Membeli Beragam Kebutuhan Tekstile Di Pasar Ikan

Share Button

Pasar ikan lama medanPasti pada bingung ya baca judul di atas? Harusnya kan beli kebutuhan tekstile di factory outlet, pasar tradisional, dan tempat-tempat yang “lumrah” untuk membeli pakaian. Sebaliknya pasar ikan adalah tempat menjual berbagai macam ikan segar. Tapi tidak untuk kota Medan Travelers. Di sini anda bisa menjumpai pasar ikan yang bukannya menjual ikan namun malah menjual berbagai kebutuhan tekstile. Bahkan pasar ini cukup terkenal loh travelers, hingga ke mancanegara. Wah pasti makin penasaran bukan dengan pasar yang satu ini. Tenang kita akan mengulasnya kok. Pasar tersebut bernama Pasar Ikan Lama atau yang dalam bahasa Medan disebut dengan Pajak Ikan Lama. Lokasinya yang berada di pusat kota Medan, tepatnya di kawasan Kesawan, mulai dari Jalan Perniagaan hingga Jalan Gwangju, semakin menambah magnet untuk berbelanja di pasar ini. Dan sejak masa Kerajaan Deli kawasan ini memang telah menjadi kawasan bisnis.

daerah kesawan tempo duluPasar Ikan Lama telah ada sejak tahun 1890 dan dahulunya memang menjual beragam ikan-ikan segar yang didatangkan langsung dari Pelabuhan Belawan. Ikan-ikan ini diangkut oleh kapal-kapal tongkang melewati Sungai Deli. Selain ikan, di pasar ini juga terdapat orang jual daging, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya namun dengan ikan sebagai komoditi pertama. Kemudian di tahun 1933, Pemerintah Belanda mulai membangun pasar yang lebih besar lagi yang disebut dengan Pasar Sentral. Sungai Deli pun lamban laun semakin tak bisa dilewati kapal tongkang sehingga terpaksa ikan-ikan segar ini pun diangkut dengan menggunakan jalur darat. Karena perjalanan darat memakan waktu lama akhirnya terputuslah jalur perniagaan antara nelayan dan pedagang di Pasar Ikan hingga akhirnya komoditi yang dijual di pasar ini pun ikut berubah.

pasar ikan medan1Pasar Ikan Lama menjadi tempat menjual pakaian dan kain murah. Hal ini terjadi sejak tahun 1949, pasca agresi militer Belanda yang kedua. Sejumlah pedangan kain dari Penang, Malaysia, hingga etnis Tionghoa memadati Jalan Cirebon. Untuk menertibkan mereka akhirnya di tahun 1950-an mereka pun diminta mengisi Pasar Ikan Lama. Etnis yang membuka lapak di sana pun semakin banyak, mulai dari orang Medan sendiri, Aceh, Padang, dan juga pedagang dari Arab. Meski telah memiliki usia berpuluh-puluh tahun, namun keberadaan Pasar Ikan Lama di hati pengunjungnya tak pernah hilang, meski semakin banyak perbelanjaan modern yang ada di Medan. Para pedagangnya pun semakin lama semakin banyak dan semakin beragam pula komoditi yang ditawarkan.

pasar ikan medanDahulunya Pasar Ikan Lama hanya menjual kain dan berbagai produk busana muslim, mulai dari jilbab, mukena atau telekung, gamis, dan semacamnya. Namun kini penjual gorden dan juga aksesoris rumah mulai ikut nimbrung di sana. Sejumlah gorden buatan masyarakat local juga cukup diminati masyarakat mancanegara, meski harganya hingga jutaan karena dibuat dengan tangan dan bukan buatan pabrik. Di hari-hari menjelang hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Natal, maupun Imlek kunjungan ke Pasar Ikan Lama juga meningkat. Bahkan biasanya warga Malaysia dan Brunei Darussalam kerap berbelanja keperluan lebaran satu hari sebelum bulan Ramadhan tiba.

pajak ikan lama medanNamun sayangnya, sebagai salah satu ikon kota Medan, kawasan Pasar Ikan Lama kurang diperhatikan. Seandainya pengelolaanya lebih baik lagi, belanja di kawasan ini pun akan semakin nyaman. Misalnya saja dengan penetapan Pasar Ikan Lama sebagai daerah khusus pejalan kaki sehingga kemacetan yang dijumpai di depan pasar bisa terhindarkan. Namun terlepas dari itu semua, kunjungan ke Pasar Ikan Lama dalam tour ke Medan memang sayang untuk dilewatkan. Karena bisa menjadi pilihan belanja oleh-oleh dengan harga murah.

Refrensi:

Pajak Ikan Lama: Pasar Bersejarah, Beromzet Miliaran

Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *