Apr 18

Museum Pos Indonesia, Bandung

Museum Pos Indonesia menyimpan perjalanan sejarah layanan pos di Indonesia sejak jaman kolonial hingga Indonesia merdeka. Museum yang terletak di Jalan Cilaki no 73 Bandung ini dibangun sekitar tahun 1920 oleh arsitek J Berger dan Leutdsgebouwdienst dengan gaya arsitek Italia masa Renaissans. Gedung seluas 706meter persegi ini kemudian difungsikan sebagai museum dengan nama Museum Pos Telegrap dan Telepon. Peran dan fungsi museum ini terus Continue reading

Apr 10

Gedung Sate, Bandung

Gedung Sate adalah sebuah gedung yang mempunyai ciri khas berupa ornamen tusuk sate tepat di menara sentralnya yang telah lama menjadi penanda atau markah tanah Kota bandung. Gedung ini tidak hanya terkenal di Bandung saja bahkan di seluruh Indonesia. Didirikan pada 27 Juli 1920 yang memang pada awalnya dibangun sebagai pusat pemerintahan pada saat itu Continue reading

Jan 29

Gedung Negara Grahadi, Surabaya

Gedung Negara Grahadi merupakan sebuah gedung di Surabaya yang dibangun pada tahun 1795 pada masa Residan Dirk Van Hogendorps. Pada awalnya gedung ini menghadap ke Kalimas di sebelah utara, sehingga pada sore hanrinya pengunjung dapt melihat perahu-perahu yang menelusuri sungai tersebut. Perahu-perahu ini jga dimanfaatkan untuk sarana transportasi karena mereka datang dan pergi naik perahu. Pada tahun 1802 gedung ini diubah letaknya dengan menghadap ke selatan seperti terlihat sekarang ini. Dan sekarang gedung ini difungsikan sebagai Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur. Pada awalnya Grahadi ini berlokasi di pinggiran kota dan digunakan sebagai rumah kebun untuk peristirahatan pejabat Belanda. Sekarang tempat ini bisa digunakan untuk pelantikan pejabat dan upacara peringatan Hari Nasional seperti Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Setiap tanggal 17 setiap bulannya diadakan upacara penaikan bendera merah putih yang dilakukan oleh para pelajar atau mahasiswa bahkan kelompok masyarakat di Surabaya. Dan sejak tahu 1991 Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah membuka gedung ini untuk tempat wisata bersama.
Bangunan peninggalan kolonial ini kini sudah berusia lebih dari 200 tahun tetapi sampai saat ini masih tetap terlihat anggun dan terpelihara denagn baik. Berlokasi di Jl Gubernur Suryo no 7 Surabaya yang berhadapan langsung dengan Monumen Suryo. Terdiri dari dua lantai dengan gedung utama seluas 2,106 meter persegi, bangunan penunjang seluas 4,126meter persegi yang didirikan di atas tanah seluas 1,6 ha. Memiliki empat pilar penyangga balkon depan dan delapan pilar di teras selasarnya. Pagar betonnya telah digantikan dengan dinding tembok dihias relief di sepanjang permukaan yang menggambarkan perjuangan rakyat Surabaya semasa revolusi kemerdekaan.
Pada teras depan diisi beberapa set meja dan kursi antik, dihiasi lampu-lampu gantung yang menjadi penerang pada malam hari, dan pilar-pilar dengan ornamen keemasan. Tiga pasang pintu jati tinggi yang berdaun ganda tampak diapit oleh jendela kaca bening dengan memberi kesan mewah berwibawa. Ada pula sepasang rumah-rumahan kecil yang terbuat dari kayu jati berukir indah yang biasa digunakan sebagai tempat menyimpan ayam bekisar atau sejenis unggas lainnya. Pada lorong teras depan dipasang marmer pada lantai serta pilar-pilar beton yang berjajar rapi. Di depan gedung terdapat deretan pohon tinggi palm serta halaman rumput hijau segar yang dipotong rapi sehingga menciptakan pemandangan yang sangat asri. Gedung Grahadi ini sendiri mempunyai kamar sekelas hotel berbintag lima yang pernah digunakan oleh Presiden Susilo dan Wpres Busiono pada kesempatan yang berbeda. Namun jika anda ingin menginap di hotel lainnya mulai dari hotel kelas melati sampai berbintang seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Grahadi
  • http://thearoengbinangproject.com/2012/03/gedung-grahadi-surabaya/
Jan 29

Tugu Pahlawan, Surabaya

Tugu Pahlawan adalah sebuah monument atau tugu yang menjadi kebanggan Kota Surabaya. Monumen setinggi 41,15m ini berbentuk lingga atau paku yang terbalik. Tubuh monumennya berbentuk lengkungan-lengkungan sebanyak 10 dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canaluresnya mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Sebuah tanggal bersejarah bukan hanya untuk penduduk Surabaya, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia yaitu Hari Pahlawan dimana arek-arek Surabaya berjuang melawan pasukan sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah Indonesia lagi. Berada di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan berdekatan dengan Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu Pahlawan sendiri merupakan ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawab yang berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektar dan secara administrative berada di wilayah Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.
Ada dua pendapat siapa yang menjadi pemrakarsa sekaligus arsitektur monumen ini. Menurut Gatot Barnowo, monumen ini diprakarsai oleh Doel Arnowo yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Besar Surabaya dan kemudian beliau meminta Ir.Tan untuk merancang gambar monumen yang dimaksud dan untuk selanjutnya diajukan ke Presiden Soekarno. Sedangakan menurut Ir.Soendjasmono, pemrakarsa ini adalah Ir. Soekarno sendiri. Ide ini mendapat perhatian khusus dari Walikota Surabaya. Pada awalnya pekerjaan pembangunan Tugu Pahlawan ini ditangani oleh Balai Kota Surabaya sendiri. Kemudian dilanjutkan oleh Indonesia Engineering Corporation yang kemudian diteruskan oleh Pemborong Saroja dan akhirnya monumen ini pada tanggal 10 November 1952.
Pada salah satu sisi, terdapat patung mantan Presiden Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta ketika sedang membacakan proklamasi kemerdekaan diantara pilar-pilar tinggi yang menyerupai reruntuhan satu bangunan. Pada pilar-pilar ini juga terdapat tulisan-tulisan pembangkit sembangat kemerdekaan yang menyerupai coretan-coretan. Bentuk unik inilah yang menjadi tempat favorit untuk berfoto. Lokasi nya yang mudah dicapai atau sangat strategis ini lah yang menjadikan tugu ini sering dikunjungi. Bermacam-macam tumbuhan yang menarik juga merupakan salah satu daya tarik. Untuk masuk pun anda tidak akan dikenakan biaya apapun.
Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan ini pun terdapat museum yang digunakan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya. Di museum ini sendiri juga terdapat foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan dan diresmikan pada tanggal 19 Februari 2000 oleh Mantan Presiden K.H Abdurahman Wahid. Jika berkunjung kesini anda tidak perlu khawatir karena banyak penjual makanan yang beraneka ragam. Apalagi saat hari minggu pagi, tempat ini sangat ramai dikunjungi masyarakat. Banyak hotel yang bisa anda singgahi jika anda berasal dari luar kota yang ingin menikmati indahnya Kota Surabaya, seperti:

Referensi:

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Pahlawan
  • http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/326-tugu-pahlawan-surabaya.html
Jan 26

Museum WR Soepratman, Surabaya

Wage Rudolf Soepratman adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lahir pada 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ayahnya benranama Senen dan beliau diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik atau yang biasa dikenal dengan Sastromiharjo. Pada bulan Oktober 1928 tepatnya di Jakarta diadakan sebuah Konggres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda dan pada penutupan konggres sendiri, Supratman mendengarkan lagu ciptaannya tersebut dimainkan secara instrumental di depan para peserta. Pada saat itu pertama kalinya lagu Indonesia Raya dimainkan di depan publik. Semua partisipan sangat menikmatinya, dan sejak kejadian tersebut lagu Indonesia Raya tidak pernah ketinggalan dinyanyikan di setiap konggres. Lagu ini merupakan perwujudan dari keinginan bersama untuk sebuah kemerdekaan.
Demi mengenang jasa WR Soepratman, telah dibangun museum WR Soepratman yang berada di Tambaksari, Surabaya tepatnya Jalan Mangga no 21. Di museum ini bisa dilihat tulisan tangan dari Sopratman sendiri ketika beliau menciptakan lagu Indonesia Raya saat pertama kali dan juga biola sejarah yang menemaninya saat membuat lagu kebangsaan tersebut. Lokasi museum ini berdekatan dengan makam beliau yang meninggal pada 17 Agustus 1938. Sejak menciptakan lagu tersebut, beliau sering diburu pihak Belanda yang menjadikan beliau sering sakit-sakitan. Lagu terakhir Soepratman sendiri berjudul Matahari Terbit dan karena lagu itulah beliau dipenjara di Kalisosok lalu pada akhirnya meninggal dunia. Tepatnya 26 Juni 1959, Pemerintah Regulasi 44 mengumumkan bahwa Indonesia Raya adalah lagu Kebangsaan Indonesia.
Bentuk museum ini mudah dikenali dikarenakan bentuknya yang berbeda dengan rumah-rumah penduduk sekitar. Museum ini berbentuk rumah yang tembok dan atasnya terbuat dari kayu. Di halaman belakangnya terdapat patung WR Soepratman seukuran manusia yang sedang bermain bola. Sering dalam keadaan terkunci dan ada salah satu warga yang merawatnya. Di dalamnya terdapat foto-foto WR Soepratman dengan keluarganya dan teman dekat beliau, di pojokan terdapat lemari berisi replica biola. Terdapat dua kamar tidur di dalam rumah ini. Apabila anda berminat mengunjungi museum ini, lebih baik anda meminta ijin ke Disparta. Namun jika anda tidak ingin repot-repot anda bisa datang langsung ke museum ini pagi atau sore karena saat jam tersebut petugas sedang mengurus museum ini dan anda bisa dibantu untuk membukakan pintunya. Anda tidak perlu khawatir jika kelaparan atau kehausan jika berkunjung ke museum ini karena bnayk warga yang menjual makanan ringan samapi nasi yang beraneka ragam. Untuk menginpa pun anda juga tidak perlu khawatir karena banyak hotel-hotel sampai kelas melati terdapat di sekitar museum seperti:

Referensi:

  • http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/ina/wr-soepratman-museum.html
  • http://wisataman.wordpress.com/2012/02/17/seputar-tamanmundu-museum-rumah-wafat-wr-supratman/
Jan 25

Monumen Jalesveva Jayamahe, Surabaya

Monumen Jalesveva Jayamahe adalah sebuah monumen atau patung raksasa yang dibangun untuk mengenang dan mengingatkan para generasi penerus bangsa bahwa nenek moyang kita dahulunya adalah pelaut yang mampu menjelajahi berbagai benua. Jalesveva Jayamahe sendiri artinya di laut kita tetap jaya, di representasikan oleh patung seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut berpakaian lengkap yang sedang menatap ke laut. Patung perwira ini adalah sosok tunas bangsa yang mewakili generasi penerus dan penuh keyakinan yang siap menghadang ganasnya ombak di lautan yang tentunya juga akan siap menempuh badai di sepanjang perjalanan menuju kea rah yang ditunjukkan yaitu keinginan Bangsa Indonesia mewujudkan NKRI yang adil dan makmur. Monumen Jalasveva Jayamahe juga merupakan tanda dilaksanakannya tongkat estafet dari generasi lama ke generasi baru untuk menyelesaikan tugasnya dan begitu pula kepada generasi berikutnya. Kawasan bangunan ini juga digunakan sebagai menara lampu pemandu bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.

Patung perwira ini memiliki tinggi 31meter dan berdiri di atas gedung setinggi 29meter sehingga total keseluruhan yang menjulang setinggi 60meter sehingga anda masih dapat melihatnya degan jarak yang jauh. Di dinding gedungnya terdapat diorama sejarah kepahlawanan pejuang-pejuang bahari sejak zaman pra revolusi fisik. Monumen ini dibangun pada tahun 1990an dan diresmikan pada tanggal 5 Desember 1996 oleh mantan Presiden Soeharto. Di samping patung perwira berukuran sangat besar ini juga terdapat sebuah gong yang memiliki ukuran terbesar di seluruh Indonesia. Gong ini diberi nama Kiai Tentrem yang terbuat dari bahan logam kuningan yang dilapisi anti karat. Beratnya 2,2 ton, tebal logam kuningannya 6mm dan diameternya 5meter. Selain menikmati indahnya Selat Maduradan kapal-kapal yang lalu lalang ataupun patung raksasa tersebut, disini anda juga dapat berbelanja souvenir sebagai oleholeh yang meliputi pakaian, tas, topi, ataupun atribut yang mengenai TNI AL.
Dalam pergelaran peristiwa sejarah TNI AL berikutnya, bagian ujung sangat berperan penting yaitu yang merupakan pangkalan kapal-kapal perang TNI AL terbesar sampai sekarang. Karena itulah Monumen Jalesveva Jayamahe dibangun di ujung Surabaya. Selain itu diharapkan pula pendirian monument ini dapat menambah semaraknya Ujung Surabaya yang berarti iku menambahnya referensi Surabaya menjadi Kota Pahlawan.
Anda tidak perlu khawatir karena di sekitar lokasi ini banyak terdapat rumah makan atau pujasera yang menyajikan makanan khas Kota Surabaya. Tidak hanya itu banyak pula terdapat penginapan yang disewakan bahkan hotel-hotel dari yang kelas melati sampai yang berbintang seperti:

Referensi:

  • http://wahw33d.blogspot.com/2012/08/monumen-jalesveva-jayamahe-monjaya.html
Jan 23

Monumen Kapal Selam, Surabaya

Monumen Kapal Selam atau yang biasanya disingkat Monkasel adalah sebuah museum kapal selam yang berlokasi di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Tepat di pusat kota, museum ini sebenarnya merupakan kapal selam milik KRI Pasopati 410 yang termasuk salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet pada tahun 1952. Pertama ditandatangani oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Basofi Soedirman pada Juli 1995 dengan meletakkan batu pertama untuk pondasi. Dan resmi dibuka pada 15 Juli 1998 dan telah beroperasi sebagai salah satu objek wisata di Surabaya sampai sekarang.Kapal selam ini dahulunya pernah dilibatkan dalam Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari kependudukan Belanda. Kapal Selam ini lalu dibawa ke darat dan dijadikan monument untuk memperingati keberanian pehlawan Indonesia. Tepat terletak di Jalan Pemuda di sebelah Plasa Surabaya. Selain itu di sekitar monumen ini juga terdapat pemutaran film dimana ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru. Di sini pula anda akan ditemani pemandu wisata lokal yang akan menemani dan menjelaskan sejarah ataupun perjalanan di monumen Kapal Selam ini.
Konsep utama monumen ini salah satunya adalah untuk membuat kawasan wisata baru di Jawa Timur, Sebagai warisan nilai sejarah yang mencerminkan Indonesia sebagai Negara Maritim, Untuk menjaga aman dan bertindak sebagai obyek konservasi dan Sebagai kenangan yang didesikasikan untuk seorang pejuang pemberani yang berjuang gigih. Beberapa ruang bagian disini terbagi menjadi,

  • Ruang untuk haluan Torpedo
  • Ruang Komandan
  • Jembatan Utama dan Pusat Komando
  • Ruang Awak Kapal
  • Ruang Mesin Diesel dan Terminal Mesin
  • Kamar Mesin Listrik
  • Ruangan Torpedo untuk bagian buritan

Monumen Kapal Selam KRI Pasopati 410 ini mempunyai beberapa fasilitas pendukung seperti Video Rama, Kolam Renang, Music Live, Rekreasi untuk anak-anak di Sungai Kalimas, sebuah Stan Souvenir, kamar mandi dan area parkir yang luas. Di dalam kompleks pula juga terdapat panggung besar untuk acara tertentu. Video Rama sendiri juga menyajikan film sinematik dan dilengkapi sistem suara stereo yang akan membawa imajinasi anda agar bisa menyatu dengan film mengenai Kapal Selam KRI Pasopati 410 di saat menjalankan tugasnya. Di sisi Sungai Mas sendiri juga terdapat tempat yang bagus dan romantic bagi pasangan muda-mudi atau sarana pendidikan bagi keluarga. Banyak pula hotel yang terdapat di sekitar monumen ini seperti:

Referensi:

  • http://www.monkasel.com/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Kapal_Selam