Museum WR Soepratman, Surabaya

Share Button

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lahir pada 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ayahnya benranama Senen dan beliau diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik atau yang biasa dikenal dengan Sastromiharjo. Pada bulan Oktober 1928 tepatnya di Jakarta diadakan sebuah Konggres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan pada penutupan konggres sendiri, Supratman mendengarkan lagu ciptaannya tersebut dimainkan secara instrumental di depan para peserta. Pada saat itu pertama kalinya lagu Indonesia Raya dimainkan di depan publik. Semua partisipan sangat menikmatinya, dan sejak kejadian tersebut lagu Indonesia Raya tidak pernah ketinggalan dinyanyikan di setiap konggres. Lagu ini merupakan perwujudan dari keinginan bersama untuk sebuah kemerdekaan.
Demi mengenang jasa WR Soepratman, telah dibangun museum WR Soepratman yang berada di Tambaksari, Surabaya tepatnya Jalan Mangga no 21. Di museum ini bisa dilihat tulisan tangan dari Sopratman sendiri ketika beliau menciptakan lagu Indonesia Raya saat pertama kali dan juga biola sejarah yang menemaninya saat membuat lagu kebangsaan tersebut. Lokasi museum ini berdekatan dengan makam beliau yang meninggal pada 17 Agustus 1938. Sejak menciptakan lagu tersebut, beliau sering diburu pihak Belanda yang menjadikan beliau sering sakit-sakitan. Lagu terakhir Soepratman sendiri berjudul Matahari Terbit dan karena lagu itulah beliau dipenjara di Kalisosok lalu pada akhirnya meninggal dunia. Tepatnya 26 Juni 1959, Pemerintah Regulasi 44 mengumumkan bahwa Indonesia Raya adalah lagu Kebangsaan Indonesia.
Bentuk museum ini mudah dikenali dikarenakan bentuknya yang berbeda dengan rumah-rumah penduduk sekitar. Museum ini berbentuk rumah yang tembok dan atasnya terbuat dari kayu. Di halaman belakangnya terdapat patung WR Soepratman seukuran manusia yang sedang bermain bola. Sering dalam keadaan terkunci dan ada salah satu warga yang merawatnya. Di dalamnya terdapat foto-foto WR Soepratman dengan keluarganya dan teman dekat beliau, di pojokan terdapat lemari berisi replica biola. Terdapat dua kamar tidur di dalam rumah ini. Apabila anda berminat mengunjungi museum ini, lebih baik anda meminta ijin ke Disparta. Namun jika anda tidak ingin repot-repot anda bisa datang langsung ke museum ini pagi atau sore karena saat jam tersebut petugas sedang mengurus museum ini dan anda bisa dibantu untuk membukakan pintunya. Anda tidak perlu khawatir jika kelaparan atau kehausan jika berkunjung ke museum ini karena bnayk warga yang menjual makanan ringan samapi nasi yang beraneka ragam. Untuk menginpa pun anda juga tidak perlu khawatir karena banyak hotel-hotel sampai kelas melati terdapat di sekitar museum seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/wr-soepratman-museum.html
  • http://wisataman.wordpress.com/2012/02/17/seputar-tamanmundu-museum-rumah-wafat-wr-supratman/
Share Button

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *