Museum Kretek Kudus, Tempat Mengenal Rokok Kretek yang Tak Biasa

Share Button

museum-kretekBerbicara mengenai Kudus, sebagian orang pasti langsung mengaetkan kota ini dengan rokok kretek. Di kota tempat makam para wali inilah rokok kretek mencapai masa kejayaan. Bahkan sebuah tari budaya masyarakat setempat juga bernama tari kretek. Sebuah museum kretek dibangun di Kudus yang semakin menguatkan image Kudus sebagai kota kretek. Meski anda bukan seorang perokok tak ada salahnya untuk belajar mengenai perkembangan rokok, utamanya rokok kretek. Karena selain memperoleh sejarah perkembangan rokok, musuem ini juga menyediakan beragam fasilitas yang akan membuat kunjungan anda ke museum menjadi tak biasa.

img_7448Sejarah rokok kretek di Kudus sendiri dimulai dari kisah H. Jamhari yang sering menderita sesak dan sakit pada dadanya. Ia pun mengoleskan minyak cengkeh pada dada dan punggungnya. Karena merasa baikan, ia pun memikirkan alternatif lain penggunaan minyak cengkeh. Hingga akhirnya ia membuat rokok yang ia buat dari campuran cengkeh rajang dengan rempah-rempah yang ia linting. Hingga akhirnya rokok buatannya diminati banyak orang dan lahirlah industri rokok. Lantaran menimbulkan bunyi “kretek-kretek” kala dihisap, roko cengkeh ini pun diberi nama Rokok Kretek.niti semito

Dan seorang pengusaha asal pribumi yang buta huruf, Niti Semito, mendirikan sebuah perusahaan industri kretek dengan nama Bal Tiga. Di tangan Niti Semito industri kretek Kudus mengalami masa keemasan. Bahkan di tahun 1906 ia sudah memiliki karyawan lebih dari 10.000 orang ditambah dengan karyawannya yang bekerja dengan sistem abon. Sejak saat itu banyak perusahaan rokok yang berdiri di Kudus seperti Tebu dan Cengkeh, Pabrik Kretek Goenoeng Kedoe, Jangkar, Delima, Sukun, Garbis dan Manggis, Jambu Bol, Nojorono, dan Rokok Djarum pada tahun 1951.

tokoh rokok kudusDan untuk melestarikan benda-benda yang berhubungan dengan perkembangan rokok kretek di Kudus, H. Soeparjo Rustam yang kala itu menjabat sebgai Gubenur Jawa Tengah menggagas pendirian museum kretek. Namun pembangunan musuem ini baru selesai pada tahun 1986 dan diresmikan pada 3 Oktober 1986 oleh H. Soeparjo Rustam yang kala itu telah menjadi Menteri Dalam Negeri RI. Museum yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektar ini menjadi musuem rokok terbesar di Indonesia. Berlokasi di Desa Getas Pejaten No. 155, Jati Kudus, museum ini penuh dengan berbagai patung dan perlengkapan pembuatan rokok. Bahkan patung-patung di museum ini merupakan buatan para seniman Kudus.

alat penggilingan cengkehPenataan musuem ini juga cukup baik. Secara umum koleksi museum ini dibagi atas koleksi peralatan tradisional dan peralatan modern. Di koleksi peralatan tradisional anda bisa menjumpai berbagai peralatan pembuatan rokok yang telah berusia puluhan tahun, bahkan mulai langka. Mulai dari peralatan gilingan atau gelondongan cengkeh, gilingan tembakau, krondo atau pemisah batang tembakau, alat perajang tembakau, hingga alat penggilung rokok. Sedangkan di peralatan modern anda bisa menjumpai asbak, gantungan kunci, t-shirt, gelas, termos dan lain sebagainya. Bukan hanya menampilkan peralatan pembuatan rokok kretek tapi juga peralatan dan pembuatan rokok klobot.

MUSEUM-KRETEKKUDUSBukan hanya melihat peralatan pembuatan rokok, anda juga bisa melihat rokok-rokok yang diproduksi di Kudus dari awal munculnya rokok hingga saat ini. Rokok-rokok ini disimpan disebuah etalase lengkap dengan logo perusahaan pembuat rokok tersebut. Berbagai foto yang menggambarkan perjalanan sejarah rokok Kudus bisa anda saksikan, mulai dari proses penanam tembakau hingga foto pembuatan rokok baik secara tradisional maupun modern. Termasuk juga gambar para tokoh yang yang berjasa dalam industri rokok Kudus bisa anda lihat dalam bentuk lukisan.

waterbom musuem kretekSejak tahun 2008, museum kretek juga menyediakan beragam fasilitas yang memuaskan pengunjung. Sambil belajar sejarah rokok anda juga bisa bermain air di Waterbom dengan beragam permainan airnya. Tak hanya bermain di Waterbom, anak-anak juga bisa bermain di playground atau melihat perjalan rokok Kudus di mini movie. Anda juga bisa berkenalan dengan rumah khas Kudus yang bernama Joglo Pencu. Kios kuliner dan souvenir juga bisa anda jumpai dengan mudah. Bahkan area parkir musuem ini cukup luas. Hanya dengan tiket masuk sebesar Rp 1.500 anda bisa menikmati sajian museum yang buka mulai pukul 09.00-15.00 ini. Jika anda membutuhkan akomodasi, beragam hotel murah di Kudus bisa anda gunakan, seperti:joglo pencu

Refrensi:

  • http://www.wisatamelayu.com/id/object.php?a=Rm1tL1R5WC9P=&nav=geo
  • http://kretekmuseum.blogspot.com/
Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *