Jan 01

Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional yang letaknya di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Pasar ini sangat terkenal dengan koleksi batiknya, baik berupa kain batiknya langsung atau produk garmen lainnya seperti tas, daster, piyama dll. Sebagai pasar Tradisional terbesar, Beringharjo tumbuh berkembang seiring berkembangnya Kota Yogyakarta. Bangunannya berkonstruksi beton merupakan pasar tertua yang memepunyai nilai historis dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta. Bila dilihat dari sejarahnya, pasar ini sudah melewati tiga tahap fase yaitu kerajaan, penjajahan dan kemerdekaan.
Ciri khas dari bangunan Pasar Beringharjo ini dapat dilihat dari interior bangunan yang merupakan perpaduan antara gaya tekstur kolonial dan tradisional Jawa. Meski namanya pasar tetapi Beringharjo dapat dikatakan cukup modern karena meskipun letaknya di pusat kota tetapi tidak pernah bergeming oleh kehadiran pusat belanja modern di sekitarnya. Secara umum pasar ini terdiri dari dua bangunan yang terpisah yaitu bagian barat dan timur. Bangunan pertama terdiri dari dua lantai dan bangunan kedua terdiri dari tiga lantai. Pintu masuk utama pasar ini tepat menghadap jalan Malioboro dan pintunya bertuliskan Pasar beringharjo dengan aksara latin dan aksara jawa. Salah satu yang menjadi daya tarik utama Pasar Beringharjo adalah keberadaan pusat batik yang berada di lantai dasar bangunan utama.Bukan hanya Batik buatan Jogja atau Solo  tetapi batik Pekalongan juga. Hampir semua perlengkapan rumah tangga, kebutuhan pokok, kerajinan sandang, aksesoris, cedera mata, buah-buah an, sayuran, sampai sajian khas kuliner bisa anda jumpai di pasar ini dari dini hari atau malam hari.
Pasar Beringharjo sendiri lokasinya di jantung Kota Yogyakarta, Jln Pabringan no.1 DIY. Berada di ujung selatan kawasan Malioboro dan berdampingan dengan Benteng Vredeburg, Taman Budaya Yogyakarta dan Shoping Center. Untuk berkunjung disini tidak terlalu sulit karena letaknya tepat di pusat Kota Yogyakarta sekitar 8 km dari Bandara Adisutjipto, 6 km dari Terminal Giwangan, 3 km dari dari  Stasiun Lempuyangan dan 1 km dari Stasiun Tugu. Selain komponen utama yang menggunakan kios-kios , kantor, gudang, di pasar ini juga disediakan parkir yang luas , sarana bongkar muat, sarana pengaman, tempat penitipan anak, tempat penitipan barang, arena bermain anak, pusat pelayanan kesehatan, ATM, koperasi pasar, restaurant, mosshola dan toilet. Jika anda ingin mencari hotel sekitar sini, anda tidak perlu khawatir karena banyak hotel di sekitarnya seperti:

Referensi:

  • http://jogjatrip.com/id/122/Pasar-Beringharjo
Dec 31

Kaliurang, Yogyakarta

Kaliurang merupakan kawasan wisata yang letaknya di wilayah Utara Provinsi Yogyakarta, di lereng Gunung Merapi dengan ketinggian mencapai 878m dpl yang menjadikan kawasan wisata ini beriklim sejuk dan segar. Suhu di Kaliurang sendiri berkisar antara 20-25 derajat C sehingga sangat cocok untuk anda yang ingin beristirahat sekaligus tempat pemulihan setelah dari pasca proses penyembuhan. Kawasan ini sudah terkenal dari dulu sejak zaman Belanda. Menurut ceritanya, pada awal abad ke 19 dulu beberapa ahli geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta bermaksud mencari peristirahatan bagi keluarganya di dalam usaha pencariannya tersebut mereka menyusuri kawasan utara Kota Yogyakarta hingga memasuki Kaliurang. Setelah Belanda meninggalkan Negara Indonesia kawasan ini tetap menjadi tempat peristirahatan, banyak perusahaan dan instasi yang didirikan disini. Awalnya hanya digunakan bagi kepentingan mereka saja namun lambat laun bangunan yang mereka dirikan akhirnya disewakan.
Udara di Kaliurang sangat bersih, sejuk dan segar. Suasananya terkesan sangat damai dan tenang. Terlihat dari belakang hutan milik Perhutani dan Kali Boyong, Gunung Merapi tampak tampak berdiri dengan gagah dan kokohnya. Meskipun saat matahari berada di atas kepala kesejukan Kaliurang masih sangat terasa. Saat beranjak sore kabut mulai merayap turun hingga akhirnya Kliurang menjadi sangat dingin. Selama berlibur disini banyak aktivitas yang bisa anda lakukan seperti jalan kaki mengitari Kaliurang. Meski anda belum hafal peta Kaliurang secara baik anda tidak perlu khawatir anda tiduk perlu khawatir akan tersesat karena jalan-jalan dan gang-gangnya semuanya terhubung satu sama lain. Anda bisa tracking dengan menyusuri jalan setapak yang ada di hutan dan di hutan ini anda akan bertemu sekelompok monyet yang bergelantungan atau elang Jawa. Disini juga disediakan bagi  anda beserta keluarga karena di sini terdapat Taman Bermain Anak. Banyak terdapat macam permainan yang akan menambah keceriaan putra-putri  anda.
Secara administrative kawasan wisata ini masuk ke dalam Desa Hargobinangun , Kec Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sebagai salah satu destinasi utama liburan untuk keluarga kawasan ini hayak berjarak sekitar 28km arah utara Kota Yogyakarta. Banyak warung makan yang tersebar disini, salah satu makanan favorit disini adalah Jadah tempe yang merupakan makan khas Kaliurang. Disini juga terdapat Gardu Pandang atau pos pengaman Gunung Merapi . Fasilitasnya tidak hanya itu saja, disini juga disediakan untuk perkemahan yang cukup luas dan juga tempat beribadah seperi mushola dan gereja. Di dekat Plawangan Turgo terdapat gua-gua buatan yang biasa digunakan sebagai tempat berdoa umat nasrani. Di sini juga terdapat beberapa penginapan dengan berbagai type dengan harga yang bervariasi, mulai dari penginpan biasa sampai yang bagus. Namun jika anda ingin menginap di hotel, anda bisa menginap di hotel sekitar Kaliurang seperti:

Referensi:

  • http://jogjatrip.com/id/724/Kawasan-Wisata-Kaliurang

Nov 30

Kotagede, Yogyakarta

Kotagede merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kota Yogyakarta. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul dan di sebelah baratnya Kecamatan Umbulharjo. Nama Kotagede sendiri diambil dari nama kawasan Kota Lama Kotagede. Wilayah kecamatan ini merupakan bagian dari bekas Kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya sedangkan bagian lainnya berada di wilayah Kecamatan Banguntapan, Bantul. Dalam perkembangannya Kotagede sendiri selalu ramai oleh pengunjung atau wisatawan. Berbagai peninggalan sejarah juga ada disini seperti,

  • Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Dengan anda berjalan sekitar 100 meter kea rah selatan dari Pasar Kotagede, anda akan menemukan kompleks makam para pendiri Kerajaan Islam Mataram dengan dikelilingi tembok yang tinggi dan kokoh. Beberapa abdi dalamnya berbusana adat jawa untuk menjaga kompleks ini 24 jam. Anda akan melewati tiga gapura sebelum sampai ke gapura terakhir yang menuju makam. Untuk memasuki kawasan ini anda juga harus menggunakan pakaian adat jawa. Jika di dalam sini anda akan dilarang untuk memotret atau membawa perhiasan berlebihan demi menjaga kehormatan para pendiri Kerajaan Mataram.
  • Masjid Kotagede, Jika ke Kotagede tidak lengkap jika tidak berkunjung ke Masjid Kotagede yang merupakan masjid tertua di Jogja dan masih berada di kompleks makam. Ada lorong sempit yang tak ada salahnya jika anda telusuri, arsiteknya masih utuh yang menggambarkan kehidupan masyarakat sehari hari di Kotagede.
  • Rumah Tradisional, Terdapat tepat di seberang jalan dari kompleks makam anda akan melihat sebuah rumah tradisional Jawa.
  • Kedhaton, Dengan berjalan ke selatan sedikit lagi, anda akan melihat tiga pohon beringin yang berada tepat di tengah jalan. Di tengahnya terdapat bangunan kecil yang menyimpan watu gilang, sebuah batu hitam berbentuk bujur sangkar yang permukaannya terdapat tulisan bahasa Inggris. Di dalam bangunan itu juga terdapat watu cantheng yang merupakan tiga bola terbuat dari batu berwarna kuning. Masyarakat setempat mengira bahwa bola batu adalah mainan Putra Panembahan Senapati. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa benda sebenarnya merupakan peluru meriam kuno.
  • Reruntuhan Benteng, Yang asli nya masih bisa anda lihat di pojok barat daya dan tenggara dan temboknya setebal empat kaki terbuat dari balok.

Sebagai kota tua bekas Ibu Kota Kerajaan, kota Kotagede merupakan kota warisan yang sangat berpotensi bagi kemakmuran masyarakat. Berjalan jalan menyusuri Kotagede akan member pengalaman dan menambah wawasan sejarah terkait Kerajaan Mataram islam yang pernah Berjaya di Pulau Jawa. Jika anda berasal dari luar kota, anda tidak perlu khawatir karena banyak terdapat hotel di sekitarnya seperti,

 

 

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kotagede,_Yogyakarta
  • http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/historic-and-heritage-sight/kotagede/
Nov 04

Kota Lama, Semarang

Kota Lama merupakan potongan sejarah dimana Ibu Kota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dan inipun menghadirkan keunikan tertentu, sebuah gradasi yang bisa dikatakan jarang ada ketika ada dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau sering disebut Outstadt atau Little Netherland. Mencakup setiap daerah dimana adanya gedung-gedung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, istilah Kota Lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo. Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa. Hal ini bisa dilihat dari detail dan gaya bangunannya yang identik dengan Eropa. Seperti halnya ukuran pintu dan jendela yang sangat besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atapnya yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal seperti ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang ke Indonesia.

Dari segi tata kotanya, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja Blenduk dan kantor-kantor sebagai pusatnya. Bangunan-bangunan yang megah bergaya indis dengan tata kota berpola memusat ini menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis untuk dikisahkan.

Ada satu bangunan yang wajb anda kunjungi saat singgah di Kota Lama adalah Gereja Blenduk yang usianya sekitar lebih dari seperempat abad. Gereja yang mempunyainama asli Nederlandsch Indeische Kerk yang sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat peribadahan. Disebut dengan nama Blenduk sendiri karena memiliki atap yang berbentuk kubah berwarna merah bata terbuat dari perunggu serta dua menara kembar yang ada di depannya.Masyarakt pribumi sendiri kesulitan untuk mengucapkannya dan akhirnya menyebutnya dengan Blenduk. Perubahan nama juga terjadi pada Jembatan Berok yang dahulunya merupakan pintu gerbang menuju Kota Lama. Yang mempunyai nama asli burg dan dilafalkan menjadi berok dan terus dipakai sampai sekarang ini.

Untuk daerah lainnya bisa di Mercusuar, Stasiun Semarang Tawang, Susteran Ordo Fransiskan, Jembatan Mberok, Bank Export Import Indonesia, PT Djakarta Lloyd, PT Pelni, PT Perkebunan XV, Kantor Gabungan Koperasi Bati, dan masih banyak lainnya. Di sekitar lokasi wisata ibni banyak dijumpai pedagang atau warung-warung makan yang biasanya ramai pada saat malam harinya.Banyak pula penginapan yang disediakan oleh penduduk sekitar atau biasanya berupa losmen. Namun tidak sedikit pula adanya hote di sekitar lokasi wisata ini, seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
Sep 22

Kota Lama, Semarang

Kota Lama merupakan potongan sejarah dimana Ibu Kota Jawa Tengah berasal. Semarang dan Kota Lama diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Dan inipun menghadirkan keunikan tertentu, sebuah gradasi yang bisa dikatakan jarang ada ketika ada dua generasi disatukan hingga menciptakan gradasi yang cantik sebenarnya. Pada dasarnya area Kota Lama Semarang atau sering disebut Outstadt atau Little Netherland. Mencakup setiap daerah dimana adanya gedung-gedung yang sudah dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, istilah Kota Lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

Secara umum karakter bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan bangunan di benua Eropa. Hal ini bisa dilihat dari detail dan gaya bangunannya yang identik dengan Eropa. Seperti halnya ukuran pintu dan jendela yang sangat besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atapnya yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah. Hal seperti ini tentunya bisa dibilang wajar karena faktanya wilayah ini dibangun saat Belanda datang ke Indonesia.
Dari segi tata kotanya, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja dan kantor-kantor sebagai pusatnya. Bangunan-bangunan yang megah bergaya indis dengan tata kota berpola memusat ini menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis untuk dikisahkan.
Ada satu bangunan yang wajb anda kunjungi saat singgah di Kota Lama adalah Gereja Blenduk yang usianya sudah melebihi seperempat abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk ini masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi landmark Kota Semarang. Disebut dengan nama Blenduk sendiri karena memiliki atap beberntuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya.
Di seberang Gereja Blenduk sendiri juga terdapat gedung kuno yang menjadi kantor Asuransi yang biasa disebut Gedung Jiwasraya.

Ada juga yang tidak kalah menariknya adalah Gedung marabunta dengan ornament semut raksasa di atapnya, tempat ini pernah dilangsungkan sebuah pertunjukan seorang spionase wanita cantik bernama Matahari. Terdapat pabrik rokok indi yang bangunannya sangat terawatt dengan nuansa merah putih. Ada juga Stasiun lawang dengan gaya arsitektur indis yang masih dioperasikan hingga sekarang, di depannya juga terdapat Polder Air Tawang yang berfungsi sebagai pusat pengendali banjir dan penampungan air sebelum dialirkan ke laut.
Jika anda ingin beberapa hari jalan-jalan atau berkeliling di Kota Lama ini, anda tidak perlu khawatir karena lokasi tempat wisata ini dekat dengan beberapa penginapan atau hotel-hotel seperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
  • http://seputarsemarang.com/kota-lama-semarang-little-netherland/

 

Sep 13

Rawa Pening, Semarang

Rawa Pening merupakan sebuah danau sekaligus tempat wisata air yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Luasnya 2.670ha menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Bawen dan Banyubiru. Rawa Pening sendiri terletak di cekungan terendah daerah lereng Gunung Merbabu, Gunung Urangan, dan Gunung Telomoyo.
Menurut cerita warga sekitar, Rawa Pening terbentuk dari muntahan air yang mengalir dari bekas cabutan lidi yang dilakukan Baru Klinthing. Cerita Baru Klinthing sendiri yang berubah menjadi seorang anak kecil penuh dengan luka dan berbau amis sehingga tidak diterima di kalangan masyarakat.
Banyak daya tarik yang dapat anda peroleh disini seperti wisata tirta dengan perahu tradisional, rawa yang digunakan sebagai objek pemancingan dan sarana olahraga air, objek fotografi yang mempesona, serta penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan.
Bagi anda yang mempunyai hobi memotret atau fotografi, keindahan Rawa Pening sangatlah unik. Terlebih saat pagi hari menikmati sunrise yang sangat memukau. Anda dapat hunting foto juga dengan menyewa kapal yang telah disediakan biasanya pada saat para nelayan sedang aktif mencari ikan di danau yang banyak enceng gondoknya ini karena Rawa Pening sangatlah luas. Selain museum kereta di Ambarawa, anda juga bisa mengunjungi Taman Wisata Rawa Pening ini.
Danau ini pernah mengalami pendangkalan yang pesat. Di tengah tengah rawanya ditumbuhi enceng gondok yang hamper menutupi seluruh permukaan atasnya. Gulmanya sendiri juga sudah menutupi Sungai Tuntang terutamanya di bagian hulu. Usaha mengatasi spesies yang dilakukan dengan melakukan pembersihan serta pelatihan pemanfaatan enceng gondoknya sendiri dalam kerajinan.
Di sekitar danau ini sendiri pun disediakan banyak fasilitas, seperti orang berjualan makanan dan minuman, tempat peristirahatan meskipun hanya untuk duduk saja, mushola, kamar mandi, penginapan-penginapan yang disediakan warga sekitar, serta hotel-hotel yang berbintang seperti :

 

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Rawa_Pening
  • http://uniqpost.com/20981/menikmati-keindahan-eksotika-rawa-pening/
Sep 11

Grojogan Sewu, Tawangmangu

Grojogan Sewu merupakan salah satu air terjun yang berada di kawasan Jawa Tengah. Lokasinya berada di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Air terjun yang letaknya di lereng Gunung Lawu ini merupakan bagian dari Hutan Wisata Grojogan Sewu yang terletak di sekitar 27km di sebelah timur Kota Karanganyar.
Grojogan Sewu dalam bahasa jawa nya berarti air terjun seribu, meski air terjun nya tidak berjumlah seribu. Ada pula beberapa titik air terjun di sini yang bisa anda nikmati. Air terjun yang tertinggi sekitar 80meter. Jika saat musim hujan, sekelilingnya tebing akan dihujani oleh air terjun, tetapi jika musim panas akan banyak air terjun yang kering.
Lokasi air terjun nya yang berada di ketinggian sekitar 1000meter di atas permukaan air laut, membuat hawa yang sejuk jika berada di sekitar air terjun ini. Apalagi di kanan kiri air terjunnya banyak pohon besar yang berumur puluhan hingga ratusan tahun. Wisata di Grojogan Sewu sendiri memang hamper sepenuhnya hanya menikmati panorama air terjun. Disediakan juga beberapa permainan untuk anak-anak yang sederhana. Di sekitar pintu masuk air terjun ini juga disediakan penyewaan kuda, tidak ada salahnya untuk mencoba berkeliling naik kuda hanya dengan biaya puluhan ribu saja.
Setelah anda puas menikmati air terjun nya, anda dapat berkeliling menikmati sejuknya hutan wisata dengan luas 20Ha. Kawasan ini menyediakan banyak fasilitas, seperti kolam renang untuk ana-anak dan dewasa, beberapa warung yang menjual makanan atau minuman, tempat sembahyang, kamar madi dan beberapa penjual souvenir khas Tawangmangu. Di sisi lainnya juga ada hutan pinus dan pohon pohon yang sudah tua dan juga jalan setapak yang berbatu rapi.
.Untuk dapat memasuki kawasan wisata ini, anda hanya perlu membayar tiket masuknya saja. Lokasi penjualan tiket nya sendiri terletak di atas air terjun dan ada juga yang di lereng bagian bawah. Apabila anda membeli tiket dengan melewati pintu masuk yang berada di bagian atas, anda harus menuruni anak tangga yang berjumlah ratusan buah. Oleh karena jumlah anak  tangga yang cukup banyak, maka pihak penyelenggara menyediakan beberapa gazebo sebagai tempat untuk peristirahatan. Di sela sela perjalanan, anda akan menjumpai beberapa monyet yang terkadang menghampiri anda.
Jika anda ingin berlibur beberapa hari di kawasan wisata ini, anda tidak perlu khawatir. Karena kawasan Air Terjun Grojogan Sewu sendiri jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Banyak penginapan-penginapan yang disediakan oleh penduduk sekitar, atau bahkan jika anda ingin yang lebih bagus lagi anda cukup menginap di hotel-hotel, seeperti :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Grojogan_Sewu
  • http://uun-halimah.blogspot.com/2009/07/air-terjun-grojogan-sewu-karanganyar.html

 

Jul 01

Air Terjun Songgo Langit, Jepara

Objek wisata ini terletak di utara Desa Bucu, Kecamatan Kembang 30 Km dari Kota Jepara. Air terjun yang memiliki ketinggian 80m dan lebar 2m ini menurut arus kuat yang menyebar di kalangan penduduk setempat bahwa tubuh akan tetap awet muda setelah mandi atau mencuci muka bagi mereka yang mempercayainya. Songgolangit sendiri berarti menyangga langit yang diartikan dalam bahasa Jawa. Dinamai demikian karena jika dilihat dari bawah air terjun itu seperti menyangga langit. Sebuah pemandangan alam di sekitar wisata ini begitu indah dan udaranya yang bersih dan santai sehingga membuat lokasi ini dijadikan sebagai daerah rekreasi.

Untuk mencapai lokasi ini anda dapat menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Jika dari pusat Kota Jepara, ambila jalan kea rah utara yang menuju arah Kabupaten Pati dengan melewati Kecamatan Mlonggo, Kecamatan Bangsri dan Kecamatan Kembang. Selanjutnya dari Kecamatan Kembang perjalanan diteruskan ke Desa Cepogo melewati hutan jati dengan jarak kurang lebih 2km hingga sampai di pertigaan jalan di desa tersebut. Di pertigaan ini akan ditemui papan petunjuk ke lokasi Air Terjun Songgolangit. Dalam papan tersebut lokasi air terjun masih berjarak 11km lagi dengan mengambil arak kekanan atau ke timur dari pertigaan tersebut. Dari Desa Cepogo ini perjalanan selanjutnya akan melewati Desa Semanding hingga tiba di Desa Bucu, dimana air terjun tersebut berada.

Dalam masa liburan panjang banyak sekali wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata ini, dari catatan yang dihimpun dari Dinas pariwisata setempat menyebutkan kenaikan prosentase arus kunjungan bisa mencapai 70%. Hawa sejuk pegunungan dan suasana nyaman yang ditawarkan objek wisata ini, meskipun jarak yang ditempuh dari Pusat Kota jepara sendiri memakan waktu yang lumayan tidak sebentar namun rasa lelah akan terasa hilang ketika sudah menikmati suasana air terjun yang banyak diminati pasangan muda-mudi bahkan dari sampai yang sudah berkeluarga.

Seharian disini belumlah cukup merampungkan eloknya panorama, jauh dari polusi udara. banyak fasilitas yang diberikan oleh pengelola objek wisata ini, seperti warung-warung tempat makan, parkir motor atau mobil yang cukup luas, kamar mandi, mushola, bahkan banyaknya pula penginapan-penginapan yang disewakan di sekitar tempat wisata. Bahkan hotel-hotel pun banyak yang disediakan di daerah kota Jepara ini, seperti :

Referensi :

  • http://kabarseputarmuria.lokal.detik.com/2011/10/28/menikmati-indahnya-air-terjun-songgolangit-jepara/
  • http://jeparainfo.com/pariwisata/wisata-air-terjun-songgolangi