May 03

Puncak Jayawijaya, Papua

Objek wisata Puncak Jayawijaya merupakan pegunungan dengan diselimuti salju abadi, yang terletak di puncak tertinggi Pegunungan Sudirman, Provinsi Papua. Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya ini memiliki ketinggian mencapai kurang lebih 4,884meter di atas permukaan laut. Selain dikenal dengan puncak Jayawijaya, puncak tertinggi ini juga dikenal dengan sebutan Cartstenz Pyramide atau Puncak Cartstenz. Nama tersebut diambil dari petualang asal Belanda, yaitu Jan Cartstenz yang pertama kali melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis tepatnya di Pulau Papua. Puncak ini merupakan salah satu puncak gunung yang ada di perlintasan garis khatulistiwa, selain pegunungan di Afrika dan Amerika Latin. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya nampak seperti permadani hitam yang diselimuti oleh tudung putih. Jika matahari sedang cerah maka hamparan salju tersebut akan memantulkan cahaya mentari yang menyilaukan. Kandungan es di pegunungan ini diperkirakan mencapai 5% dari cadangan es dunia yang berada di luar Benua Antartika. Namun akibat pemanasan global, jumlah tersebut dari tahun ke tahun menyusut. Jika dilihat dari type gletsernya, kawasan bersalju di Jayawijaya masuk ke dalam type Alpine Glaciaton. Sementara Gletser di wilayan ini masuk ke dalam type Valley Glacier, yaitu aliran Gletser yang mengalir dari tempat tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Oleh sebab itu daerah ini dimungkinkan terdapat aliran sungai es. Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak dunia yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia.

Jika anda tertarik untuk menjelajahi Pegunungan Jayawijaya, tentu saja hal utama yang harus dipersiapkan adalah kesiapan fisik, perbekalan dan logistic. Latihan rutin di daerah dengan suhu cukup dingin adalah beberapa sinar yang cukup efektif untuk menghindari ancaman hipotermia, yaitu hilangnya panas tubuh karena berada di daerah dengan suhu yang sangat dingin. Selain itu aspek izin juga harus disiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan pendakian.

Daya tarik dari Gunung Jayawijaya tak hanya menikmati salju, di pegunungan ini wisatawan juga dapat menyaksikan langsung bukti geologis mengenai sejarah pembentukan pegunungan Jayawijaya. Penelitian geologi menemukan bukti empirik bahwa pegunungan ini semula merupakan dasar laut yang terjadi sekitar 60 juta tahun yang lalu. Pulau ini terbentuk dari batu sedimen yang terangkat akibat ditumbuk oleh lempengan Indo-Pasific dan Indo-Australia di dasar laut, sehingga berubah menjadi sebuah pulau besar. Bukti ini bisa dilihat dari fosil hewan laut yang tertinggal di Pegunungan Jayawijaya. Oleh karena itu, selain menjadi surga bagi para pendaki, kawasan ini merupakan surga bagi penelitian geologis.

Setelah melakukan pendakian, anda bisa melakukan peristirahatan di beberapa penginapan atau hotel yang berada di daerah Papua, contonya :

Referensi :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Jayawijaya
  • http://joesty.wordpress.com/2009/06/10/puncak-jaya-wijaya/
  • http://www.wisatamelayu.com/id/tour/881-Puncak-Jayawijaya-Carstensz-Pyramide/navcat
  • http://alamatku.com/direktori/puncak-jayawijaya