Kya-kya Kembang Jepun, Surabaya

Share Button

Kya-kya adalah suatu tempat yang dahulunya ramai sebagai pasar malam di kawasan pecinan Kota Surabaya. Kata Kya-Kya sendiri diambil dari salah satu dialek Bahasa Tionghoa yang berarti jalan-jalan. Di sepanjang jalan Kembang Jepun didirikan kios-kios yang menjual berbagai macam makanan seperti masakan Tionghoa. Kembang Jepun sendiri dulunya adalah kawasan bisnis utama dan termasuk pusat kota Surabaya. Meskipun bukan termasuk yang utama namun kawasan ini tetap menjadi salah satu sentral bisnis sehingga kawasan ini terkenal sebagai perdagangan grosir yang terkenal dengan Central Business District. Mempunyai sejarah panjang perjalanan Kota Surabaya yang penuh dengan rona-rona sesuai warna yang digambarkan pada zamannya. Banyak pedagang asing yang melabuhkan kapal-kapalnya disini. Perjalanan sejarahpun menorehkan garis bujur dari timur ke barat kota dan tegak lurus dengan Kalimas sehingga jalan ini juga menjadi ikon Kota Surabaya yang silih berganti tampil membawa perannya. Pada jaman Belanda dulu pemerintahan dibagi menjadi dua kawasan yaitu Pecinan di selatan sungai Kalimas, kampung Arab dan Melayu di utara kawasan sungai Kalimas dan Jalan Kembang Jepun sebagai batasnya.
Jalan Kembang Jepun dahulunya bernama Handelstraat yang kemudian tumbuh sangat dinamis. Pada zaman kependudukan Jepang lah nama Kembang Jepun menjadi sangat terkenal . Pada era ini pedagang Tiohoa menjadi bagian dari napas dinamika Kembang Jepun yang merupakan sebuah Gerbang kawasan yang bernuansa arsitektur Tionghoa. Banyak fasilitas hiburan lainnya pun didirikan disini seperti Restoran Kiet Wan Kie yang masih bertahan sampai sekarang. Pusat Kya-Kya akhirnya dirancang pada jalan sepanjang 730m, lebar 20m, dapat menampung 200 pedagang, 2.000 kursi, 500 meja makan. Selain itu juga tersedia studi perilaku warga Surabaya, studi budaya, studi parkir dan transportasi, studi kelayakan ekonomis, teknik sistem kebersihan, pemanfaatan SDM setempat, LSM, kerjasama dengan warga, potensi-potensi wisata dan lain sebagainya.
Kya-Kya secara resmi dibuka pertama kali pada tanggal 31 Mei 2003 bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Surabaya. Pementasan budaya yang berkhualitas juga disuguhkan disini seperti festival ngamen, suguhan musik keroncong, musik klasik Tiongkok hingga Barongsai anak-anak tari Ngremo Bocah. Sedangkan acara tematik digelar seperti Shanghai Night, Agoestoesan Tjap Kya-kya Kembang Djepoen serta Mystical Night, Dancing on the Street, Festival Bulan Purnama dan sebagainya. Anda juga tidak perlu khawatir jika ingin jalan jalan ke Kota Surabaya beberapa hari karena banyak terdapat penginapan ataupun hotel berbintang seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Kya_Kya_Surabaya
Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *