindahan pantainya, Pantai Kuta juga menawarkan berbagai jenis hiburan lain misalya bar, restaurant, bahkan beberapa pertokoan di sepanjang pantai menuju Pantai Legian. Anda sekeluarga pun dapat berlibur di Kuta ini beberapa hari. Anda dapat menginap di beberapa losmen atau hotel-hotel yang ada di sekitar pantai. Hotelnya pun dari yang mulai biasa sampai yang berbintang, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Kuta
  • http://bali.panduanwisata.com/pantai-bali/pantai-kuta-bali/
  • http://bali.panduanwisata.com/pantai-bali/pantai-kuta-bali/
Apr 18

Garuda Wisnu Kencana(GWK), Bali

Garuda Wisnu Kencana atau yang biasanya disebut GWK ini adalah sebuah tempat wisata di bagian selatan pulau Bali. Tempat wisata ini terletak di Desa Ungasan, Jimbaran, Bali. Objek wisata ini berada di sebuah perbukitan kapur sebelah selatan Bandara Ngurah Rai pada jalur menuju ke arah Pulau Uluwatu. Areal GWK ini mempunyai luas keseluruhan sekitar 200hektare. Dia areal ini terdapat patung dari Dewa Wisnu yang sangat besar dan berdiri kokoh, ini merupakan andalan utama kawasan wisata ini. Patung Dewa Wisnu rencananya akan dibangun dengan posisi sedang menunggang Garuda. Tinggi patung itu sendiri diperkirakan sekitar 75meter dan diletakkan di atas fondasi setinggi 70meter. Dengan demikian, total tingginya akan mencapai 145meter. Garudanya sendiri diperkirakan punya lebar bentangan sayap sebesar 66meter. Kesemuanya secara total mempunyai berat sekitar 4000ton. Patung ini merupakan karya dari Masterpiece Bali, I Nyoman Nuarta.

Dengan tinggi patung yang seperti itu ditambah pula letak semua bangunan di GWK sendiri yang dibangun di atas perbukitan yang punya ketinggian 300meter di atas permukaan laut, maka GWK akan bisa terlihat dari kejauhan. Bahkan dari Bandara Ngurah Rai, GWK akan terlihat jelas oleh siapa saja yang baru mendarat disana. Sebaliknya dengan ketinggian posisi seperti itu, maka dari kawasan GWK kita bisa melihat jelas dan menikmati pemandangan matahari terbenam sekitar Jimbaran yang berpasir putih. Di areal ini, direncanakan pula akan didirikan sebuah Landmark atau maskot Bali, yakno patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda setinggi 12meter. Pembangunan ini terinspirasi dari kisah Adi Parwa.